×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Inilah 7 momen wisuda yang sering kali dirindukan

0

N/A

Inilah 7 momen wisuda yang sering kali dirindukan

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Wisuda adalah momen yang diimpikan semua orang demi mencari pekerjaan sekaligus mengembangkan usaha sendiri di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aditya Mahyudi

10 / 05 / 2019 13:17

Setiap pendidikan pasti ada hari akhirnya. Ketika kita memulai kuliah untuk pertama kalinya, kita merasa canggung atau kurang sreg pada dunia perkuliahan karena terdengar asing di telinga. Namun lama-kelamaan kita sudah terbiasa dengan aktivitas perkuliahan, mulai dari mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru sampai Sidang Skripsi.

Kegiatan tersebut bersifat wajib demi menyelesaikan pendidikan di Universitas. Selain itu, kita akan merasa senang jika lulus dengan hasil apapun dan akan menuju ke gerbang fase wisuda. Fase wisuda adalah fase yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa karena sudah terbebas dari aktivitas perkuliahan. Fase ini juga sebagai ajang pertemanan terakhir bagi mereka.

Namun di balik euforia wisuda, kita akan sedih karena tidak bisa melupakan acara tersebut dan tidak sedikit juga ada yang ingin balik ke masa itu walaupun sulit. Oleh karenanya, penulis akan membahas mengapa momen wisuda sangat diagungkan, seperti penjelasan berikut ini.

1. Merindukan pakai toga.

Yeah
Toga adalah identitas calon sarjana sebagai tanda bukti lulus dari perkuliahan. Toga biasanya memiliki simbolis tertentu, yaitu simbol sebelah kiri untuk calon mahasiswa yang akan diwisuda dan simbol sebelah kanan sebagai tanda sudah menjadi alumni universitas. Penggunaan simbol pada toga sangat penting dalam menentukan masa depan kita pasca wisuda, entah bernasib baik atau lebih buruk dari sebelumnya.

Loading...

Para mahasiswa yang berstatus Fresh Graduate atau karyawan akan merindukan masa-masa memakai toga. Mereka berpikir bahwa memakai toga adalah kebanggaan mereka ketika mengenang masa perkuliahan yang padat. Mereka malah ingin kembali kuliah ke jenjang yang lebih tinggi demi mendapatkan sebuah toga. Hal ini memang wajar namun mereka harus mulai move on dari masa lalu karena mereka akan memiliki tantangan berat di masa depan yaitu menerapkan aplikasi perkuliahan di dunia kerja di mana hal tersebut tidaklah mudah untuk dicapai.

 

2. Merinding saat nama dipanggil.

Name

Sebagian orang mungkin akan gugup jika dipanggil satu per satu ke atas panggung. Pada umumnya, mereka mengalami demam panggung saat tampil di hadapan publik. Bahkan untuk para mahasiswa yang terlalu ambisius untuk diwisuda, mereka mulai putar arah saat namanya dipanggil. Alasannya jantung mereka seakan copot dan mereka sangat senang saat mendapatkan gelar sarjana karena sudah berjuang sekuat tenaga dalam perkuliahan. Lalu ada juga yang merasa sedih karena mereka sulit untuk melupakan masa perkuliahan di mana mereka beranggapan bahwa masa sebelum wisuda adalah masa yang indah dan susah untuk dilupakan. Oleh karena itu, jika nama kita tidak dipanggil maka kita tidak berperan sebagai sarjana dan kita merasa terabaikan.

 

3. Duduk di kursi VIP.

Duduk dulu
Duduk di Kursi VIP hanya untuk para tamu penting? Jangan berpikir monoton karena kursi VIP versi Wisuda adalah kursi yang dikhususkan untuk para mahasiswa yang meraih prestasi selama perkuliahan baik akademik atau non-akademik. Bentuk prestasinya lebih dominan pada status Juara 1. Namun ada juga yang meraih Juara 2, 3, Harapan, dan sebagainya. Kursi VIP di sini memang tidak bisa sembarangan diduduki setiap mahasiswa karena ada prosedurnya.

Prosedur utamanya adalah kita harus membuktikan bukti sertifikat atau piagam penghargaan dari penyelenggara. Tujuannya adalah untuk memverifikasi data secara valid tanpa adanya unsur pemalsuan. Apabila asli, maka kita bisa membuktikan bahwa kita adalah mahasiswa berprestasi yang dibanggakan oleh kampus. Selain itu, kursi VIP diperuntukkan juga untuk mahasiswa yang berjasa bagi kampus seperti mewakili kampus di tingkat daerah, nasional, internasional, dan lain-lain. Intinya adalah kursi VIP hanya simbol dedikasi tinggi tanpa pamrih dan tidak semua mahasiswa mendapat kesempatan yang sama.

 

4. Menonton kenangan selama kuliah.

FTV

Yap! Kenangan saat perkuliahan memang tidak bisa dilupakan oleh kita. Kita menyebut kuliah adalah aktivitas yang dilakukan bebas tanpa terpacu pada jam sehingga kita leluasa menjalani perkuliahan. Namun apa jadinya jika kita menonton flashback kuliah di kampus. Sebagian besar kita merasa malu atau sedih saat menontonnya dan ada juga yang senang karena sudah menganggap kampus sebagai "rumah kedua." Garis besarnya adalah kita sudah memberikan kontribusi besar pada kampus selama kuliah seperti mengerjakan tugas, presentasi, sampai acara yudisium yang mengharukan jiwa. Pokoknya sangat dramastis saat melihat masa indah yang kita lakukan saat kuliah!

 

5. Pertemuan terakhir antar teman.

Sedih

Pertemuan terakhir di poin ini bukan berarti akan berpisah selamanya lho! Makna bertemu teman sebelum berpisah adalah hal yang sangat penting. Soalnya teman kuliah yang akan ditemui di masa mendatang bisa jadi melupakan persahabatan anda dan cenderung untuk melupakan masa lalu sehingga berdampak sakit hati.

Sebagai obat hati, kita harus mengingat teman sebagai orang yang berjasa dalam kehidupan kuliah. Jasa yang dimaksud adalah membantu tugas teman, kerja kelompok, olahraga bareng, dan sebagainya. Kemudian, kita bisa memberikan suatu hadiah kepada teman kuliah sebagai bentuk kenang-kenangan atau persahabatan sehingga hal ini tidak akan bisa terulang kembali di masa mendatang. Sebagai obat kangen, kita mulai mengajak mereka untuk makan bareng sekaligus jalan-jalan ke tempat wisata agar terjalin nilai persahabatan secara abadi.

 

6. Kesempatan membawa keluarga.

Families
"Cintailah keluargamu sebelum anda menyesal." Itulah kata-kata bijak yang diungkapkan oleh setiap orang. Keluarga adalah elemen penting dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh melupakan jasa mereka karena mereka berjuang sampai titik darah penghabisan demi membiayai kita dalam mengikuti kuliah. Tanpa jasa orang tua, kita mungkin tidak akan berdiri di hadapan mereka sebagai sarjana dan kita lebih dianggap sebagai mahasiswa malas. Makna pada poin ini adalah orang tua sudah membesarkan kita sejak kecil untuk menjadi manusia yang sempurna salah satunya menyekolahkan sampai tingkat tinggi serta meringankan beban orang tua saat ini.

 

7. Bersalaman dengan para dosen dan rektor.

Selamat ya
Salaman adalah suatu kewajiban saat kita bertemu seseorang. Simbol salam adalah rasa bersyukur karena kita sudah diberi kenikmatan di dunia ini. Pada saat wisuda, para mahasiswa yang menyalami para dosen dan rektor seperti mimpi nyata. Mengapa demikian? Karena memegang tangan mereka adalah sesuatu yang paling langka bahkan mengenal saja susahnya minta ampun. Hal ini disebabkan para dosen dan rektor sulit untuk ditemui karena mereka sibuk mengurusi hal penting. Walaupun sibuk, mereka mempunyai waktu luang dalam memerhatikan mahasiswa. Kemudian, mereka akan merasa kehilangan apabila kita sudah lulus dari kampus dan mereka menganggap kita sebagai keluarga yang sewaktu-waktu akan dirindukan untuk selamanya.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red