×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini daftar 10 pemain depan terbaik di dunia versi majalah FourFourTwo

0

Olahraga

Ini daftar 10 pemain depan terbaik di dunia versi majalah FourFourTwo

Siapa pemain favoritmu di daftar 10 pemain depan ini?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Fudi Theonardo

20 / 09 / 2018 18:15

Setelah majalah FourFourTwo merilis daftar pemain terbaik di kategori pemain belakang, pemain tengah serta penyerang tengah, kini mereka membuat daftar serupa yang diambil dari pemain berposisi pemain depan. Artikel-artikel sebelumnya telah saya rangkum dan jika anda ketinggalan, bisa dibaca di sini.

 

Dalam artikel asli, berita ini berisi kata "forward" yang saya terjemahkan menjadi pemain depan, dan didalamnya termasuk pemain sayap. Sebelumnya sudah ada daftar berisi 10 Striker terbaik, yang bisa diartikan sebagai "penyerang tengah". Fourfourtwo memasukkan Cristiano Ronaldo sebagai striker dan Lionel Messi, Neymar, Salah sebagai forward.

Berikut daftar 10 pemain depan terbaik di dunia versi FourFourTwo.

10. Raheem Sterling (Manchester City).

Loading...

Raheem Sterling

Sterling menikmati masa terbaik dalam karirnya di musim 2017/18, dengan mencetak 23 gol dan memberi 12 assists untuk Manchester City yang menakutkan di tangan Pep Guardiola. Pemain berusia 23 tahun itu tidak selalu terlihat sebagai finisher yang paling alami, tetapi penyelesaian akhirnya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan pemain Liverpool ini menawarkan lebih banyak atribut selain gol, termasuk gerakan cerdas di posisi winger. Gerakan off-the-ball Sterling adalah fitur utama dari permainan menyerang Inggris di Piala Dunia, di mana dia tidak mencetak gol tetapi masih berkontribusi banyak untuk hasilnya.

9. Sadio Mane (Liverpool).

Sadio Mane

Kontribusi Mané dibayangi oleh musim sensasional Mohamed Salah di musim 2017/18, tetapi pemain cepat Senegal ini masih bisa menjaringkan gol ke gawang sebanyak 20 kali di semua kompetisi. Dia memulai kampanye saat ini dengan eksplosif, mencetak empat gol dalam empat kemenangan Liverpool di Liga Primer Inggris.

Seorang pelari cepat, dengan bola di kakinya, Mané menyerang pemain bertahan lawan dan membuka ruang bagi rekannya dengan gerakan yang tajam. Kemampuan menembaknya sangat bagus, menggabungkan kekuatan dan ketepatan, dan jumlah tujuh assist musim lalu menunjukkan bahwa mantan pemain Southampton ini dapat membantu rekan satu timnya juga.

8. Paulo Dybala (Juventus).

Paulo Dybala

Dybala memiliki masa beberapa bulan yang sulit baik untuk negara dan klub. Pemain berusia 24 tahun itu bermain hanya 22 menit di kompetisi Piala Dunia untuk timnas Argentina yang mengecewakan, terutama karena gayanya dianggap terlalu mirip dengan Lionel Messi. Setelah kembali di Juventus, dia menemukan dirinya di bangku cadangan saat Max Allegri berusaha membangun tim di sekitar Cristiano Ronaldo.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Dybala kelak akan kembali ke bentuk permainan terbaiknya, bayangan dia memasok amunisi untuk Ronaldo adalah hal yang menggiurkan. Lincah, kreatif, dan serba bisa, mantan pemain Palermo ini memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik.

7. Gareth Bale (Real Madrid).

Gareth Bale

Setelah mencetak dua gol - satu melalui tendangan overhead yang spektakuler - dalam kemenangan di final Liga Champions atas Liverpool pada bulan Mei, Bale mengisyaratkan bahwa masa depannya jauh dari Real Madrid. Tapi kepergian Ronaldo mengubah segalanya, memungkinkan anggota timnas Wales ini untuk mengambil peran penting di Santiago Bernabeu.

Bale telah merespon dengan baik di minggu-minggu awal musim 2018/19, dan jika dia bisa tetap fit dia bisa menikmati musim terbaiknya di ibukota Spanyol. Cepat, langsung dan diberkati dengan kaki kiri yang luar biasa, pemain berusia 29 tahun ini memiliki kemampuan untuk memenangkan pertandingan sendirian.

6. Mohamed Salah (Liverpool).

Mohamed Salah

Tidak ada musim debut yang lebih spektakuler daripada yang dialami oleh Mohamed Salah di musim 2017/18. Dibeli dari AS Roma musim panas sebelumnya, pemain internasional Mesir itu meraup 44 gol di semua kompetisi saat Liverpool berposisi di empat besar Liga Primer Inggris dan mencapai final Liga Champions, ketika cedera awal akibat pelanggaran Sergio Ramos sangat merusak peluang kemenangan mereka.

Salah selalu diberkati dengan kecepatan seorang sprinter, tetapi dia sekarang jauh lebih efektif di sepertiga akhir. Sama seperti Arjen Robben di masa kejayaannya, para pemain bertahan tahu kapan mantan pemain Chelsea ini ingin menggeser bola ke kaki kirinya dan menembak ... tetapi menghentikannya adalah masalah yang sama sekali berbeda.

5. Eden Hazard (Chelsea).

Eden Hazard

Hazard tidak merahasiakan fakta bahwa ia akan bersedia bergabung dengan Real Madrid musim panas lalu, tetapi tidak ada tawaran yang akan datang dan karena itu ia akan tetap di Stamford Bridge setidaknya selama satu musim lagi. Ini adalah kabar baik untuk Chelsea yang tidak berhasil masuk kompetisi Liga Champions, yang telah sangat bersandar pada Hazard selama kemenangan gelar terakhir mereka pada tahun 2015 dan 2017.

Memiliki tipuan, keseimbangan, dan percepatan yang luar biasa, pemain internasional Belgia ini ahli dalam keluar dari ruang yang sempit. Dia tidak cukup konsisten mencetak gol dibanding sebagai pemain dengan bakat luar biasa, tetapi keegoisan dan mentalitas kuat untuk timnya tentu saja menarik.

4. Antonie Griezmann (Atletico Madrid). 

Antoine Griezmann

Keputusan Griezmann untuk berkomitmen masa depannya ke Atletico Madrid di musim panas terasa seperti momen penting bagi klub Spanyol, yang telah berhasil mempertahankan layanan dari salah satu pemain terbaik.

Dalam banyak hal, Griezmann adalah pemain yang tergantikan bagi Diego Simeone. Pemain internasional Prancis ini adalah pesepakbola hebat yang bisa menciptakan dan mengubah peluang, tetapi dia juga pintar, dan bersedia bekerja keras untuk tim - suatu atribut jarang dimiliki oleh pemain berkampuan lebih rendah.

3. Neymar (PSG).

Neymar

Saham Neymar sedikit jatuh dalam 12 bulan terakhir, dengan kepindahannya ke PSG belum memberikan hasil yang diinginkan dan permainannya di Piala Dunia yang mengarah ke lebih banyak ejekan daripada pujian. Kebiasaannya selalu jatuh saat dilanggar tentu tidak disukai banyak penggemar, tetapi bahkan tak ada yang membantah bahwa pemain berusia 26 tahun ini punya bakat sangat tinggi.

Seorang penggiring bola berbakat fenomenal yang mengalahkan lawan untuk bersenang-senang, Neymar adalah seorang penyerang yang sangat penting - dan sangat berpengaruh, dibuktikan dengan data yang mendukungnya. Pemain Brasil ini telah mencetak 25 gol dan memberikan 16 assist dalam 27 pertandingan Ligue 1 dan Liga Champions musim lalu.

2. Kylian Mbappe (PSG).

Kylian Mbappe

Mbappe adalah nama besar sebelum musim 2018 berlangsung, tetapi tetap terasa seperti tahun ini adalah masa dia berevolusi dari anak muda yang menjanjikan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Terutama saat dia menjadi juara piala dunia 2018.

Penampilannya yang mengkilat di Piala Dunia (khususnya dalam kemenangan 4-3 atas Argentina), tidak akan terlupakan; Luka Modric dari Kroasia mungkin satu-satunya pemain yang permainannya mengalahkan pemain PSG ini di Rusia. Sangat cepat tetapi juga tenang dan cerdas, remaja berusia 19 tahun ini akan menjadi bintang dunia untuk dekade berikutnya dan banyak lagi.

1. Lionel Messi (Barcelona).

Messi

Ia mungkin dianggap sebagai pengumpan, penggiring, pencipta peluang, dan finisher terbaik dunia, predikat "pemain depan" terasa tidak cukup untuk pemain jenius yang tak tertandingi ini. Pemain Argentina ini adalah pesepakbola paling lengkap, mampu mencetak gol, membantu dan mengontrol tempo permainan - biasanya melakukan semuanya dalam waktu 90 menit.

Dia tidak berjaya di Liga Champions dalam tiga musim terakhir dan gelar internasionalnya tetap kosong. Namun hal ini tidak mengurangi kedudukan Messi sebagai pemain hebat. Dia telah memenangkan kompetisi terkemuka di Eropa tiga kali, dan tak ada yang bisa membantah bahwa dia merupakan pemain terhebat sepanjang masa.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red