×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Dulu tergolong sebagai makanan murah, kini lobster jadi santapan mewah

0

Wow

Dulu tergolong sebagai makanan murah, kini lobster jadi santapan mewah

Foto: io9.gizmodo.com

Dulunya lobster bahkan dihidangkan sebagai makanan di penjara!

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Devi

08 / 08 / 2019 12:35

 

Siapa yang tidak tahu lobster?

Hewan laut berukuran besar itu bukan saja enak, tapi juga dihidangkan di restoran-restoran berbintang karena harganya yang setinggi langit. Belum lagi kandungan vitamin E yang dimiliki lobster mampu meningkatkan fungsi otak manusia.

Ditayangkan dalam acara Deadliest Catch: Lobstermen di Discovery Channel, para nelayan harus mengarungi lautan badai kencang untuk menangkap lobster. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan cukup berbahaya, tidak aneh kalau lobster sangat mahal harganya.

Loading...

Tapi apa kamu tahu kalau dulu lobster tergolong sebagai makanan murah?

https://knowledgenuts.com/wp-content/uploads/2013/11/179063323-438x205.jpg

foto: knowledgenuts.com

Dulu, jumlah lobster di laut sangat melimpah bahkan sampai terdampar di tepi pantai. Penduduk sekitar mengonsumsi lobster sebagai makanan sehari-hari hingga bosan. Karena tergolong makanan murah, saat itu lobster merupakan makanan bagi khalayak miskin. Lobster bahkan dihidangkan sebagai makanan di penjara.

“Kalau ada nelayan yang membutuhkan pertolongan pertama, ayah teman satu sekolah saya yang adalah seorang dokter akan dibayar bukan dengan uang, tapi dengan lobster. Saking bosannya, teman saya bahkan sampai tidak mau melihat lagi lobster di piringnya,” pengakuan Tina Owens yang dilansir di quora.com.

“Beberapa orang lokal memberitahu saya bahwa zaman dulu, mereka dapat mengetahui kalau teman-teman sekolahnya miskin apabila membawa bekal roti isi lobster,” kata Carl Hoffman di laman quora.com.

Sebelum diciptakannya pendingin dan di saat pengetahuan belum berkembang pesat seperti saat ini, makanan laut dijauhi penduduk karena kekhawatiran terjangkit bakteri yang fatal bagi tubuh apabila mengonsumsinya. Belum lagi tingkat kesulitan untuk menjaga lobster tetap hidup di luar air supaya dagingnya tidak membusuk. Alhasil, lobster segar hanya dapat dinikmati penduduk lokal.

https://media1.fdncms.com/chicago/imager/little-guys/u/original/7475054/1348084008-lobsters.jpg

foto: chicagoreader.com

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, makanan kaleng mulai digemari masyarakat. Lobster pun dijadikan makanan kaleng dan dikirim ke negara lain via kereta, kapal laut, dan bahkan pesawat. Mereka yang tertarik dengan lobster mulai berdatangan untuk mencari lobster segar. Lobster pun menjadi populer di kalangan turis dan menjadikan harganya terus melambung naik.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Lobster
Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red