×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
BJ Habibie wafat, ini 10 fakta sang Bapak Teknologi Indonesia

0

Sosok

BJ Habibie wafat, ini 10 fakta sang Bapak Teknologi Indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Valentine Liviena

12 / 09 / 2019 11:09

Indonesia kembali berduka. Sosok panutan bangsa, eyang, bapak, pemberi motivasi, pemacu inspirasi, juga insan yang hangat dan setia, berpulang menghadap Yang Maha Kuasa. BJ Habibie mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 11 September 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada pukul 18.03 WIB dalam usia 83 tahun.

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng

Sosok kelahiran Pare-Pare ini telah membawa nama baik Indonesia dan berkontribusi besar untuk negara kita tercinta Republik Indonesia. Berikut ini merupakan fakta-fakta mengenai B. J. Habibie semasa hidup.

1. Habibie adalah Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.

BJ Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan sebagai presiden kedua Republik Indonesia pada tanggal 21 Mei 1998. Ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dengan masa jabatan hanya 1 tahun 5 bulan (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999), yang kemudian digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Loading...

2. BJ Habibie merupakan satu-satunya Presiden yang berasal dari etnis Gorontalo.

Nama 'Habibie' yang ia pakai merupakan salah satu marga asli dalam struktur sosial Pohala'a (Kerajaan dan Kekeluargaaan) di Gorontalo. Di mana Ayah Habibie berasal dari garis keturunan Kabila, Gorontalo dan ibunya berasal dari etnis Jawa, daerah Yogyakarta.

3. Nama BJ Habibie akan digunakan sebagai nama monumen dan universitas.

Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menginisiasikan dibangunnya Monumen BJ Habibie di depan pintu gerbang utama Bandar Udara Djalaludin, di Kabupaten Gorontalo. Masyarakat Provinsi Gorontalo pun sempat mengusulkan nama BJ Habibie digunakan untuk menggantikan universitas negeri setempat, yaitu Universitas Gorontalo.

4. Kisah cinta Habibie dimulai sejak masa SMP.

Berada di satu Sekolah Menengah Pertama dengan Hasri Ainun Besari, keduanya baru saling memperhatikan saat bersama-sama kembali di satu sekolah SMA yang sama. Namun komunikasi mereka terputus setelah Habibie melanjutkan kuliahnya dan bekerja di Jerman. Sementara Ainun berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

5. Menikah dengan dua adat.

12 Mei 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari di Rangga Malela, Bandung. Akad nikah dilaksanakan dan digelar secara adat dan budaya Jawa, sedangkan resepsi dilakukan dalam adat Budaya Gorontalo di Hotel Preanger, Bandung.

6. Studi hingga ke Jerman.

Setelah lulus dari Fakultas Teknik (jurusan Teknik Mesin) Universitas Indonesia Bandung (sekarang ITB), Habibie mengambil studi spesialisasinya di Negara Jerman Barat. Habibie mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen dan menerima gelar diploma ingenieur pada 1960, dan gelar doktor ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude. 

7. Ditawari dua kewarganegaraan asing 'dengan kehormatan'.

Berkat kecerdasan, totalitas, dan tanggung jawab Habibie saat bekerja di Jerman, Jerman menawari untuk menjadi 'warga negara terhormat'. Namun B. J. Habibie menolak, "Sekalipun aku menjadi warga negara Jerman, kalau suatu saat Tanah Airku memanggil, maka paspor (Jerman) akan saya robek dan akan pulang ke Indonesia," kata Habibie, dikutip dalam buku Habibie Ainun. Namun Jerman tetap memberi penghormatan dan Habibie dibebaskan tinggal di Jerman sepanjang yang dia mau.

Begitu juga negara Filipina membujuk Pak Habibie dan menawari mengelola dirgantara. Tak jauh berbeda, ia tetap menolak tegas atas tawaran dari negara lain.

8. Perjalanan karier BJ Habibie di Pemerintahan.

1978-1998 Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ia ingin memberi lompatan baru bagi Indonesia (di samping agraris) untuk menguasai ilmu pengetahuan perindustrian dan teknologi.

1990 ia terpilih secara aklamasi menjadi ketua pertama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

1998-1999 Habibie diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-7 selama 2 bulan 7 hari.

9. Dikenal saling setia, kisah cinta Habibie dan Ainun difilmkan.

Film Habibie & Ainun dan Rudy Habibie, film Di Balik 98, dan film Habibie & Ainun 3 merupakan beberapa film yang menceritakan tentang kisah cinta Habibie dan Ainun saat muda, serta membahas mengenai peristiwa demokrasi Indonesia 98. Film-film ini diperankan oleh beberapa artis seperti Jefri Nichol, Reza Rahardian, Maudy Ayunda, Esa Sigit, Bima Azriel, dan Agus Kuncoro.

10. Menulis banyak artikel dan buku dalam bahasa Jerman juga Indonesia.

Salah satu buku yang ditulis Habibie dalam Bahasa Jerman (Einführung in die finite Elementen Methode, Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968). Biografi Habibie pun sering dikutip di buku-buku bacaan di luar negeri untuk dijadikan contoh teladan kecintaannya pada Tanah Air. 

Harimau mati meninggalkan belang

Manusia mati meninggalkan nama 

Pak Habibie pulanglah dengan tenang

Teladan baikmu akan selalu tertanam

Rest in Peace, Sir!

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red