×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Berita hoax: Wujud penyalahgunaan teknologi informasi

0

Serius

Berita hoax: Wujud penyalahgunaan teknologi informasi

Penyebaran berita-berita hoax merupakan salah satu penyalahgunaan teknologi informasi.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Muhamad Ralbi

28 / 07 / 2021 10:46

Saat pandemi seperti ini, kita hanya bisa mencari, menonton, dan membaca berita atau informasi. Tetapi, bagaimana jika informasi atau berita yang kita dapatkan itu salah bahkan palsu adanya?

Saat situasi seperti itu, teknologi adalah sesuatu yang kita butuhkan, entah itu dari telepon genggam maupun laptop. Cara kita mendapatkan informasi adalah mengakses internet. Lalu internet tersebut akan mengantarkan kita ke berbagai situs. Dan situs tersebutlah yang akan memberikan kita informasi, entah itu fakta maupun hoax.

Seperti yang kita ketahui, dalam kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini terdapat banyak dampak positif yang kita dapatkan. Namun di lain sisi juga punya dampak negatif yang tentunya tidak kalah mengkhawatirkan, apalagi saat ini pemberian informasi sangat cepat menyebar ke berbagai penjuru.

Informasi itu sendiri dapat diperoleh dari berbagai macam media sosial, di antaranya seperti Facebook, Twitter, ataupun Instagram. Kemudian informasi tersebut bisa juga didapatkan dari berbagai aplikasi chatting atau obrolan daring seperti Whatsapp, Telegram, maupun Line yang sekiranya tidak terdapat penyaringan terhadap informasi yang ada. Biasanya mereka hanya menyuguhkan berita dengan apa adanya tanpa membatasi berita yang benar dan berita yang salah.

Adapun berita tidak benar ataupun berita bohong ini biasanya disebut dengan berita hoax. Hoax sendiri merupakan usaha seseorang untuk menipu atau mengakali para pembaca maupun pendengar untuk dapat memercayai berita tersebut. Padahal si penulis atau si pencipta dari berita tersebut mengetahui bawa apa yang disampaikan olehnya merupakan berita palsu.

Loading...

Contoh dari berita palsu di antaranya adalah seperti adanya berita mengenai artis A yang sudah meninggal dunia namun fakta yang ada yaitu artis A tersebut belum meninggal dan masih dalam keadaan sehat. Hoax merupakan salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi komunikasi yang tentu tidak bisa dimungkiri dan kian marak terjadi.

Hoax yang dapat menyebar dengan cepat ini perlu diperhatikan dan diberi tindak lanjut apabila semakin meresahkan khalayak ramai. Karena potensi hoax ini memicu sebuah tindakan yang bertujuan untuk memprovokasi, hasutan ataupun hinaan pada seseorang maupun kelompok tertentu, hingga menjadikan adanya konflik dan perpecahan.

Adanya gerakan "Literasi Media" atau khususnya "Internet Sehat" adalah salah satu bentuk kepedulian masyarakat pada dampak negatif yang ada. Literasi Media sendiri merupakan sebuah prespektif yang bisa digunakan saat berhubungan melalui media agar dapat menginterpretasikan sebuah pesan yang disampaikan oleh pembuat pesan.

Literasi Media ini pun merupakan seperangkat kecakapan yang berfungsi untuk memroses, mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi, serta menciptakan pesan ke dalam berbagai bentuk. Literasi Media juga digunakan sebagai model pengarahan yang berbasis pada pemeriksaan sehingga pada setiap individu bisa mampu lebih keritis dalam mencerna maupun menanggapi apa yang mereka peroleh dari berita yang dibaca.

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada semua pengguna internet dalam menganalisis pesan yang disampaikan dan mempertimbangkan tujuan yang ada pada pesan ataupun berita tersebut, seperti tujuan komersil ataupun tujuan politik yang bisa jadi ada pada berita tersebut. Kemudian tidak lupa juga untuk selalu melihat sumber atau siapa-siapa saja yang bertanggung jawab megenai pesan atau berita yang disampaikan tersebut. Oleh karena itu gerakan "Internet Sehat" ini perlu ada dalam mengedukasi masyarakat luas, untuk lebih berhati-hati dalam menerima pesan maupun berita yang tersebar.

Oleh karena banyaknya berita bohong atau hoax yang kini menyebar dan tidak tersaring dengan baik, ada benarnya jika kita mecoba untuk berhati-hati dalam menerima segala informasi yang kita dapat. Salah satu bentuk upaya yang bisa kita lakukan dalam menyaring informasi yang ada adalah dengan membaca secara seksama dan jangan mudah memercayai satu sumber saja. Dalam mencari kebenaran kita harus memiliki setidaknya berbagai sumber, bisa dari website berita, jurnal ilmiah, maupun website resmi menyangkut berita tersebut. Akan lebih baik lagi jika sumber berita tersebut didukung oleh data-data angka yang pasti.

Kemudian setelah mencari dan membaca dengan seksama pada berbagai sumber tersebut, barulah kita dapat mengambil interpretasi yang baik dan intisari yang sebenar-benarnya ingin disampaikan oleh berita tersebut. Selain itu, mengingatkan satu sama lain untuk tidak cepat percaya pada satu berita merupakan kewajiban kita bersama sesama manusia. Terlebih kepada orang-orang terdekat kita seperti keluarga maupun teman agar kita semua terhindar dari berita palsu dan meminimalisirkan adanya konflik ataupun perpecahan terhadap kepercayaan yang ada.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red