×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Begini cara penyebaran virus HIV dan kasus yang terjadi di Indonesia

0

Kesehatan

Begini cara penyebaran virus HIV dan kasus yang terjadi di Indonesia

Kenali cara penyebaran virusnya dan pahami tindakan pencegahannya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Devi Indah yani

03 / 05 / 2019 16:39

Hampir semua orang di muka bumi pasti berharap bisa menjalani hidup yang sehat, bahagia, dan panjang. Namun, faktanya banyak remaja yang harus pamit kealam sebelah terlalu dini. Malah jutaan remaja.

Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), lebih dari 1,2 juta remaja usia 10 sampai dengan 19 tahun meninggal dunia setiap tahunnya. Artinya, setiap hari sebanyak tiga ribu remaja meninggal. Salah satu faktor utama penyebab kematian adalah HIV. HIV adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS. AIDS adalah tahapan terakhir dari tiga tahap infeksi HIV.

Tiga tahap infeksi HIV.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC), orang-orang yang berada di tahap pertama infeksi HIV akut mengalami penyakit seperti flu dalam 2 sampai 4 minggu. Setelah terinfeksi, orang-orang pada tahap ini memiliki sejumlah besar virus dalam darah mereka, dan lebih mungkin menularkan infeksi.

Tahap kedua, latensi klinis. Ini menandai suatu periode di mana virus sudah aktif tetapi hanya bereproduksi pada tingkat rendah. HIV.gov mengatakan orang-orang pada tahap ini mungkin tidk mengalami gejala, tetapi masih dapat menularkan HIV ke orang lain. Tahap ini bisa bertahan puluhan tahun, tergantung pada perawatan, tetapi juga bisa lebih cepat. AIDS pada tahap ketiga mengarah ke penyakit yang paling parah karena virus tersebut merusak system kekebalan sepanjang waktu.

Loading...

Awal tersebarnya virus HIV.

HIV merupakan jenis penyakit yang bisa mengganggu sistem imun tubuh. Sistem imun tubuh akan tidak berfungsi dengan baik yang menyebabkan tubuh lebih mudah terinfeksi. Kekebalan tubuh yang tdak berfungsi dengan baik yang disebabkan oleh virus. Jika kekebalan tubuh tidak lagi berfungsi dengan baik, maka tubuh akan mudah terserang berbagai macam penyakit.

Sindrom kurang daya tahan penyakit atau AIDS telah mulai tersebar pada awal 1980-an di Amerika Serikat. Pada awalnya dijangkiti oleh golongan gay di Amerika Serikat akibat seks bebas. Namun sejak dua puluh tahun belakangan ini berbagai kalangan semakin ramai didiagnosis mengidap AIDS, termasuk selebriti terkenal dunia.

Seperti aktor legendaries Amerika Serikat yang didiagnosis dengan HIV pada tanggal 5 juni 1984, Rock Hudson, atau nama sebenarnya Roy Harold Scherer, jr. yang lahir pada 17 November 1925, dan meninggal pada 2 Oktober 1985. Pada awal kematiannya, media menimbulkan desas-desus bahwa kematiannya disebabkan oleh proses pemindahan darah yang dicemari oleh virus HIV. Namun beberapa bulan kemudian timbul desas-desus bahwa Rock Hudson meninggal karena komplikasi jangkitan virus HIV akibat gaya hidup yang mengamalkan seks songsang.

Cara penyebaran virus HIV.

Menurut CDC, seseorang dapat terinfeksi HIV hanya melalui aktivitas tertentu di mana mereka bersentuhan dengan cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan preseminal, cairan rectal, cairan vagina, dan ASI.

HIV hanya dapat bereplikasi dengan memanfaatkan sel inang. Siklus hidup HIV diawali dengan penempelan partikel virus dengan reseptor pada permukan sel inang, di antaranya adalah CD4, CXCR5, dan CXCR5. Sel-sel yang menjadi target HIV adalah sel dendritik, sel T, dan makrofaga. Sel-sel tersebut terdapat pada permukaan lapisan kulit dalam ( mukosa ) penis, vagina, dan oral yang biasanya menjadi tempat awal infeksi HIV.

Selain itu HIV juga dapat langsung masuk ke aliran darah dan masuk serta bereplikasi di noda limpa. Setelah menempel, selubung virus akan melebur (fusi) dengan membran sel sehingga isi partikel virus akan terlepas di dalam sel. Selanjutnya, enzim transcriptase balik yang dimiliki HIV akan mengubah genom virus yang berupa RNA menjadi DNA. Kemudian, DNA virus akan di bawa ke inti sel manusia sehingga dapat menyisip atau terintegrasi dengan DNA manusia.

DNA virus yang menyisip di DNA manusia disebut sebagai provirus dan dapat bertahan cukup lama di dalam sel. Saat sel teraktivasi, enzim-enzim tertentu yang dimiliki sel inang akan memproses provirus sama dengan DNA manusia, yaitu diubah menjadi MRNA. Kemudian, MRNA akan dibawa keluar dari inti sel dan menjadi cetakan untuk membuat protein dan enzim HIV.

Selain melalui berbagai cara di atas, HIV juga bisa menular dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya. Virus HIV juga dapat menular pada proses melahirkan, atau melalui air susu ibu saat proses menyusui.

HIV tidak menyebar melalui kontak kulit seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan penderita HIV. Penularan juga tidak terjadi melalui ludah, kecuali bila penderita mengalami sariawan, gusi berdarah, atau terdapat luka terbuka di mulut.

Kasus HIV di Indonesia dan cara pencegahannya.

Sedangkan di Indonesia, menurut data Kemenkes sejak tahun 2005 sampai 2015, terdapat kasus HIV sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan test HIV. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104 kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus), dan Jawa Tengah (12.267 kasus).

Kasus HIV Juli-September 2015 sejumlah 6.779 kasus. Faktor risiko penularan HIV tertinggi adalah diakibatkan oleh hubungan seks tidak aman pada heteroseksual (46,2 persen), penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (3,4 persen), dan LSL (lelaki sesama lelaki) (24,4 persen).

Sementara kasus AIDS sampai September 2015 sejumlah 68,917 kasus. Berdasarkan kelompok umur, presentase kelompok AIDS tahun 2015 didapatkaan tertinggi pada usia 20-29 tahun (32,0 persen), 30-39 (29.4 persen), 40-49 (11.8 persen), 50-59 (3,9 persen), kemudian 15-19 tahun (3 persen).

Indonesia adalah negara ketiga di dunia yang memiliki penderita HIV terbanyak, yaitu sebanyak 640.000 orang setelah China dan India karena ketiga negara ini memiliki jumlah penduduk yang banyak. Hanya saja prevalensi di Indonesia hanya 0,43 persen atau masih di bawah tingkat epidemic sebesar satu persen.

Pencegahan HIV melalui hubungan seksual dapat dilakukan dengan tidak bergonti-ganti pasangan dan menggunakan kondom. Cara pencegahan lainnya adalah dengan melakukan hubungan seks tanpa menimbulkan paparan cairan tubuh. Untuk menurunkan beban virus di dalam saluran kelamin dan darah dapat digunakan terapi anti–retroviral.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red