×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Baru saja usai, ini 9 tradisi Ramadan yang hilang akibat Covid-19

0

Duh

Baru saja usai, ini 9 tradisi Ramadan yang hilang akibat Covid-19

https://pixabay.com/id/photos/anak-anak-idul-fitri-mubarak-muslim-4263581/

Berbagai kegiatan seru ini tak ditemukan saat Ramadan 2020.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Frans Malak

28 / 05 / 2020 15:50

Bulan suci Ramadan baru saja usai. Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini tentu saja bulan puasa tahun ini tidak sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai imbauan dan larangan terkait penularan virus Corona tentu saja membuat beberapa momen yang sudah dinanti-nantikan di setiap bulan puasa terpaksa untuk tidak dilakukan. Di antaranya seperti membatasi salat berjamaah di masjid termasuk saat tarawih, tidak boleh ada kegiatan buka puasa bersama, termasuk larangan menggelar salat Id dan bersilaturahmi ke tetangga dan keluarga.

Masyarakat juga dilarang untuk melakukan tradisi sahur on the road maupun buka puasa bersama. Mengingat kegiatan ini biasa melibatkan banyak orang serta kerumunan. Semua bertujuan demi mengurangi penyebaran Covid-19.

Hal itu tentu saja mengubah kebiasaan dan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia pada saat bertemu bulan Ramadan. Lantas, apa saja tradisi Ramadan yang berubah karena pandemi Covid-19?

1. Padusan.

Tradisi unik menyambut bulan Ramadan yang pertama adalah Padusan. Tradisi unik ini merupakan kegiatan mandi dengan niat membersihkan atau menyucikan diri sebelum datangnya bulan Ramadan.

Loading...

Ketika tradisi Padusan, orang akan berbondong-bondong ke sebuah tempat pemandian untuk mandi dan berendam. Mereka percaya air bisa menyucikan diri dalam rangka menyambut bulan Ramadan.

2. Ngabuburit sambil mencari takjil.

Keliling pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa untuk berburu takjil merupakan salah satu momen paling ditunggu-tunggu ketika bulan puasa. Akan tetapi, karena bisa menimbulkan keramaian, ada imbauan tidak keluar rumah. Pedagang takjil musiman pun banyak yang harus libur berdagang pada bulan puasa tahun ini.

3. Salah tarawih berjamaah di masjid.

Ibadah salat tarawih adalah ibadah salat sunah yang hanya bisa dilakukan ketika bulan Ramadan saja. Tentu saja bisa melaksanakan ibadah salat tarawih secara berjamaah di masjid merupakan salah satu hal yang paling dinantikan ketika Ramadan tiba.

Tapi dengan adanya imbauan bahkan larangan untuk berkumpul di berbagai tempat umum termasuk tempat ibadah untuk menekan penularan virus, salat tarawih berjamaah di masjid pun tak dianjurkan.

4. Sahur on the road.

Selain itu ada lagi yang beberapa tahun belakangan ini menjadi tren yaitu SOTR alias Sahur On The Road, merupakan kegiatan bagi-bagi makanan sahur untuk orang-orang di jalan. Biasanya kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, dari suatu komunitas tertentu. Pada dini hari atau pada saat sahur telah dimulai, kegiatan SOTR ini ditandai dengan konvoi kendaraan yang berkeliling di jalanan.

5. Tidak ada buka bersama.

Social distancing memainkan peran utama dalam mencegah penyebaran virus Corona. Ini berarti membuat kita akan menghindari perkumpulan-perkumpulan yang biasa dilakukan saat berbuka atau sahur. Buka bersama saat Ramadan sebelumnya biasanya digunakan sebagai ajang reuni dan kumpul-kumpul dengan teman lama, pada saat pandemi ini pun kita tidak diperbolehkan.

6. Pembatalan umroh dan haji.

Penyebaran Covid-19 membuat pemerintah Arab Saudi menangguhkan umroh sementara ibadah Haji masih belum pasti. Pandemi Covid-19 membuat mereka yang berencana untuk melaksanakan ibadah umroh harus berpikir ulang karena tidak ada selama Ramadan tahun ini.
 
7. Mudik ke kampung halaman.

Pada saat menyambut Idulfitri atau Lebaran, masyarakat biasanya sibuk dengan kegiatan mudik. Tapi tahun ini Pemerintah mengimbau untuk tidak melakukannya. Sebagai gantinya, kamu bisa ‘bertatap muka’ lewat aplikasi maupun pesan suara di telepon.

8. Tidak ada takbir keliling.

Tradisi rutin yang tidak ketinggalan saat bulan Ramadan adalah takbiran keliling. Takbiran dikumandangkan pada malam hari untuk menyambut datangnya Idul Fitri.

Takbiran biasa dilakukan dengan pawai di jalan, kadang-kadang membawa obor dan bedug sambil mengumandangkan kalimat takbir. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak turut antusias takbiran keliling kampung.

9. Berkunjung dari rumah ke rumah.

Lebaran merupakan kesempatan yang tepat untuk kembali mempererat tali silaturahmi. Pada kesempatan itu, hampir semua keluarga saling mengunjungi kediaman orang yang mereka kenal. Dimulai dari menyisir tetangga lingkungan sekitar rumah.

Biasanya, orang yang dihormati seperti Kiai, guru ngaji, dan ustaz yang berjasa membentuk pondasi agamanya selalu diutamakan. Kemudian berlanjut pada kenalan dan handai taulan yang tinggal agak jauh.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

#Ramadhan
Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red