Bagi kamu yang menyukai lari, pasti ingin berpartisipasi di ajang maraton. Tujuannya selain menyehatkan badan juga membebaskan diri dari segala penyakit sekaligus meregangkan otot kaki maupun tangan supaya sehat dan kuat. Berbeda dengan jogging yang hanya mengelilingi lapangan secara bolak-balik layaknya atletik, lari maraton juga melintasi keseluruhan kompleks perumahan atau perkotaan berdasarkan jarak yang ditempuh, misalnya 5K (jarak dekat) dan 21K (jarak jauh).
Walaupun jarak maraton lumayan jauh, kamu disarankan untuk pemanasan terlebih dulu sebelum lari supaya tidak cedera. Pada kenyataannya, banyak pelari yang masih saja melanggar tradisi maraton. Misalnya saja ada yang mengaku sakit bahkan menyerah padahal secara fisik mereka masih sanggup melanjutkan lari maraton.
Lebih parah lagi, ada yang ketahuan memakai cara pintas yaitu berlari keluar dari jalur. Meski sering terjadi, setidaknya maraton dibuat untuk menjaga sportivitas dan utamakan kejujuran di mana pun berada. Biar tidak bingung, berikut pembahasan tentang hal-hal yang sering dilupakan saat maraton.
1. Kurangnya pemanasan.
sumber: aarp.org
Pemanasan adalah kunci utama dalam setiap event maraton. Coba bayangkan jika kamu maraton tanpa pemanasan. Hasilnya bisa saja mengalami cedera permanen. Impianmu untuk lari ke garis finish menjadi kandas hanya karena kamu meremehkan pemanasan yang jelas-jelas membantu tubuhmu jadi lebih baik.
Supaya tidak terjadi cedera, kamu wajib melakukan pemanasan setiap hari karena efeknya adalah tubuhmu merasa lentur saat digerakkan dan juga rasa pegal menjadi hilang dalam sekejap. Jangan lupakan juga melakukan peregangan tangan dan kaki supaya otot-ototmu lebih kencang. Tidak lupa melakukan push up dan sit up untuk mengukur ketahanan badan dan otot supaya saat maraton kamu lebih cepat dan berstamina dibandingkan pelari lain. Jadi, pemanasan melindungimu dari rasa sakit yang mendalam.
2. Mampir ke pedagang kaki lima atau restoran.

sumber: www.streetasf.com
Semua orang pasti merasakan lapar saat perjalanan. Namun makan di warung atau restoran saat mengikut maraton adalah hal yang sangat terlarang. Baik disengaja atau tidak, jika kamu menganggap makan saat maraton bisa menambah energi sekaligus biar tidak lemas, hal itu hanya sekadar mitos alias salah kaprah.
Dampaknya kamu malah terbawa arus kekenyangan sekaligus membuat tubuhmu terasa sakit saat mengikuti maraton. Apa pun risikonya, kamu merasa mual dan pusing-pusing sehingga lari maratonmu justru terganggu.
Sebagai solusinya, makanlah pisang, sayuran, buah-buahan, lalu dilanjutkan dengan minum air putih dan susu. Selain itu, jangan memakan makanan berminyak atau berlemak agar saat maraton tidak merasakan nyeri di perut atau pipi.
3. Membawa barang berat.

sumber: www.dissolve.com
Kalau poin ini, sebagian besar orang sering membawanya saat maraton. Ada yang beralasan membawa barang lebih baik karena mencegah dari pencurian dan tidak perlu dititipkan supaya lebih praktis. Nyatanya, punggungmu akan merasakan pegal jika ditambah barang berat. Tidak hanya itu, larimu pun mulai melambat seperti keong karena beban yang dibawa melebihi kecepatan lari.
Maka dari itu, lebih baik membawa tas kecil saja supaya lebih nyaman dipakai. Lalu masukkan barang penting seperti powerbank, handphone, tisyu, dan obat-obatan sebagai langkah antisipatif apabila mengalami kendala saat maraton. Ingat, maraton bukan ajang angkat berat, tetapi ajang kecepatan dalam berlari.
4. Berbicara saat maraton.

sumber: www.fitpeople.com
Kalau bicara di tempat umum sebenarnya tidak dilarang asalkan dengan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung siapapun. Di maraton, berbicara saat berlari malah menimbulkan ketidaknyamanan pada pelari lain. Bisa jadi kamu membuat konsentrasi mereka mulai terganggu dan berpeluang untuk berbicara tentang hal tak penting seperti kepo, gosip, dan lain-lain. Jadinya lomba maratonmu yang tadinya ajang olahraga malah seperti talkshow. Tidak hanya mengobrol, menyapa orang di arena lomba pun tidak diperbolehkan karena bisa membuatmu sulit berkonsentrasi.
Supaya tidak memicu konflik, alangkah baiknya berbicara pada saat selesai maraton biar lebih enak dan suasananya santai supaya tidak memikirkan persaingan di maraton.
5. Memakai alas kaki selain sepatu.

sumber: nationalgeographic.com
Aturan mengenai penggunaan sepatu memang tidak pernah disebutkan saat lomba maraton. Namun, hal ini kerap kali terlupakan. Banyak pelari yang lebih nyaman memakai sandal atau sandal sepatu dibandingkan sepatu olahraga yang daya tahannya lebih kuat. Mereka beralasan bahwa memakai sandal membuat kaki terasa leluasa dalam berlari sehingga tidak perlu pusing dengan tali sepatu. Hasilnya, sandal mudah terlepas sehingga kamu seperti berlari tanpa alas.
Bagaimanapun juga, memakai sepatu saat maraton supaya kaki tidak terkilir dan membuat kakimu lebih kuat ketika menginjak bebatuan. Biar lebih nyaman, pilih sepatu yang nyaman dipakai dan cocok untuk maraton.
6. Melakukan kecurangan dengan mengubah rute.

sumber: ggwash.org
Hal ini biasanya sering dilakukan pada saat tidak ada kegiatan atau sekadar iseng. Sayangnya, perbuatan tersebut malah menimbulkan malapetaka yaitu pelari mendadak tersesat sehingga mereka terancam diskualifikasi. Selain itu, ada juga pelari yang merasa dirugikan atas kelakuan pelari lainnya karena dengan mengubah rute tanpa izin panitia terlebih dahulu.
Imbasnya, kamu yang akan terkena diskualifikasi apabila terbukti menghalalkan segala cara demi menjadi pemenang tanpa mengutamakan kejujuran. Biar adil, lebih baik pahami rutenya sampai detail.
7. Mencuri start tanpa instruksi.

sumber: jasdfw.org
Jika mencuri start, kamu akan mendapatkan hukuman berupa larangan maraton alias terkena diskualifikasi tanpa memberitahukan alasannya. Yang jelas kamu pasti kecewa karena tidak memahami aturan maraton sehingga bisa saja pulang dengan tangan hampa.
Walaupun start biasanya dimulai dengan menembakkan pistol ke udara, maraton hanya menggunakan stopwatch sebagai pertanda dimulainya lari. Intinya, jika mencuri start maka kamu akan dituduh melakukan kecurangan dengan sengaja sekaligus terancam larangan ikut maraton seumur hidup.
8. Berlari di luar rute.

sumber: www.brec.org
Sama halnya dengan kecurangan, jika terbukti berlari tanpa menyesuaikan rute berpotensi terjadinya pengulangan pada lomba maraton. Sebenarnya, berlari di luar rute biasa dilakukan oleh pelari yang ingin mencapai garis finish dengan jalan tikus atau jalan di luar jalur resmi maraton. Berbagai cara dilakukan seperti memakai kendaraan bermotor, menyewa ojek online, menumpang di transportasi umum, dan memakai orang lain untuk menggantikanmu berlari.
Meski tindakan ini tidak diketahui panitia, orang-orang di sekitarnya akan menganggap kamu sebagai pelari tak tahu diri sehingga kemampuanmu dalam berlari mulai diragukan. Mirip dengan poin 7, kamu disarankan untuk mendengarkan instruksi panitia terkait rute mana yang layak atau tidak layak untuk dipakai berlari.
9. Pergi ke toilet.

sumber: www.atlanticcabins.ie
Selain ke restoran atau warung makan, pergi ke toilet adalah hal yang paling menyebalkan ketika sedang asyik maraton. Menahan kencing saja sudah berat apalagi kalau sambil berlari. Pun jika memilih pergi ke toilet bisa jadi kamu malah berada di posisi paling terakhir.
Supaya tidak memikirkan untuk buang air kecil, lebih baik pergi ke toilet sebelum maraton. Lalu lihatlah toilet terlebih dahulu apakah ada antrian panjang atau memang lagi kosong. Jika cara ini tidak berhasil, bawalah botol berisi air untuk jaga-jaga apabila kamu tidak kuat menahannya. Disarankan mencari tempat yang aman untuk buang air kecil biar tidak disangka mengulur waktu.
Ingatlah, hal-hal yang merugikan saat ikut maraton bisa diantisipasi dengan melakukan pemanasan, mengikuti aturan maraton sesuai perjanjian, dan jangan lupakan menyantap sarapan agar garis finish dapat kamu selesaikan dengan baik.