×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
7 Persoalan perilaku anak yang sering terjadi dan cara mengatasinya

0

Orangtua

7 Persoalan perilaku anak yang sering terjadi dan cara mengatasinya

Foto: https://www.freepik.com/free-photo/portrait-upset-cute-little-kid_7336914.htm#page=1&query=angry%20children&position=4

Orang tua harus memahami berbagai masalah perilaku anak yang sering terjadi beserta cara mengatasinya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Crusita Maharani Samsudin

22 / 02 / 2021 11:03

Salah satu tantangan terbesar yang dimiliki orang tua adalah menghadapi masalah perilaku anak usia dini. Apalagi sebagai orang tua kamu harus bersikap bijak dalam mengatasi berbagai perilaku anak yang buruk supaya mereka tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.

Masalah perilaku anak cukup beragam dan harus dipahami betul oleh orang tua agar bisa diatasi dengan tepat. Terlebih perilaku anak adalah tindakan, reaksi, dan fungsi mereka dalam menanggapi lingkungan sekitar dan situasi sehari-hari. Jadi jika perilaku mereka bermasalah, orang tua harus memberikan panduan dan dukungan yang positif agar anak-anak bisa belajar untuk berperilaku baik.

Maka dari itu, cobalah untuk memahami berbagai masalah perilaku anak yang sering terjadi beserta solusi yang dapat kamu lakukan.

1. Tidak mau patuh.

Masalah perilaku anak seperti ini sering terjadi, yakni ketika anak tidak mau patuh kepada perintah orang tua atau mengabaikannya. Hal ini menjadi salah satu masalah perilaku anak yang harus segera diatasi.

Loading...

Untuk menanganinya, sebagai orang tua kamu harus membuat peraturan yang tegas dan dilakukan secara konsisten kepada anak-anak di rumah supaya mereka disiplin. Orang tua bisa memberikan hukuman yang tidak berat kepada anak jika mereka tidak patuh. Seperti saat anak tidak mau merapikan mainan setelah menggunakannya. Sebagai konsekuensinya, kamu bisa melarang mereka untuk menonton televisi. Dengan konsisten menerapkan hal itu, anak akan belajar untuk mematuhi peraturan di rumah demi kebaikannya.

2. Berbohong.

Terdapat tiga alasan utama anak-anak ketika berbohong, yakni untuk mendapatkan perhatian, untuk menghindari masalah, dan merasa baik untuk dirinya sendiri. Ketika kamu mengetahui bahwa anak sedang berbohong, maka berusahalah bertanya kembali kepada anak untuk mendorong ia bersikap jujur. Orang tua bisa menekankan dan bertanya sekali lagi terkait suatu hal tersebut, seperti "Apakah benar itu yang terjadi?"

Jika anak mengatakan hal yang tidak sesungguhnya, berikan anak konsekuensi karena ia telah berbohong. Namun, jangan lupa untuk memuji si kecil ketika ia berani untuk mengatakan yang sebenarnya.

3. Masalah terkait makanan.

Anak-anak sering kali suka memilih-milih makanan untuk dimakan, sering merasa lapar, atau mengonsumsi camilan secara berlebih. Hal itu termasuk ke dalam masalah perilaku anak yang harus dipahami oleh orang tua.

Sebagai orang tua, kamu harus membiasakan anak-anak untuk hidup sehat sedari kecil. Kamu bisa mulai menjaga pola makan sehat bagi anak dengan memberi tahu mereka bahwa makanan adalah sumber energi, bukan untuk menghibur ketika sedih atau saat merasa bosan. Sehingga mereka akan mengerti dan terbiasa untuk memakan makanan sehat dengan teratur.

Orang tua juga sebaiknya menghindari untuk mengatakan "sayuran itu menyehatkan" karena dengan begitu anak-anak akan cenderung berpikir bahwa makanan sehat itu memiliki rasa yang tidak enak. Sebaliknya, bicarakan pada anak tentang lezatnya sayuran dan makanan bergizi lainnya. Selain itu, orang tua juga harus menerapkan batasan waktu pada anak ketika memakan camilan serta menyajikan makanan dengan gizi yang seimbang agar anak tumbuh sehat dan kuat.

4. Terlalu sering bermain gadget.

Masalah perilaku anak lainnya yang sering terjadi adalah terlalu sering bermain gadget, bahkan sampai menolak untuk menjauhi gadget. Seperti ketika mereka berteriak dan membentak jika kamu melarang dan mematikan televisi atau ponsel yang sedang mereka gunakan.

Menurut penelitian dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa terlalu sering menatap layar gadget tidaklah baik untuk kesehatan mereka, yakni secara fisik maupun mental. Cobalah untuk membuat peraturan yang ketat mengenai penggunaan gadget di rumah. Jika memang anakmu tidak bisa lepas dari gadget, buatlah peraturan yang lebih ketat lagi. Ambil segera gadget tersebut dari genggaman anak-anak yang tidak mau mematuhi peraturan. Simpan dan jangan berikan selama beberapa hari agar mereka patuh terhadap peraturan.

Sebagai orang tua, kamu juga harus memberi contoh yang baik kepada anak dengan tidak bermain gadget di depan mereka. Sediakanlah waktu khusus saat kamu dan anak tidak menggunakan gadget bersama dan ajaklah anak untuk bermain atau melakukan hal bersama-sama. Dengan membatasi waktu mereka dalam bermain gadget, anak-anak akan bisa dengan mudah tidak ketergantungan gadget dan bisa meluangkan waktu lebih banyak denganmu.

5. Perilaku tidak sopan.

Ajarkanlah anak-anak tentang kesopanan terhadap orang tua dan juga orang lain. Beri tahu mereka bagaimana cara memanggil orang yang baik dan cara memberikan barang yang baik kepada orang lain untuk mencegah perilaku tidak sopan terjadi pada anak. Umumnya anak yang belum mengerti tentang hal itu akan mudah mengejek orang lain, melempar benda kepada orang lain, dan memanggil orang lain dengan sebutan yang tidak sopan. Hal itu harus ditangani dengan cepat supaya perilaku buruk ini tidak terulang di kemudian hari.

6. Merengek.

Merengek bisa menjadi kebiasaan buruk, apalagi jika itu bisa membantu anak untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sangat penting bagi orang tua untuk mengatasi hal ini sebelum menjadi isu yang lebih besar.

Ketika anak merengek, tindakan yang bisa kamu lakukan adalah mengabaikannya. Tunjukkan pada anak bahwa merengek tidak akan membuatmu berubah pikiran. Kemudian, ketika si kecil sudah berhenti merengek, berilah perhatian yang positif.

7. Tantrum.

Tantrum atau perilaku anak yang sering marah-marah adalah perilaku yang buruk dan harus segera ditangani. Jika tidak ditangani, sikap ini akan bertahan hingga mereka dewasa. Mengabaikannya bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menangani perilaku tantrum.

Beri pemahaman pada anak bahwa berteriak, mengehentakkan kakinya, atau melempar tubuhnya ke lantai tidak akan membantu mereka mendapatkan apa yang mereka mau. Tunjukkanlah pada mereka cara yang lebih baik untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red