×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

0

Wow

5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

Mereka membuktikan kalau bermain game tak hanya membuang uang.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aldilah Hasan

27 / 09 / 2018 18:47

Luarbiasa! Orang-orang ini menjadi bilioner hanya dengan bermain game

Mereka membuktikan bahwa bermain game tak hanya buang-buang waktu

 

 “Buat apa main game? Buang-buang uang, tahu”, “Mau jadi apa kalo kerjaanmu Cuma main game setiap hari?”, “Mending lu cari kerjaan tetap biar masa depan lu lebih jelas”.

Kita tentunya familiar dengan kalimat-kalimat di atas, terutama bagi orang yang senang menghabiskan waktu untuk bermain game. Komentar tersebut kadang dilontarkan orang-orang terdekat yang khawatir melihat kondisi kita. Bukan hal yang salah, tentunya, karena di Indonesia kompetisi gaming memang belum dianggap sebagai profesi yang menjanjikan. Tapi, di negara-negara maju, pro-gamer merupakan profesi yang menjanjikan dan kompetisi game sudah dianggap sebagai e-sports alias electronic sports. Ya, sports. Bermain game kini telah dianggap sebagai olahraga yang juga dapat diperlombakan sama halnya seperti cabang-cabang olahraga di Olimpiade ataupun Asian Games. Para player atau pemain pun akan dikontrak oleh tim-tim gaming dan diberi bayaran, persis seperti atlit sepakbola, basket, voli dll, dan biasanya bayaran mereka terbilang mahal dan bisa lebih tinggi dibanding gaji pegawai kantoran. Tidak percaya? Mari kita simak profil pro-gamer yang menjadi bilyuner di usia muda:

Loading...

1.       Danil Ishutin

Image Source: https://liquipedia.net

Danil “Dendi” Ishutin adalah pemain Dota 2 profesional yang tergabung di tim asal Ukraina Natus Vincere (Na’Vi). Pria kelahiran 30 September 1989 ini mengawali karir di dunia e-sports dengan bergbung bersama tim WG pada tahun 2008 dan terus berpindah tim hingga akhirnya pada tahun 2011 ia telah resmi dikontrak sebagai mid player tim Na’Vi. Di sinilah awal kejayaan karirnya sebagai pemain Dota 2 tercetak dalam sejarah. Performa yang brilian dan apik bersama rekan setimnya membuatnya mampu menjuarai The International pertama yang diadakan oleh Valve di mana tim pemenang turnamen berhak mengantongi USD 1 Billion atau 1 juta dolar sebagai hadiah turnamen. Sejak saat itu, Danil “Dendi” Ishutin telah mencapai urutan pro-gamer ke 24 berpenghasilan terbesar di dunia dengan total penghasilan USD 624.285.04 (sekitar Rp. 8.739.990.000). Kini Dendi telah menjadi salah satu legenda dalam dunia e-sports dengan prestasi segudang.

 

2.       Felix Arvid Ulf Kjellberg a.k.a PewDiePie

5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

Bagi kalian yang gemar menonton ulasan-ulasan video game di YouTube tentu sudah tak asing lagi dengan nama ini. Berbeda dengan Danil “Dendi” Ishutin, PewDiePie bukanlah pro-gamer yang bergabung dengan sebuah tim dan kerap mengikuti kompetisi. Pria asal Swedia ini sebenarnya seorang komedian dan produser film indie, namun ia banyak dikenal oleh maniak game berkat channel YouTubenya, PewDiePie. Melalui akun YouTube-nya, PewDiePie mengunggah banyak videonya ketika bermain game sambil berkelakar. Ia pun sering mengulas game-game dengan berbagai genre, termasuk game horor , di mana ia sering menunjukkan dirinya berteriak histeris dengan raut wajah yang ketakutan. Ekspresi dan leluconnya lah yang membuat PewDiePie dikenal dan disukai oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia. Kini akun YouTube nya telah memiliki hampir 40 juta subcsriber yang aktif mengomentari dan memuji kehebataannya dalam melakukan lelucon ketika bermain game. Kualitas tersebut lah yang akhirnya membuatnya memiliki pendapatan hingga USD 7.400.000 atau sekitar 103,6 milyar rupiah dalam setahun.

 

3.       Lee Jae Dong a.k.a Jaedong –the Tyrant-

5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

Karir Jaedong sebagai pro-gamer diawali ketika ia bergabung dengan ti Star Craft II bernama Hwaseung OZ asal Korea Selatan sejak tahun 2009 hingga 2011. Namun ketika OZ berhenti menjadi sponsor tim Hwaseung, Jaedong akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan tim asal Amerika Serikat, Evil Genius di tahun 2012. Dengan total 92 turnamen yang ia menangkan, Jaedong berhasil mendapatkan sekitar USD 593.496.05 atau sekitar Rp. 8.308.944.000.

4.       Johnathan Wendel a.k.a Fatal1ty

5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

Sebagai pro-gamer di bidang First Person Shooter atau FPS, nama Fatal1ty tidak lagi asing. Pria yang mengawali karirsnya dengan bermain game Quake ini memiliki banyak prestasi dan memenangkan begitu banyak turnamen. Pada tahun 1999 namanya pun diabadikan oleh Guiness Book of World Record sebagai orang pertama yang memenangkan glear e-Sport di dunia. Tak berhenti di situ, kerja kerasnya dalam mengembangkan kualitas permainannya membuat MTV membuat film dokumenter berseri mengenai dirinya pada tahun 2003 yang berjudul True Eye. Hingga akhirnya dengan banyaknya dukungan sponsor, ia pun membuka perusahaannya sendiri yang bernama Fatal1ty.Inc yang bergerak di bidang hardware PC untuk gaming, yang mana membuatnya semakin terkenal dan kaya raya. Bayangkan, total pendapatannya selama menjadi pro-gamer saja mencapai hingga USD 456.089.23 atau sekitar Rp. 6.385.246.000

5.       Muhammad “InYourDream” Rizky

5 Orang ini jadi konglomerat muda hanya dengan main game

Sama seperti Danil “Dendi” Ishutin, Muhammad Rizky a.k.a InYourDream juga merupakan pemain dota 2 profesional. InYourDream adalah generasi muda Indonesia yang kini menggeluti karir di dunia e-Sport dan bermain untuk tim TNC Tiger asal Malaysia. Awalnya, pemain Dota 2 terbaik se-Asia Tenggara dengan MMR lebih dari 9.000 ini tak pernah membayangkan bahwa ia kelak akan memiliki karir yang gemilang di dunia e-Sport. Ia justru bermimpi menjadi atlit sepak bola namun akhirnya ia memutuskan untuk beralih ke sirkuit pro-gaming. InYourDream mengaku bahwa ia telah tertarik bermain game sejak kelas 2 SMP, meskipun pada saat itu hanya untuk mengisi waktu luang. Pada saat itu, ia dan 4 orang temannya berhasil menduduki puncak turnamen Dota lokal sebagai pemenang dan berhasil membawa pulang 10 juta rupiah. Sejak saat itu, ia pun semakin bersemangat untuk mengikuti berbagai kompetisi game dan mengoleksi semakin banyak kemenangan. Selama menjalani karir sebagai pro-gamer, InYourDream mengaku bahwa ia bisa menapatkan hingga 100 Juta rupiah dalam setahun.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red