×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Fakta BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi

0

Sosok

5 Fakta BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi

Habibie memiliki prinsip, dalam demokrasi semua orang bebas berpendapat, termasuk pers.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

rizki wijaya

13 / 09 / 2019 10:52

Presiden ke-3 Republik Indonesia, Profesor BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019. Meninggalnya Habibie menyisakan duka bagi bangsa ini. Ia dikenal dan dicintai oleh tiga generasi. Salah satu penyebabnya karena film biopiknya menjadi salah satu film terlaris di Indonesia, dan sebagian besar penontonnya adalah generasi millenial. Namun sayangnya banyak dari generasi tersebut yang ‘hanya’ mengingat Habibie sebagai orang yang sangat dalam mencintai istrinya.

Hal itu tentu saja tidak salah, tapi kamu perlu tahu bahwa banyak hal positif lain yang terlahir karena inisiatif maupun dukungan Habibie. Apa saja hal-hal tersebut? Simak 5 fakta BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi.

1. Kebebasan pers.

Pada masa Orde Baru berkuasa, banyak media massa yang diberedel oleh pemerintah. Alasan pemberedelan karena media tersebut memberitakan hal-hal yang menyinggung penguasa. Ketika telah menyinggung penguasa, maka media massa itu diberedel, atau dilarang siaran, dihentikan penerbitan, dan peredarannya.

Beberapa contoh media massa yang pernah diberedel pemerintah waktu itu adalah Majalah Tempo, Harian Abadi, Harian KAMI, Harian Sinar Harapan, Harian The Jakarta Times, Tabloid Detik, Majalah Ekspres, Tabloid Monitor, Harian Wenang, Harian Suluh Berita, dll.

Loading...

Namun ketika Presiden Habibie berkuasa, ia membuka kran kebebasan pers sebesar-besarnya. Hal itu ia tandai dengan membuat produk hukum berupa UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.

Dengan adanya UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers, maka kebebasan dan kemerdekaan pers di Indonesia telah terjamin. Pengekangan pers selama 32 tahun Orde Baru kemudian pupus. Efek dari produk hukum tersebut menyebar ke semua lini kehidupan bermasyarakat, baik dalam dunia politik, sosial, ekonomi, atau budaya. Sehingga masyarakat Indonesia tak lagi mengalami ketakutan atau kekhawatiran untuk menyampaikan aspirasi.

2. Referendum Timor Timur.

Presiden Habibie mengajukan permohonan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan pada 27 Januari 1999 agar rakyat Timor Timur melakukan referendum. Isi referendum itu adalah Provinsi Timor Timur di Indonesia diberikan pilihan otonomi dalam Indonesia atau merdeka.

Hasil akhir dari referendum tersebut adalah sebanyak 344.580 warga Timor Timur menolak, sementara hanya 94.388 yang menerima. Artinya, referendum itu menghasilkan kemerdekaan bagi rakyat Timor Timur yang kemudian bernama Timor Leste.

Referendum yang ia cetuskan sangat kontroversial. Sebelum referendum dilakukan, tidak sedikit tokoh-tokoh besar nasional yang mengkritik keputusannya. Namun ia tetep kokoh dengan keputusan tersebut.

Presiden pertama Timor Leste, Xanana Guzmao bahkan mengatakan bahwa jika Habibie tidak mengajukan referendum, maka sampai saat ini mungkin Timor Leste masih dalam kondisi represi dan ketakutan.

3. Habibie sebagai aktor kebangkitan cendekiawan Muslim.

5 Fakta BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi

Selain dikenal sebagai bapak teknologi, ia juga populer sebagai aktor pendukung kelahiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia merupakan sebuah lembaga cendekiawan muslim di negeri ini yang didirikan pada tanggal 7 Desember 1990.

Pada saat itu, Habibie terpilih sebagai ketua pertama dalam organisasi tersebut. Kelahiran ICMI merupakan respon dari kebangkitan islam di belahan dunia timur pasca berakhirnya Perang Dingin yang ditandai dengan runtuhnya Uni Soviet.

Tercetusnya ICMI diawali dengan sebuah diskusi kecil pada bulan Februari 1990 di Masjid Kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Saat itu terdapat beberapa mahasiswa yang merasa prihatin dengan kondisi umat Islam.

Dikutip dari icmi.or.id, hasil dari forum diskusi tersebut melahirkan gagasan untuk mengadakan simposium dengan tema ‘Sumbangan Cendekiawan Muslim Menuju Era Tinggal Landas’ yang rencananya akan berlangsung tanggal 29 September-1 Oktober 1990.

Seiring perkembangan, para mahasiswa yang didampingi para pembicara, seperti Imaduddin Abdurrahim, Syafi’i Anwar, dan M. Dawam Rahardjo menemui Menristek Profesor B. J. Habibie dan memintanya memimpin wadah cendekiawan muslim dalam lingkup nasional.

4. Habibie membebaskan tahanan politik.

Orde Baru yang represif telah membuat sejumlah tokoh meringkuk dalam tahanan. Mereka ditahan karena berbagai macam alasan dan peristiwa. Namun intinya tetap mengerucut pada satu hal, yaitu mengkritik penguasa.

Setelah Soeharto lengser, Presiden Habibie yang sedang menyusun kabinet karena kabinet belum terbentuk langsung menemui Jaksa Agung. Seketika ia meminta Jaksa Agung untuk segera membebaskan semua tahanan politik.

Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan Habibie untuk membebaskan para tahanan politik. Namun ia saat itu tetap bersikeras membebaskan para tahanan politik karena tanggung jawabnya yang besar kepada Allah dan bagian dari demokrasi.

Ia memiliki prinsip, dalam demokrasi semua orang bebas berpendapat, termasuk pers. Para tahanan politik yang dilepaskan Habibie antara lain Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum Partai Uni Demokrasi Indonesia), Muchtar Pakpahan (Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), dan Budiman Sudjatmiko (Aktivis Partai Rakyat Demokratik).

Pembebasan para tahanan politik tersebut merupakan salah satu langkah besar setelah runtuhnya Orde Baru. Mengingat di era Presiden Soeharto, banyak sekali tokoh yang dijebloskan dalam gelapnya penjara karena mengkritik kebijakan sang penguasa.

5. Mendukung adanya Komnas Perlindungan Perempuan.

5 Fakta BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi

Dikutip dari komnasperempuan.go.id, saat menjadi Presiden Indonesia, Habibie pernah menerima perempuan-perempuan yang menyampaikan fakta ditemukannya korban kekerasan seksual di Tragedi Mei 98. Pertemuan tersebut pada akhirnya melahirkan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Maka dari itu Presiden ke-3 Republik Indonesia itu mempunyai andil dan jasa yang besar dalam terbentuknya Komnas Perempuan.

Itulah 5 hal tentang BJ Habibie yang perlu diketahui oleh semua generasi di Indonesia karena jasa-jasanya tersebut sangatlah besar. Semoga perjuangannya dapat kita jadikan inspirasi dan ikuti. Selamat jalan Pak Habibie.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red