×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
10 Binatang ini juga suka ikut tren urbanisasi layaknya manusia, lho

0

Binatang

10 Binatang ini juga suka ikut tren urbanisasi layaknya manusia, lho

Kamu pasti pernah menemukan beberapa di antaranya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Gus Eka

23 / 09 / 2018 12:47

Semakin majunya kota, membuat orang tertarik untuk pindah dari desa ke kota. Mereka mencari kehidupan yang lebih baik dengan mengikuti saudara di kampung yang sukses. Namun, siapa sangka binatang juga tak mau ketinggalan untuk melakukan urbanisasi ke kota.

Sama sepertinya nasib manusia yang melakukan urbanisasi, binatang ada yang beruntung hidup nyaman mendapat pemilik yang sayang, namun juga ada juga yang bernasib mengenaskan dengan jadi hewan liar yang sering tidak diharapkan untuk dilihat oleh orang karena dianggap merusak keindahan kota.

Nah, berikut ini 10 jenis binatang yang dijuluki binatang kaum urban, dilansir dari thoughtco.com (25/10/2017)

1. Tikus.

Tikus di New York

Loading...

Siapa tidak kenal binatang ini. Ia dianggap hama di sawah atau ladang petani, begitu juga dengan hama di kota karena merusak. Tikus menjadi kaum urban sejak abad ke 14-15 sejak di Eropa berkembang kota-kota besar seperti London, Paris, Madrid dan lain-lain. Tikus yang menjadi kaum urban sejatinya hanya perlu sedkit makanan dan kehangatan, namun tikus yang bisa pembawa penakit menyebabkan salah pelik di kota. Seperti wabah black death di Eropa beberapa abad silam yang menewaskan jutaan orang. Akhirnya karena itu tikus pun sangat dibenci warga perkotaan!

2. Merpati.

Merpati di New York

Merpati dijuluki tikus-tikus bersayap karena hinggap sesuai maunya, bikin sarang di berbagai lokasi seperti di AC gedung dan suka mencari makanan di tempat pembuangan sehingga menjadi berserakan. Burung merpati telah menjadi kaum urban sejak berabad-abad lamanya kini sering kita lihat di kota besar New York, Mumbai, dan Venesia! Karena dianggap bukan hewan penyebar penyakit, warga kota cenderung masih welcome dengan mereka, namun lebih menghindari pembuangan limbah makanan secara sembarangan!

3. Kecoak.

Kecoa

Binatang yang paling dibenci bahkan sering ditakuti ini rupanya juga masuk sebagai binatang kaum urban. Dia ada di segala tempat dan perkembang biakannya yang cepat membuat susah untuk dimusnahkan. Ia bisa bertahan berbulan-bulan tanpa makanan dan satu jam tanpa udara. Rugi juga ya menyemprot obat anti serangga, eh dia malah nahan nafas. Jika kamu berpikir bisa memusnahkannya, pikirkan ulang bahwa dia sudah melewati 300 juta tahun tanpa kepunahan. Saat hewan lain punah, dia tetap kuat dan bertahan.

4. Rakun.

Rakun

Rakun dikenal sebagai binatang urban dengan reputasi buruk akibat menjadi hewan perantara virus rabies. Selain itu ia suka tinggal di loteng rumah penduduk dan membuat berantakan tong sampah di depan rumah. Mirisnya lagi dia membuuh anjing atau kucing yang disayang oleh pemiliknya. Rakun susah untuk dibuat seperti kucing atau anjing agar bisa dipelihara. Ibarat ingin mmelihara anjing saat di rumah ada seekor kucing. Hasilnya ya bisa timbul kecemburan dan jadi kekacauan.

5. Tupai.

Tupai

Tupai termasuk sebangsa hewan pengerat. Tupai dianggap sebagai hewan urban paling imut, dia makan makanan berupa kacang dan tumbuhan daripada sisa makanan manusia di tepat sampah. Tupai sendiri faktanya jadi hewan urban atas kemauan sendiri. Pada abad ke-19, di AS tupai diimpor untuk dibawa ke kota agar warga kota lebih bisa menikmai suasana alam di tengah bising dan macetnya perkotaan. Kini tupai bisa ditemui di banyak sudut kota New York. Yang awalnya sedikit populasinya, namun kemudian berkembang pesat dan menyebar ke berbagai wilayah di AS.

6. Kelinci.

Kelinci

Kelinci dianggap sebagai binatang urban dengan sifat antara tupai yang manis dengan tikus yang mengganggu. Manis karena kelinci begitu imut, namun bisa jadi vektor pembawa penyakit jika itu kelinci liar, yakni tularemia atau demam kelinci sehingga jika kamu menemukan sarang kelinci di perkotaan, jangan coba-coba membawanya ke rumah. Selain itu kelinci bisa timbulkan masalah karena suka makan wortel yang ditanam di pekarangan rumah. Makanya, tak hanya imut, namun kelinci terkadang juga pembawa masalah!

7. Kutu busuk.

Kutu busuk

Ini adalah binatang urban yang paling dibenci. Selain karena jadi parasit dengan menghisap darah manusia, juga susah dimusnahkan karena ukuranya kecil. Ia hidup di sprei, tempat tidur dan lainnya. Namun, untungnya dia buka vektor pembawa penyakit seperti tikus atau nyamuk. Kutu busuk sendiri sudah jad kaum urban sejak tahun 1900an.

8. Rubah merah.

Rubah merah

Rubah merah umumnya ada di belahan bumi utara. Biasa jadi kaum urban yang tinggal di pinggiran kota. Sehingga sangat jarang ditemukan di pusat kota karena binatang ini benci kebisingan. Hidup di kota yang susah menyebabkan rubah merah sering mengais makanan di tong sampah dan kadang membunuh ayam yang dipelihara orang di pinggiran kota. Karena tidak menimbulkan gangguan signifikan, warga justru sering memberikan makanan pada hewan ini. Diperkirakan ada 10 ribu rubah merah hidup di London.

9. Burung Camar.

Burung Camar

Seiring waktu, burung camar mulai berurbanisasi ke pedalaman dari pesisir Inggris. Mereka makan dengan mengais di tempat sampah. Mereka mulai berdaptasi dengan lingkungan perkotaan dan gedung-gedung tinggi. Akibat susah mencari makanan dan hidup yang keras, membuat camar mulai bertindak agresif pada siapa saja yang dianggap mengganggu layaknya rakun di New York.

10. Sigung.

Sigung

Sigung yang awalnya jarang terlihat di perkotaan kini mulai melakukan urbanisasi. Hewan yang bertahan dengan menyemprotkan gas bau ini kegunaannya bagi manusia bagai pisau punya dua sisi. Di sisi lain dia jadi pemangsa tikus, lalat tahi, dan belatung, namun dia bisa menjadi vektor penyait rabies ke binatang peliharaan manusia. Kini sigung masih tinggal di pinggiran kota dan belum merangsek ke dalam kota.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red