Brilio.net - Momen spesial dalam hidup seperti pernikahan memang sudah semestinya bisa dirayakan bersama keluarga. Namun karena kondisi tertentu, ada sejumlah pasangan pengantin yang terpaksa melangsungkan pernikahan tanpa didampingi anggota keluarga terdekat. Hal inilah yang dialami dan dirasakan Jeni Stepien.

Sepuluh tahun yang lalu, ayah Jeni meninggal karena kecelakaan. Saat itu, ayahnya yang berprofesi sebagai kepala koki restoran sedang berada dalam perjalanan pulang. Ketika melewati sebuah gang, pria berusia 53 tahun itu dirampok oleh bocah berusia 16 tahun yang membawa senjata. Ia ditembak di bagian kepalanya dengan jarak dekat.

Saat nyawanya tidak tertolong, ayah Jeni ternyata justru mendonorkan jantungnya kepada orang lain, yakni Arthur Thomas. Nyawa Arthur malah terselamatkan berkat donor jantung yang diberikan ayah Jeni. Pria berusia 72 tahun itu didiagnosa menderita ventricular tachycardia selama 16 tahun sebelum melakukan transplantasi jantung.

Sejak saat itu, hubungan keluarga Jeni dan Arthur semakin erat. Mereka juga kerap merayakan ulang tahun serta Natal bersama. Sampai suatu hari, Jeni dan pacarnya, Paul berniat melangsungkan pernikahan. "Awalnya aku berpikir, 'Saat nanti aku menikah, siapa yang akan mendampingiku?'" kata Jeni yang dikutip brilio.net dari ABC News, Sabtu (13/8).

Namun ia tersadar jika sebenarnya ia bisa menghadirkan ayahnya kembali. Caranya dengan mengundang Arthur untuk mengantarkannya menuju pelaminan. Di dalam diri Arthur, terdapat jantung ayahnya yang secara tidak langsung menjadi saksi pernikahannya. Selamat ya, Jeni!

Loading...

Untuk melihat momen mengharukan pernikahan Jeni, tonton video berikut ini: