Brilio.net - Apakah kamu pernah berpikir akan menyukai orang yang menculikmu? Ya, pasti semua korban penculikan akan mengatakan nggak akan pernah suka penculiknya. Namun hal berbeda malah terjadi pada beberapa korban penculikan, di mana mereka malah menyukai sang penjahat. Sindrom stockholm merupakan fenomena psikologis yang nyata.

Sindrom stockholm digambarkan sebagai perasaan percaya atau merasa disayangi dalam kasus penculikan atau penyanderaan. Situasi aneh ini dikenal karena sama seperti situasi penyanderaan yang berlangsung selama perampokan bank bersenjata di Stockholm, Swedia.

Nah penasaran kan dengan fenomena aneh ini? Yuk simak ulasan berikut yang brilio.net lansir dari Herbeauty, Rabu (29/3).

1. Awal mula Sindrom Stockholm.

korban penculikan suka penculiknya  © 2017 berbagai sumber

foto: sites.bu.edu

Pada tahun 1972, dua penjahat mencoba untuk merampok sebuah bank di Stockholm, Swedia. Ketika mereka menyadari sudah dikepung polisi, meraka pun menyandera empat orang. Negosiasi pun berlangsung selama enam hari dan sandera pun tetap tinggal di bank selama itu pula. Setelah sandera dibebaskan, dua dari mereka malah memihak para perampok. Salah satu sanderanya bahkan bertunangan dengan salah satu perampok.

2. Patty Hearst.

korban penculikan suka penculiknya  © 2017 berbagai sumber

foto: herbeauty.co

Situasi yang sama terjadi kembali pada tahun 1974. Teroris dari Symbionese Liberation Army menculik Patty Hearst, cucu dari raja penerbit di Amerika Serikat William Randolph Hearst. Saat itu Patty baru berusia 19 tahun, ia diculik selama 57 hari di dalam lemari. Patty ditutup matanya dan tangannya diikat di belakang. Dia juga diancam akan dibunuh dan dipukul.

Orang-orang akan berpikir kalau ia membenci para penculiknya. Namun sebaliknya, ia malah belajar untuk memahami para teroris dan pada akhirnya malah ikut bergabung dalam kelompok teroris ini. Patty akhirnya ditangkap dengan sesama kelompoknya dan dijebloskan ke penjara.

3. Natascha Kampusch.

korban penculikan suka penculiknya  © 2017 berbagai sumber

foto: herbeauty.co

Di tahun 1998, terjadi kembali sindrom aneh ini. Saat itu Natascha Kampusch berusia 10 tahun, ia diculik Wolfgang Priklopil. Ia ditahan di ruang bawah tanah kedap suara selama 8 tahun sebelum akhirnya bisa melarikan diri. Ketika ditanya tentang penculiknya, Natascha malah berbicara dengan empati dan pemahaman. Ia mengatakan meskipun mereka menyanderanya, dia dimanjakan lebih dari yang pernah dilakukan orangtuanya. Ketika diberitahu kalau penculiknya itu bunuh diri, Natascha malah menangis.

4. Elizabeth Smart.

korban penculikan suka penculiknya  © 2017 berbagai sumber

foto: herbeauty.co

Di tahun 2002, seorang gadis kecil diculik dari kamar tidurnya di Salt Lake City. Nama gadis itu adalah Elizabeth Smart dan ia berusia 14 tahun saat itu. Ia disandera selama sembilan bulan dan secara teori Elizabeth bisa melarikan diri kalau saja ia nggak kena sindrom stockholm.