×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Infeksi telinga anaknya dinamai sembarangan, Anji beri balasan menohok

View Image

0

BRILIO » Selebritis

Infeksi telinga anaknya dinamai sembarangan, Anji beri balasan menohok

Komentar ngawur netizen kerap bikin telinga memerah.

14 / 08 / 2018

Brilio.net - Musisi Anji membagikan kisah putranya Saga yang sedang sakit pada Selasa (7/8) lalu. Bocah pemilik nama lengkap Saga Omar Sagarta itu menderita sakit Sinus Preauricular karena lubang kecil yang ada di telinganya mengalami infeksi.

Pengalaman berharga soal infeksi di telinga putranya itu dibeberkan oleh Anji lewat akun Instagram miliknya yang brilio.net kutip, Selasa (14/8). Dalam unggahannya itu, Anji juga mengajak netizen untuk berdiskusi dan menjadikan pelajaran bersama bagi yang belum mengetahuinya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

• SINUS PREAURICULAR adalah hal unik yang baru saja saya pelajari. Waktu infeksi pertama, saya pikir @sagaomarnagata hanya bisul saja. Ternyata lebih dalam lagi. . Dalam banyak artikel yang saya baca, hanya 5% manusia di Bumi yang punya lubang kecil itu. Tapi biasanya di bagian luar daun telinga. Kalau @sagaomarnagata ada di bagian dalam, DI KEDUA TELINGANYA. Foto ini adalah daun telinga kanannya, yang sedang tidak infeksi. . Saya membaca komentar-komentar di akun @sagaomarnagata dari Teman-teman yang punya #SinusPreauricular juga. Ternyata berbeda-beda. Ada yang suka keluar cairan berbau tidak enak (Saga tidak mengalami ini), ada yang sering infeksi, ada yang sampai besar tidak pernah infeksi (lucky u), ada yang sebulan sekali infeksi (Saga 2 tahun lalu infeksi telinga kanan) dan lain-lainnya. . Untuk operasi menutup saluran itu juga ternyata banyak yang perlu dipelajari. Ada resiko-resiko yang bisa terjadi jika prosesnya gagal. Jadi saat ini saya dan @winatalia sedang dalam tahap mengumpulkan banyak informasi tentang hal itu, supaya tidak salah mengambil keputusan. . “Manji, rambutnya @sagaomarnagata potong dooong. Kotorannya pasti masuk dari situ,” kata beberapa saran yang masuk. Hal unik, 2x infeksi terjadi pada @sagaomarnagata , beberapa hari setelah potong rambut dari panjang ke pendek. Unik ya.. . Orang tua yang anaknya memiliki Sinus Preauricular, coba Googling tentang hal itu supaya lebih siap jika terjadi infeksi pada telinga anaknya. . #ceritaAnji #kataAnji

A post shared by Anji MANJI (@duniamanji) on

Rupanya tak semua netizen memberikan respons yang baik. Bahkan ada yang bilang kalau nama penyakit yang diderita oleh Saga itu cara penyebutannya terlalu susah.

Seorang netizen dengan username yang disamarkan oleh Anji, menyebut kalau sakit telinga yang diderita putranya itu adalah congekan. "Ribet amat nama penyakitnya. Simple aja congean," ujar netizen itu.

Melihat komentar netizen itu, Anji rupanya memberikan balasan menohok di unggahannya pada Senin (13/8). Anji mengungkapkan kalau ia justru miris dengan komentar akun tersebut.

Loading...

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

• PONSEL PINTAR DI TANGAN ORANG YANG MALAS UNTUK PINTAR. Sinus(itis) Preauricular bukan Congean (Otitis Media). . Sebenarnya komentar begini bisa tidak ada kalau si komentator mau mengganti waktu untuk menulis komentarnya dengan mengetik #SinusPreauricular di Google. Sesederhana itu. Tidak perlu menyenggol perasaan orang tua yang anaknya sedang sakit dan tidak masuk sekolah sudah 2 minggu. . Minat membaca dan kemampuan membaca yang dibiasakan di generasi analog, harus diwariskan ke generasi digital. Ketidakmampuan membaca, saya rasa jadi pemantik buat banyaknya tindakan bully, hoax dan saling cemooh di jejaring sosial. . Serius banget ya. Iya. Saya memang orangnya seriusan. Sama postingan aja serius, apalagi sama DIA. Ha. Ha. Ha. Saya juga serius, sebentar lagi bakal rilis lagu baru judulnya HARI BAHAGIA. . #LahMalahPromo

A post shared by Anji MANJI (@duniamanji) on

"PONSEL PINTAR DI TANGAN ORANG YANG MALAS UNTUK PINTAR. Sinus(itis) Preauricular bukan Congean (Otitis Media)," tulis Anji dalam captionnya.

Menurut Anji, komentar orang yang hanya mengeneralisir suatu penyakit karena malas untuk membaca atau mencari tahu. Anji menyebut netizen yang mengatakan Saga congekan itu malas meluangkan waktu buat 'Googling'.

Melihat unggahan Anji ini, tak sedikit netizen yang ikut miris dengan ucapan netizen tersebut. Banyak pula netizen yang menanggapi soal penyakit infeksi pada lubang kecil di telinga yang hanya dimiliki 5% orang di dunia.

"Wow, sedih bgt ya zaman skrg, perkembangan teknologi yg gk diiringi sm perkembangan moral dan mental," penyanyi Gamaliel Tapiheru juga turut memberikan komentar.

"Merinding juga sih baca caption-nya @duniamanji . Menunjukan (merespon) kekesalan dengan tata bahasa yang tetap santun.." kata akun @dhan_mr.

"Pesatnya kemajuan teknologi, tidak diiringi dgn pertumbuhan moral dan akal yg baik. Jadinya kayak ini, jempol doang yg dipake, otak sm hati dibuang. Iye pdahal simple, cuma ngetik "congean" doang, tp itu nunjukkin kalo yg komen golongan kaum pendek akal," tulis akun @roypatty.

"Rasanya menyakitkan deh manji, kita tenaga medis yg susah2 ngapalin anatomi tubuh manusia, obat serta asal muasal bisa terjadi suatu penyakit tapi dengan entengnya ngomongnya begitu," ujar akun @ituapril.

"Orang tua, kl masalah anak sangat sensitif. Terlebih lg dhina/dkasarin.istri aja kesinggung kl suami marahin anak nya, begitupun kebalikan. Mk nya tolong di pilih2 kata2 yg baik, lebih baik gk usah komen/gk follow ribet amat. Anak kecil aja, dijadiin musuh," ungkap akun @aqila.surya.

Kantong lagi kering tapi pengen nonton JICOMFEST???

Daripada mencibir itu dosa, mending sobri ikut games MENCABIR alias Mencari Bibir. yang beruntung akan mendapat tiket JICOMFEST gratis !

ikut kuis!






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more