Brilio.net - Menyikapi aksi teror di Paris beberapa waktu lalu, pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negeri (Deplu) memberi travel alert pada warganya. Dikutip dari CNN pada Rabu (25/11), seluruh belahan dunia menurut pemerintah AS berpotensi menjadi lokasi berikutnya yang diserang para teroris. Kelompok seperti ISIS, Al-Qaeda, dan Boko Haram dianggap dapat melanjutkan serangan di berbagai wilayah lain.

"Serangan ini bisa mengerahkan berbagai macam taktik, menggunakan senjata konvensional maupun nonkonvensional dan menarget pemerintah maupun sasaran khusus. Waspadalah dengan lingkungan sekitar dan hindari kerumunan besar atau tempat yang ramai. Berlatihlah untuk berhati-hati khususnya selama musim liburan dan festival atau event," kata salah seorang perwakilan Deplu.

Peringatan yang berlaku sampai 24 Februari 2016 mendatang ini bukan dimaksudkan untuk melarang warga AS menghindari traveling.  Namun merupakan dorongan untuk berlatih waspada ketika di tempat umum.

sebelumnya CNN pernah merilis bentuk penyelamatan diri ketika berada dalam area serangan. Pertama adalah lari ke tempat yang sudah teridentifikasi aman. Kedua jika tak mampu lari, maka bersembunyi di tempat yang telah kamu nilai aman, semisal di balik dinding. Pastikan tidak menimbulkan suara yang memancing, termasuk dari ponsel. Hindari bersembunyi di tempat yang dapat ditembus peluru seperti kaca, kayu, batu, logam. Ketiga, hubungi pihak berwenang jika memungkinkan. Berikan informasi sebanyak dan sedetail mungkin.

Pada Juli lalu, Deplu AS pernah mengeluarkan peringatan serupa menyikapi aksi ISIS. Travel alert juga pernah dikeluarkan pada Desember 2014, Agustus 2013, September 2011, dan Mei 2011. Durasi peringatan ini biasanya dibatasi sampai 90 hari.

(brl/ani)

(brl/ani)