Brilio.net - Di era modern yang serba dinamis seperti sekarang, banyak orang mungkin tidak sadar bahwa berbagai penemuan besar dalam sejarah manusia dikembangkan selama bertahun-tahun. Kamu tentu masih ingat kisah Thomas Alva Edison yang mengalami kegagalan ratusan kali untuk bisa menemukan bola lampu.

Tapi tahukah kamu ada beberapa penemuan penting di dunia yang ternyata ditemukan secara tidak sengaja. Maksudnya, si penemu sebenarnya ingin menciptakan A, tapi justru secara nggak sengaja dia menemukan B. Dilansir brilio.net dari geniusstuff, Kamis (5/11), berikut 10 penemuan besar yang diciptakan secara tidak sengaja.

1. Obat bius

foto: istockphoto.com/thinkstock

Tanpa penemuan obat bius, proses operasi dalam dunia kedokteran pasti akan terasa menyakitkan. Kendati demikian, sampai sekarang orang yang pertama kali menemukan obat bius masih diperdebatkan.

Penemuan itu bermula ketika sejumlah ilmuwan Crawford Long, William Morton, Charles Jackson dan Horace Wells menyadari bahwa ada zat bernama ether dan nitrous oxide yang dapat menghambat rasa sakit. Pada saat itu, kedua zat tersebut digunakan sebagai pereda stres agar seseorang bisa tertawa.

Suatu hari, ketika seseorang mengalami luka parah, gas tersebut diberikan kepada orang tersebut. Anehnya, orang itu tidak merasakan sakit lagi. Sejak saat itu, obat bius ditemukan dan dipakai secara luas, khususnya di dunia kedokteran.

2. Penicillin

foto: istockphoto.com/thinkstock

Alexandeng Fleming juga secara kebetulan menemukan antibiotik Penicillin. Kala itu, dia begitu saja meletakkan sisa penelitian di lab pribadinya. Sepulang dari liburan, bakteri pada nampan berhenti tumbuh ketika bercampur dengan jamur.

Fleming kemudian mengisolasi, mengklasifikasi serta mengembangkan jamur tersebut, namun belum bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Baru 13 tahun kemudian, ilmuwan Howard Florey, Norman Heatley dan Andrew Moyer berhasil mengembangkannya untuk pengobatan. Sejak saat itu, penicillin digunakan secara luas dan menyelamatkan banyak jiwa.

3. Perekat

foto: istockphoto.com/thinkstock

Velcro atau biasa disebut perekat pertama kali ditemukan seorang insinyur elektro George De Mestral secara tidak sengaja. Setelah pulang dari jalan-jalan bersama anjingnya, dia melihat bulu hewan peliharaannya itu menempel erat pada cocklebur.

Ketika diamati memakai mikroskop, tampak cocklebur dilapisi berbagai kait kecil sehingga dengan mudah menempel pada bulu anjing. Dengan memahami konsep ini, dia selanjutnya mengembangkannya menjadi sebuah perekat serbaguna yang banyak dipakai sampai hari ini.

4. Alat ukur pacu jantung

Pacemaker atau biasa dikenal alat pengukur detak jantung lahir berkat ide gila Wilson Greatbatch. Waktu itu, dia berusaha mencari cara untuk mengatasi penyumbatan jantung (heart block). Berbeda dengan ilmuwan lain yang menggunakan gadget besar dan rumit untuk merangsang otot jantung, Greatbatch ingin merancang implan yang lebih kecil untuk mengatasi persoalan yang sama.

Saat sedang merancang osilator untuk merekam suara detak jantung pada binatang, dia secara tidak sengaja memasang transistor yang salah. Namun hal itu justru awal dari ditemukannya pacemaker. Setalah dilakukan ujicoba pada binatang, Greatbatch akhirnya mengujikan alat tersebut pada manusia pada tahun 1960.

5. Viagra

foto: istockphoto.com/thinkstock

Dua ilmuwan Simon Campbell dan David Roberts awalnya ingin mengembangkan obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan kelainan jantung yang disebut angin. Obat tersebut kemudian diujicobakan kepada manusia dan ternyata mengandung efek samping yaitu pasien akan mengalami ereksi hebat.

Selain itu, penggunaan obat tersebut justru kurang efektif terhadap pasien darah tinggi dan angina. Para peneliti lalu memunculkan gagasan untuk menerapkan obat tersebut pada pasien kelainan disfungsi efeksi. Ujicoba itu ternyata berhasil dan obat tersebut kini dinamakan Viagra.

6. Microwave

foto: istockphoto.com/thinkstock

Penemu microwave, Percy Spencer awalnya sedang merancang magnetron, sejenis tabung untuk peralatan radar yang dipakai dalam Perang Dunia II. Ketika mengunjungi laboratorium, dia menemukan sesuatu yang ganjil pada alat tersebut.

Spencer kemudian meletakkan permen dari saku celananya pada alat tersebut dan lama-kelamaan permen itu meleleh. Masih penasaran dengan reaksi dari alat itu, dia kemudian menaruh jagung dan berubah menjadi popcorn. Akhirnya, Spencer pun memberi nama Microwave pada alat temuannya itu.

7. Saccharin

foto: istockphoto.com/thinkstock

Constantine Fahlberg menemukan pemanis buatan Saccharin secara tidak sengaja pada tahun 1879 ketika sedang mensintesa zat kimia lain. Fahlberg kemudian pulang ke rumah untuk makan malam. Saat menikmati sajian makanan, roti sedang dia makan terasa manis. Padahal dia tidak menambahkan gula sedikitpun.

Fahlberg sadar ternyata masih ada sisa serbuk dari penelitiannya di lab. Setelah diselidiki lebih lanjut, bersama rekannya Ira Remsen, dia memutuskan untuk mematenkan saccharin dan banyak digunakan di berbagai industri pangan hingga sekarang.

8. Dinamit

foto: istockphoto.com/thinkstock

Alfred Nobel, seorang insinyur dan ahli kimia asal Swedia melakukan penelitian untuk menstabilkan nitrogliserin, cairan yang bisa meledak. Dalam beberapa eksperimen, lab-nya pernah meledak dan mengakibatkan korban jiwa, termasuk adiknya.

Tak ingin kejadian itu terulang kembali, Nobel kemudian berusaha keras untuk menemukan solusinya. Belajar dari pengalaman, dia berhasil menciptakan metode untuk menyimpan cairan tersebut agar aman. Nobel juga mengembangkan formula agar ledakannya bisa diatur sesuai keinginan. Dia lantas mematenkan temuannya itu pada tahun 1867 dengan nama Dinamit.

9. Sereal jagung

foto: istockphoto.com/thinkstock

Sereal jagung yang kini banyak dikonsumsi sebagai menu pokok masyarakat dunia ternyata ditemukan secara kebetulan. Temuan itu berawal dari Will Keith Kellogg yang membantu saudaranya yang berprofesi sebagai dokter untuk membantu dalam menemukan formula diet pada pasiennya.

Ketika sedang melakukan riset dan membantu memasak makanan untuk pasien saudaranya, Kellog melakukan kesalahan prosedur dalam membuat roti. Dia meninggalkan adonan yang sedang dimasak begitu saja selama berjam-jam. Hasilnya, adonan jadi mengeras seperti kerupuk. Kreasi produk gagal buatan Kellog ternyata justru laris manis dikonsumsi pasien. Sejak saat itu, Kellog membuka usaha penjualan sereal jagung.

10. LSD

foto: merdeka.com

Asam lisergat dietilamida (LSD) adalah sejenis bahan kimia yang bersifat halusinogen dan kerap digunakan sebagai obat di dunia psikologis. Zat kimia berbentuk kertas mungil seperti perangko ini juga disebut-sebut sebagai narkoba jenis baru. Narkoba ini ditemukan Albert Hofmann pada tahun 1929 yang semula hendak memetakan senyawa yang berasal dari jamur ergot. Hofmann ingin menguji sifat dan stabilitas senyawa ini untuk mengukur potensi mereka sebagai obat.

Namun saat meneliti senyawa yang dia namakan LSD-25 itu, dia merasakan sensasi yang tidak biasa akibat menghirupnya. Pandangannya menjadi tidak realistis dan melihat benda-benda di sekitarnya lebih berwarna. Obat tersebut kini sering dipakai dalam dunia psikiatrik dan kesehatan.

(brl/swh)

(brl/swh)