Brilio.net - Jangan sekali-kali kamu terlambat makan berat sepanjang hari, semisal sampai lewat dari jam 3 sore jika tak ingin mendapatkan kesulitan dalam menurunkan berat badan. Hal ini merupakan temuan dari Marta Garaulet dan kawan-kawannya yang melakukan percobaan terhadap 420 partisipan yang memiliki kelebihan berat badan.

Penelitian Yasuhiro Fujiwara, Ai Machida, dan kawan-kawan pada tahun 2005, seperti dikutip brilio.net dari Science Alert, Senin (7/3), makan malam 3 jam sebelum tidur positif terkait dengan peningkatan gejala refluks asam dalam tubuhmu. Jika ini terjadi, maka bersiaplah untuk terkena maag dan gangguan pencernaan yang mendorong batuk, suara serak, serta asma.

Untuk mengecek seberapa banyak refluks asam di tubuhmu, kamu harus pergi ke dokter. Bahaya refluks asam dapat menjadi serius hingga menyebabkan kanker.

"Makan terlalu larut menjelang tidur malam tanpa diikuti aktivitas, diakui dapat mengacaukan sistem pencernaan tubuh," kata salah satu peneliti lainnya, Jamie A Koufman.

Bergegas tidur setelah makan berat tidak dianjurkan sebab dapat memperlambat proses pencernaan makanan. Selain itu, asam dalam perut dapat bocor hingga keluar kerongkongan yang menyebabkan refluks tadi. Duduk tegak setelah makan dapat membantu makanan di dalam perut turun karena adanya gravitasi. Perut membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk benar-benar mengosongkan isinya, mendorong ke saluran pencernaan berikutnya.

Kamu dianjurkan pula untuk tidak menunda-nunda bahkan menunggu merasakan sangat lapar baru pergi makan. Makan di saat lapar mendorongmu untuk makan berlebihan. Hal ini disebabkan otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mendeteksi bahwa perutmu sudah terisi penuh.

Hayo, masih mau makan malam terlambat lalu kebiasaan cepat-cepat tidur? Kesehatanmu lho!

(brl/gib)