×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Sempat diduga lokasi KKN di Desa Penari, ini 9 budaya di Desa Kemiren

0

Jalan-Jalan

Sempat diduga lokasi KKN di Desa Penari, ini 9 budaya di Desa Kemiren

Desa Kemiren merupakan salah satu desa di Banyuwangi dengan berbagai kearifan budaya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Moh Zainal Abidin

09 / 09 / 2019 16:52

Terletak di ujung timur Pulau Jawa, Kabupaten Banyuwangi memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang hampir menyeluruh di setiap pelosok desa. Pesona alam yang luar biasa indahnya serta kearifan lokal yang berada di dalamnya membuatmu ingin mengunjungi Kota Banyuwangi, terutama di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Di sana pasti kamu dibuat tercengang dengan kearifan lokal berupa budaya dan adat istiadat warga Suku Osing. Di daerah ini budaya yang terkenal dari Suku Osing bernuansa tarian, maka dari itu desa ini disebut Desa Penari oleh kebanyakan orang.

Sempat diduga lokasi KKN di Desa Penari, ini 9 budaya di Desa Kemiren

Sekali ke sana pasti rasanya ingin kembali lagi. Bagaimana tidak ingin kembali ke desa dengan kearifan lokal yang terus terjaga serta desa sejuta seni dan budaya yang masih murni. Pada hari libur banyak wisatawan yang mengunjungi desa ini untuk mengunjungi tempat-tempat wisatanya.

Berikut merupakan fakta adat, budaya, dan kuliner di Desa Kemiren yang membuat kamu ingin mengunjungi desa ini.

1. Kesenian Tari Gandrung.

Loading...

Festival Penari Gandrung

Di sini wanitanya dirias sangat cantik dan menari dengan indahnya mengikuti alunan suara musik yang dihasilkan oleh alat tradisional. Tarian ini diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan yang agraris kepada Dewi Sri sebagai Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

2. Barong Kemiren.

Barong Kemiren

Barong merupakan sebutan hewan mitologis atau binatang keramat yang dijumpai dalam masyarakat Jawa dan Bali. Hewan tersebut keberadaannya diyakini memiliki kekuatan magis dan dianggap suci oleh masyarakat yang memercayainya.

Baron Kemiren setiap tahunnya digunakan untuk acara sakral Barong Ider Bumi yang merupakan salah satu ritual upacara adat masyarakat Osing di bumi Blambangan yang sangat melegenda. Ritual ini biasanya dilakukan di Desa Kemiren setiap tanggal 2 Syawal yang bersifat sangat sakral sekaligus mistis. Pementasan Barong Ider Bumi dilakukan setiap tahun secara turun-temurun dan sebagai upacara bersih desa atau tulak balak.

3. Musik Lesung (Othek).

Lesung Othek
Alat musik tradisional ini diciptakan dari kebiasaan masyarakat dalam keseharian yang dahulunya dibuat untuk memisahkan padi kering dari kulitnya dengan cara menumbuknya. Hal ini kemudian dikembangkan oleh masyarakat sekitar dan turun temurun ke generasi berikutnya. Alat musik tradisional dapat menjadi ciri khas bagi daerah tertentu.

Musik tradisional ini diwariskan secara lisan maupun langsung diajarkan kepada generasi berikutnya, sehingga musik tradisonal yang ada di suatu daerah tertentu tetap dikenal oleh masyarakat lokal maupun dari luar wilayah tersebut. Kemudian pada syair atau lirik lagunya menggunakan bahasa daerah untuk menonjolkan kekhasan daerah tersebut. Demikian pula dengan musik yang digunakan.

4. Angklung Paglak Desa Kemiren.

Foto Angklung Paglak Desa kemiren
Kesenian musik ini biasanya terdiri dari alat musik angklung dan gendang yang dimainkan oleh dua hingga empat orang. Angklung Paglak hanya dimainkan oleh pria dewasa ketika panen raya dan saat dilakukan upacara tradisional seperti upacara Ider Bumi. Para pemain musik Angklung Paglak selalu mengenakan pakaian adat Desa Kemiren yang berwarna hitam.

Di samping itu, beberapa lagu yang kerap kali dimainkan pada kesenian Angklung Paglak antara lain; Jaran Ndawok, Gerang Kalong, Tetel-tetel, dan Padang Ulan. Lagu tersebut menceritakan kebahagiaan menjadi masyarakat agraris atau pedesaan. Suara yang dihasilkan dari kesenian Angklung Paglak terkesan ramai dan energik. Tidak hanya itu, kenyaringan suara yang dihasilkan Angklung Paglak sangat dipengaruhi oleh jumlah Paglak dan tinggi dari Paglak tersebut.

5. Tradisi "Mepe Kasur".

Foto Salah Satu Warga Kemiren Sedang Menjemur Kasur.

Tradisi Mepe Kasur di Desa Kemiren sangat unik. Pasalnya semua masyarakat Desa Kemiren mempunyai warna kasur yang sama dan kasur-kasurnya dijemur di depan rumah masing-masing. Perpaduan antara warna merah dan hitam memberikan keunikan dan kekhasan kasur-kasur tersebut. Kasur abang cemeng (merah hitam) ini merupakan bagian dari warisan turun temurun di Desa Kemiren.

Warna kasur terdiri dari dua macam warna yaitu hitam dan merah atau juga disebut dengan kasur abang cemeng di mana abang berarti merah dan cemeng berarti hitam. Kalau dilihat letak warnanya, di mana warna hitam menjadi warna dasar kasur tersebut dan warna merah menghiasi sisi tepi kasur tersebut. Kedua warna tersebut mempunyai makna filosofi tersendiri yang mengakar menjadi keyakinan masyarakat Kemiren.

6. Festival "Ngopi Sepuluh Ewu".

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Desa Kemiren

Desa Kemiren merupakan sebuah desa yang secara administratif berada di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Masyarakat Desa Kemiren mayoritas adalah Suku Osing yang merupakan penduduk asli Banyuwangi. Banyak keistimewaan yang ada di Desa Kemiren mulai dari penggunaan bahasa yang khas, yaitu Bahasa Osing. Selain itu keistimewaan lain masyarakat Kemiren adalah masih terjaganya tradisi-tradisi yang sudah ada sejak nenek moyang mereka. Salah satu tradisi yang masih mereka jaga yakni tradisi minum kopi.

Berbeda dengan tradisi minum kopi pada umumnya, masyarakat Desa Kemiren mempunyai tradisi minum kopi yang unik dan khas. Tradisi minum kopi adalah warisan leluhur nenek moyang Desa Kemiren. Masyarakat Desa Kemiren masih memegang teguh ujaran nenek moyang yang berbunyi “Welurine Mbah Buyut Kemiren ngombe kopi cangkir tutup” yang dalam Bahasa Indonesia berarti meminum kopi dengan cangkir yang ada tutupnya. Bagi warga Kemiren, cangkir keramik adalah alat terbaik untuk menghidangkan kopi panas yang enak.

7. Rumah Adat Osing.

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2019/09/09/image_1568015447_5d76045706471.jpg

Ketika berjalan-jalan kamu akan disuguhkan dengan pemandangan rumah adat Suku Osing yang mengambarkan desa tempo dulu. Rumah adat Suku Osing dengan pintu kayu dengan hiasan kepala burung bouraq menjadi pertanda itu rumah adat Osing. Rumah adat Kemiren hampir mirip rumah joglo di Jawa. Karakteristik arsitektur rumah adat Osing ini biasa disebut dengan gebyung.

8. Tradisi "Tumpeng Sewu Desa Kemiren".

Acara Tumpeng Sewu Desa Kemiren

Tradisi "Tumpeng Sewu" Desa Kemiren ini digelar satu minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Tumpeng Sewu merupakan salah satu tradisi tahunan di mana pelaksanaanya berbentuk selamatan kampung yang terdapat di Desa Kemiren. Kegiatan ini memiliki maksud dan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur atas kemakmuran, kesuburan, ketentraman, serta hasil panen yang melimpah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi ini dilakukan oleh seluruh warga masyarakat Desa Kemiren tanpa terkecuali dengan perwakilan setiap rumah satu tumpeng.

9. Makanan tradisional ”pecel pitik” Desa Kemiren.

Foto makanan Khas Desa Kemiren

Pecel Pitik adalah salah satu makanan tradisional yang terbuat bahan dasar daging ayam dan dimasak secara khusus dengan bumbu yang khas. Pecel Pitik merupakan salah satu makanan tradisional Suku Osing yang cukup terkenal di Banyuwangi, Jawa Timur. Asal usul nama Pecel Pitik ini karena bahan dasarnya dari ayam. Dan bahasa Jawa, ayam adalah pitik. Jadi Suku Osing menamakannya Pecel Pitik. Suku Osing juga menyakralkan makanan ini. Makanan ini tidak disajikan atau menjadi makanan sehari hari. Hanya pada upacara upacara tertentu seperti hajatan, selamatan, dan bersih desa.

Pembuatannya dilakukan dengan cara khusus dan ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar saat memasaknya. Pantangan seseorang yang memasak Pecel Pitik yaitu dilarang banyak berbicara makanan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu menu spesial bagi masyarakat Osing di sana. Selain sifatnya yang sakral, makanan ini juga merupakan makanan yang sangat unik. Ada ciri khas pada kuliner Banyuwangi yang tak ditemui di tempat lain, seperti pada aspek perpaduan bumbu dan bahkan perpaduan jenis makanan. Selain itu Pecel Pitik disebut unik karena dalam penyajiannya terdapat campuran parutan kelapa, bumbu kacang, dan bumbu pedas sehingga menghasilkan rasa yang sangat khas.

Masih banyak lagi budaya dan kuliner serta acara-acara adat yang membuat ingin ke Desa Kemiren di kala akhir pekan maupun libur panjang bersama keluarga. Bagaimana pendapat kalian? Kapan berkunjung ke Desa Kemiren atau Desa Penari untuk menikmati dan mempelajari adat, budaya, dan kulinernya?

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red