×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Pandemi Covid-19 dan nasib para pelaku UMKM

0

Ekonomi

Pandemi Covid-19 dan nasib para pelaku UMKM

Dengan adanya pandemi Covid-19, hampir semua tempat umum ditutup dan mengakibatkan dampak besar bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Arvelisya Haura Juman

12 / 07 / 2021 18:36

Indonesia merupakan salah satu negara yang awalnya mengaku kebal terhadap penularan Virus SARS-CoV-2 atau yang biasa kita sebut dengan Covid-19. Namun, kenyataannya mitos ini terpatahkan dengan adanya kasus positif Corona di Indonesia pada tanggal 14 Februari 2020 di Jakarta. Kasus ini diduga berawal dari pertemuan seorang perempuan dengan warga Negara Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Pertemuan tersebut terjadi di sebuah klub dansa. Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah mengonfirmasi bahwa dua orang warga Negara Indonesia positif terjangkit virus Corona pada Senin, 2 Maret 2020.

Tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia sangat memprihatinkan. Grafik penyebaran Covid-19 tetap melaju tinggi, hingga akhirnya pada 10 April 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sejumlah fasilitas umum pun ditutup, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan perkantoran dilakukan secara daring di rumah. Hanya ada beberapa sektor yang diberikan izin oleh pemerintah untuk melakukan kegiatan offline atau kegiatan secara langsung.

Dengan adanya penerapan PSBB ini, banyak sekali pihak yang dirugikan, terutama perekonomian Indonesia yang terbukti menurun drastis. Salah satunya para pelaku UMKM. Kondisi mereka di masa pandemi ini sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Ada jutaan UMKM yang setengah mati mempertahankan usahanya, bahkan ada juga yang sudah menggulung tikar usahanya. Nasib mereka saat ini berada di ambang pilu. Mereka menunggu bantuan dan perhatian khusus terhadap apa yang sedang terjadi saat ini.

Banyak perusahaan yang terpaksa memberhentikan para pekerjanya. Padahal, gaji mereka di hari normal pun belum tentu dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Lalu bagaimana dengan nasib mereka sekarang tanpa pekerjaan?

Lapangan kerja sangat minim. Dengan adanya PSBB, mobilitas pergerakan masyarakat menjadi terbatas, semakin sempit ruang warga sebagai konsumen mengakibatkan sedikitnya kesempatan para penjual mendapatkan keuntungan. Dampak pandemi ini memang sangat teramat sulit bagi UMKM, terlebih jika mereka sudah memiliki umur yang tidak muda lagi dan tidak memiliki pendidikan yang layak, akan semakin sulit bagi mereka untuk diterima dan mendapatkan pekerjaan baru.

Loading...

Sesungguhnya pemerintah mengakui bahwa kebijakan PSBB ini memiliki dampak yang besar terhadap perekonomian bangsa. Namun, pemerintah juga harus memiliki keputusan yang bijak agar angka penyebaran Covid-19 dapat menurun. Pemerintah akhirnya memberikan bantuan modal usaha berupa dana kepada UMKM sebesar Rp2,4 juta. Program ini diresmikan pada tanggal 24 Agustus 2020 oleh Presiden Joko Widodo. Pelaku UMKM mengapresiasi dan menjadikan bantuan ini sebagai kunci usaha baru bagi mereka. Namun, pemerintah perlu mencari dan mengembangkan kembali sistem bantuan usaha yang efektif serta lebih luas keuntungannya kepada pelaku UMKM karena di masa pandemi ini kita tidak boleh membiarkan mereka berjalan sendiri.

Usai PSBB, perintah memberikan kebijakan baru yaitu masa transisi menuju New Normal yang dimulai sejak tanggal 1 Juni 2020. Respon positif terlihat jelas dari wajah pelaku UMKM. Di masa transisi ini berbagai sektor usaha sudah diperbolehkan untuk membuka kembali usahanya. Dimulai dari rumah makan, perkantoran, hingga pertokoan sudah beroprasi, dengan syarat harus menerapkan standar protokol kesehatan. Pelaku UMKM mendapatkan sedikit untung dari penjualan selama New Normal yang dapat menutupi kerugian PSBB. Disusul dengan adanya libur Lebaran, libur sekolah, dan libur akhir tahun 2020, banyak sekali masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah.

Namun sangat disayangkan, dengan adanya New Normal, banyak masyarakat yang menyalahgunakan momentum ini untuk berlibur dan menyebabkan tingkat penyebaran Covid-19 kembali melonjak ke atas. Padahal transisi New Normal merupakan kesempatan besar untuk menggali keuntungan bagi pelaku UMKM.

Penjualan online sudah pasti dilakukan oleh beberapa pelaku UMKM. Namun, di era modern ini, tidak sedikit penjual yang minim edukasi terhadap teknologi baru. Banyak pelaku UMKM yang berumur lebih dari 50 tahun buta akan teknologi terbaru. Jangankan paham penjualan online, mungkin handphone pun masih sedikit yang memilikinya. Dalam hal ini, pemerintah berperan penting untuk memberikan solusi kepada mereka yang kurang ilmu dalam bidang teknologi. Sebab jualan online hanya menguntungkan para pekerja perusahaan besar dan UMKM modern yang paham serta memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas.

Pada pertengahan tahun 2021, tepatnya tanggal 3 Juli pemerintah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sejak diadakannya PPKM, pelaku UMKM menganggap hal ini sebagai malapetaka pada tahun 2021. Semua kegiatan kembali dilakukan secara online di rumah. Proses jual beli dan kegiatan yang menimbulkan keramaian terpaksa harus dihentikan.

Pemerintah harus lebih keras dalam kebijakan PPKM ini, jangan sampai kesalahan yang lalu saat pembukaan PSBB ataupun transisi menuju New Normal kembali terulang. Pemerintah juga diharapkan untuk mendorong masyarakat menengah ke atas untuk saling membantu para pekerja UMKM.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu para pelaku UMKM. Di antaranya dengan membeli barang dan makanan melalui online ataupun mempromosikan penjualan mereka di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan lainnya dengan cuma-cuma.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red