×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Nomophobia, kecemasan yang banyak dialami anak muda masa kini

0

Duh

Nomophobia, kecemasan yang banyak dialami anak muda masa kini

Kecemasan ini berhubungan dengan pemakaian ponsel. Yuk, kenali ciri dan cara mengatasinya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Jihan Fahera

10 / 04 / 2019 11:15

Apakah kamu selalu membawa charger ke mana-mana? Powerbank selalu terisi penuh, dan selalu berupaya untuk mencari signal handphone supaya tidak kehilangan update terbaru? Apakah kamu merasakan stress pada saat kehabisan baterai handphone atau koneksi internet yang lambat?

Apakah kamu merasa cemas ketika tidak berada di dekat ponsel? Atau tak pernah lepas dari gadget tersebut hingga terkadang membawanya ke tempat tidur? Jika jawabannya iya, bisa jadi kamu tengah mengalami nomophobia.

Pada tahun 2010, terdapat sebuah penelitian di Britania Raya oleh YouGov. Menemukan bahwa 58% pria dan 47% wanita pengguna ponsel cenderung merasa tidak nyaman ketika mereka kehilangan ponsel, kehabisan baterai, pulsa, atau berada di luar jaringan. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa saat ini banyak manusia yang terkena penyakit nomophobia. Adapun sebuah penelitian oleh Securenvoy, sebuah perusahaan IT di Inggris, menurut penelitian mereka dari 1.000 responden yang menjawab polling, sekitar 66 persen memiliki rasa takut kehilangan atau terpisah dari ponsel mereka. 

Sementara lebih dari 41 persen memiliki lebih dari satu smartphone. Survei yang tak kalah menarik dilakukan oleh Chicago Tribune di Amerika Serikat di mana lebih dari 40 persen responden menyatakan 'lebih baik tidak gosok gigi selama seminggu daripada pergi tanpa smartphone'. Ada juga survei yang dilakukan oleh 11Mark, yang menyatakan bahwa 75 persen responden menggunakan smartphone di kamar mandi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Cisco di Australia, 9 dari 10 orang berusia di bawah 30 tahun mengakui mengalami nomophobia. Survei tersebut dilakukan terhadap 3800 pemakai smartphone.

Bagaimana dengan di Indonesia? Dapat diketahui dari hasil riset yang dilakukan oleh Markplus Insight Indonesia pengguna smartphone terbanyak adalah remaja kelompok usia 16 sampai 21 tahun dengan persentase 39%. Hasil penelitian tersebut juga mengungkapkan tidak hanya sebagai pengguna smartphone terbesar, tetapi juga pengguna internet terbesar dibandingkan generasi lainnya.

Loading...

 

Apakah Nomophobia itu?

Ketergantungan remaja terhadap mobile phone disebut dengan no-mobile phone phobia (nomophobia) yang merupakan ketakutan dan kecemasan modern akibat dari perkembangan teknologi. Nomophobia yaitu ketakutan dan kecemasan yang terjadi karena tidak ada kontak akses terhadap ponselnya. Nomophobia diartikan tidak hanya seseorang yang cemas karena tidak membawa ponsel, namun ketakutan dan kecemasan tersebut dapat terjadi karena berbagai kondisi, misal tidak ada jangkauan jaringan, kehabisan baterai, tidak ada jaringan internet, kehabisan kuota, dll.

Berdasarkan penelusuran yang lebih mendalam, dua faktor utama dari penyebab ketergantungan tersebut adalah Game Addicted (Kecanduan Game) dan Sindrom FoMo (Fear of Missing Out), atau yang lebih dikenal sebagai ketergantungan seseorang terhadap media sosial.

 

Ada 13 ciri yang menandakan kamu menderita nomophobia:

1. Badmood ketika tidak ada signal atau internet,

2. Panik jika gadget tidak pada genggaman,

3. Gemar selfie, update status, change display picture tiap jam/menit,

4. Membawa gadget hingga ke kamar mandi,

5. Siap sedia powerbank atau gadget cadangan karena baterai kamu tidak boleh menipis,

6. Hal utama ketika bangun tidur apalagi kalo bukan mengecek gadget,

7. Tempat-tempat berlogo ‘WIFI tersedia’ menjadi tempat favorit,

8. Sering menggunakakn smartphone ketika sedang makan,

9. Menghabiskan waktu lebih banyak dengan smartphone dibanding berinteraksi dengan orang lain,

10. Merasakan keharusan untuk segera merespon setiap pesan atau notifikasi yang masuk,

11. Sering menggunakan smartphone kita ketika sedang melakukan tugas tertentu yang membutuhkan fokus seperti menyelesaikan tugas kantor, menulis laporan, atau bahkan mengemudi,

12. Beberapa kali kita mengecek smartphone kita di tengah malam

13. Phantom Cellphone Syndrome. Merasa seolah-olah ponsel di dalam saku bergetar padahal sebenarnya tidak.

 

Ada banyak cara untuk mengurangi atau mengatasi nomophobia. Berikut 10 tips menyembuhkan penyakit nomophobia:

1. Kunci ponsel kamu dengan password yang sulit dan panjang. Hal ini akan membuat kamu malas membuka ponsel karena kesulitan membuka password.

2. Sebelum memulai pekerjaan, letakkan ponsel kamu paling tidak 3-5 meter dari tempat kamu berada. ini membuat kamu lebih fokus mengerjakan pekerjaan dan sedikit melupakan ponsel

3. Perbanyak sosialisasi dengan orang lain

4. Matikan notifikasi. Kebanyakan orang terdistraksi dengan banyaknya notifikasi yang mereka dapat dari Facebook, Twitter, Instagram, Path dan aplikasi lain. Semakin sering kamu mengecek ponselmu, semakin sulit kebiasaan tersebut dihilangkan. Jadi matikanlah notifikasi-notifikasi pada aplikasi tersebut, maka kamu akan merasakan kurangnya dorongan untuk menggunakan smartphonemu.

5. Mute group chat kamu.

6. Hapus semua aplikasi yang tidak digunakan. Dengan menghapus semua aplikasi yang tidak kita gunakan akan mengurangi waktu untuk mengeksplorasi aplikasi-aplikasi tersebut. Dengan begitu, kita semakin mudah mengatasi kecanduan smartphone kita.

7. Matikan ponsel kita sebelum tidur. Matikan ponsel kita sebelum berangkat tidur, dan tinggalkan di luar kamar jika ingin menge-charge baterai.

8. Gunakan jam alarm ‘betulan’. Bagaimana kalau ternyata kita menggunakan smartphone kita sebagai alarm? Tentu saja tidak mungkin meninggalkannya dalam kondisi mati di ruangan yang berbeda dengan tempat kita tidur. Belilah satu jam yang bisa kamu gunakan sebagai alarm dan letakkan di dekat posisi kamu tidur. Jadi, tetap biarkan smartphonemu mati di ruangan lain.

9. Gunakan jam tangan sehingga kamu tidak perlu mengecek ponsel untuk melihat jam.

10. Atur batas spesifik penggunaan smartphone. Berikut ini beberapa kemungkinan batas-batas yang bisa kamu gunakan, di antaranya tidak boleh ada ponsel saat sedang makan, tidak boleh ada ponsel di kamar mandi, tidak boleh menggunakan ponsel selama bercakap-cakap dengan seseorang, dan tidak boleh ada ponsel di kamar tidur.

 

Apakah kamu pernah mengalami ciri-ciri di atas? Jika pernah, mari atasi sebelum menjadi semakin parah.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red