×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Jangan sampai menjadi OTG virus Corona, ini yang perlu kamu ketahui

0

Kesehatan

Jangan sampai menjadi OTG virus Corona, ini yang perlu kamu ketahui

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak menunjukkan gejala penyakit. OTG dapat menularkan virus Corona secara diam-diam.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Nasywa Ayu Kamilah Sutisna

21 / 07 / 2021 12:10

Infeksi virus Corona terjadi karena coronavirus menginfeksi sistem pernapasan. Virus Corona berasal dari pasar hewan Huanan di Wuhan, Cina. Virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2019 di China. Kasus Covid-19 pertama di Indonesia terdeteksi pada tanggal 2 Maret 2020.

Tingkat infeksi virus Corona terus meningkat baik di Indonesia maupun luar negeri. Sudah ada 2,6 juta lebih kasus Covid-19 di Indonesia, dengan 443.473 kasus aktif pada tanggal 14 Juli 2021. Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia sedang mengkhawatirkan karena kasus infeksi virus Corona melonjak drastis. Pemerintah Indonesia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali pada tanggal 3-20 Juli 2021.

Tiap penderita Covid-19 merasakan gejala yang berbeda-beda. Gejalanya terdiri dari gejala yang umum, tidak umum, serta serius. Gejala infeksi Covid-19 dapat terjadi dalam tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Namun, ada juga yang tidak menunjukkan gejala apa pun alias OTG.

OTG singkatan dari Orang Tanpa Gejala. Dalam penularan virus Corona, orang tanpa gejala sangat diwaspadai. OTG dianggap sebagai pembunuh diam-diam. Hal ini karena OTG menularkan virus tanpa mereka sadari. Orang tanpa gejala juga tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus Corona.

Dilansir dari merdeka.com, sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal JAMA Open Network mengamati penyebaran virus melalui tiga lensa, yaitu individu belum bergejala, tanpa gejala, dan bergejala. Studi tersebut menyimpulkan bahwa 59% penularan virus Corona berasal dari orang tanpa gejala. Termasuk 35% dari semua kasus baru yang berasal dari orang yang menulari orang lain sebelum menunjukkan gejala dan sisanya berasal dari orang yang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Lalu, pedoman dari pemerintah Inggris mengatakan bahwa orang tanpa gejala biasanya sering terjadi pada kelompok usia yang lebih muda dan sehat.

Loading...

Agar terhindar dari penularan virus Corona, kita semua harus memperketat protokol kesehatan baik yang muda maupun tua. Kita tidak tahu akan tertular virus ini atau tidak. Oleh karena itu, kita harus selalu berhati-hati terhadap penyebaran virus Corona. Lakukan stategi pencegahan baik di luar maupun di dalam rumah.

Strategi pencegahan di luar rumah dapat dilakukan dengan cara memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi interaksi dengan orang lain. Lalu, saat sampai di rumah, dianjurkan untuk segera mandi dan membersihkan barang-barang yang dibawa. Untuk strategi pencegahan di dalam rumah dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan seluruh bagian rumah menggunakan disinfektan dan membersihkan belanjaan yang dibeli secara online. Jangan lupa untuk membatasi pertemuan tatap muka secara langsung dengan orang lain di dalam rumah.

Apabila merasakan keluhan Covid-19, lakukan pemeriksaan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan Covid-19 dapat dilakukan dengan cara melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM), Polymerase Chain Reaction (PCR), atau rapid test. Metode pemeriksaan TCM dilakukan menggunakan sampel darah dan cairan ke dalam catridge. Metode pemeriksaan PCR dilakukan dengan cara mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Untuk metode pemeriksaan rapid test terbagi menjadi dua, yakni rapid antigen dan antibodi. Rapid antigen dilakukan dengan cara mengambil sampel lendir dari hidung, sedangkan rapid antibodi mengambil sampel darah dari ujung jari atau vena.

Untuk mencegah terjadinya infeksi virus Corona, kita bisa melakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan proses memasukkan suatu antigen dari virus yang telah dilemahkan. Vaksinasi dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan tujuh jenis vaksin yang akan digunakan, yaitu vaksin Sinovac, Moderna, Sinopharm, AstraZeneca, Novavax, Pfizer, dan vaksin PT Bio Farma. Untuk saat ini, vaksin Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, serta Moderna sudah dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi.

Terlepas dari banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG), kita semua harus berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Jagalah kesehatan anda. Apabila tidak memiliki kepentingan mendesak di luar rumah, diharapkan berdiam diri di dalam rumah. Sayangi keluarga anda dengan cara melakukan protokol kesehatan. Jika tidak melakukan protokol kesehatan, kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir?

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red