×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Hidup normal setelah New Normal? Cuma mimpi jika abai terhadap prokes

0

Kesehatan

Hidup normal setelah New Normal? Cuma mimpi jika abai terhadap prokes

Foto: cottonbro from Pexels

Hidup normal hanya akan menjadi mimpi apabila kita terus-menerus mengabaikan betapa pentingnya kesehatan dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aisyah Fathma Dly

17 / 07 / 2021 12:37

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini terus menjadi keresahan warga dunia terutama di Indonesia. Virus ini berasal dari provinsi Hubei tepatnya di pasar makanan laut Huanan, Wuhan, Cina lewat transisi antara hewan (kelelawar) dengan manusia. Bertepatan pada 12 Februari 2020, World Health Organization sudah resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia saat ini dengan istilah Coronavirus Disease (Covid-19) (Kementerian Dalam Negeri, 2020).

Akhir-akhir ini penyebaran Covid-19 terus melonjak karena banyak warga mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kita yang tadinya mengharapkan hidup normal setelah New Normal malah disajikan varian baru yang membuat kita semakin "tidak normal". Sudah pasti itu bukanlah kabar yang baik untuk kita semua. Dengan adanya varian baru dari virus yang bermutasi, masyarakat sudah seharusnya meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini.

Virus Corona yang bermula dari Wuhan dengan kode nama D 614G saat ini mulai bermutasi menjadi beberapa varian baru. World Health Organization menuturkan bahwa terdapat empat varian Covid-19 yang menjadi fokus utama (VoC), yakni Alpha, Beta, Gamma, serta yang saat ini sangat diwaspadai ialah Delta. Seluruh varian tersebut pastinya mempunyai pola indikasi serta identitas dan juga asal penyebaran yang berbeda, berikut merupakan pemaparannya.

a. Alpha (B 117).

Virus ini adalah salah satu mutasi dari virus Covid-19 yang kecepatan penyebarannya 50% lebih cepat dibanding virus Corona dari Wuhan (D 614G). Virus ini mula-mula dijumpai di London serta daerah Inggris sekitarnya. Dengan indikasi seperti demam, batuk, sesak napas, penurunan fungsi indra penciuman serta indra pengecap, dan terganggunya saluran pencernaan.

b. Beta (B 1. 351).

Virus yang memiliki kecepatan penyebaran lebih lambat dibanding dengan mutasi Alpha dan Delta, tetapi bisa mengurangi kemanjuran dari vaksin yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meminimalisasi Covid-19. Virus ini pertama kali dijumpai pada awal bulan Oktober 2020 di negara Afrika Selatan. Indikasi yang bisa ditimbulkan virus ini berupa demam tinggi, batuk kering, keletihan, munculnya ruam pada kulit, permasalahan pencernaan (diare), serta sesak napas.

Loading...

c. Gamma (P. 1).

Virus yang ditemui bertepatan pada 14 Januari 2021 di negara Brazil ini tercantum sebagai salah satu virus Corona baru yang perlu dihindari, sebab lebih mudah menginfeksi para kalangan milenial dibanding para orang tua. Serta tingkat penularannya 50% lebih menular dibandingkan virus Corona saat awal muncul.

d. Delta (B. 1. 617. 2).

Inilah virus yang kala ini sangat ditakuti serta butuh dihindari. Sebab mempunyai tingkat kecepatan penyebaran yang lebih serta keparahan 50% daripada virus Corona Alpha. Indikasi yang ditimbulkannya bisa berbentuk mau muntah (mual), diare, sakit perut, hilangnya nafsu makan, pembekuan darah, serta menyebabkan kematian tubuh akibat tidak tercukupinya pasokan darah pada tubuh (gangrene).

Dari keempat golongan Variants of Concern (VoC) yang diutarakan oleh World Health Organization, ada tiga varian virus yang tersebar di Indonesia. Ketiga varian itu merupakan Alpha, Beta, serta Delta yang sangat berisiko saat ini. Varian Alpha ditemui di Indonesia pertama kali di daerah Karawang. Bersumber pada informasi dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), varian Beta dijumpai pertama kali di wilayah Bali pada tanggal 25 Januari 2021. Dilihat dari letak geografis daerah Bali sangat memungkinkan berlangsung penyebaran virus di sana. Karena banyaknya tempat wisata bagi para pelancong dari wilayah ataupun negara mana saja. Serta yang terakhir varian Delta mula-mula ditemui pertama kali pada tanggal 3 April 2021 oleh WNI (Warga Negara Indonesia) asal Jakarta dan 28 orang dari Kudus, Jawa Tengah.

Melihat banyaknya permasalahan yang diakibatkan oleh Covid-19 ini, hidup normal hanya akan jadi mimpi apabila kita terus-menerus mengabaikan betapa pentingnya kesehatan dan tidak menjalankan protokol yang sudah ditetapkan. Kesehatan tidak akan datang bila kita tidak sadar akan pentingnya kesehatan itu sendiri. Mulai sekarang, mulailah dari diri sendiri untuk menjaga kesehatan dan berhati-hatilah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red