×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Budikdamber, salah satu solusi pangan masa depan

0

Wow

Budikdamber, salah satu solusi pangan masa depan

Di tengah pandemi Corona ini Budikdamber menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aprilia Rakhmawati

19 / 05 / 2020 16:05

Saat ini budidaya ikan dan kangkung dalam ember menjadi viral setelah seorang warganet menggunggah sebuah video teknik tersebut. Selain mudah dicontoh, teknik budidaya ini juga bisa dijadikan sebagai solusi kebutuhan pangan di tengah kondisi yang serba sulit seperti sekarang ini.

Teknik budidaya ikan dan kangkung dalam ember pertama kali digagas oleh seorang dosen budidaya perikanan Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi, S.Pi., M.Pi. Juli memulai percobaannya pada tahun 2015 dan melakukan penelitian tahun 2016. Ia pun memunculkan istilah Budikdamber. Budikdamber merupakan singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember. Teknik ini merupakan teknik pengembangan dari aquaponik di mana ikan dan tanaman ditumbuhkan dalam satu tempat.

Juli sering membagikan teknik Budikdamber secara gratis melalui akun YouTube dan media sosialnya. Budikdamber merupakan solusi untuk mengatasi masalah lahan dalam budidaya ikan dan tanaman. Teknik ini sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan yang memiliki lahan tinggal yang sempit.

Budidaya Ikan dalam Ember menggunakan sistem aquaponik ini berpeluang untuk meningkatkan kebutuhan akan protein hewani dan sayuran. Selain itu juga memudahkan masyarakat mendapatkan sayur dan ikan di lingkungan tempat tinggal. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini.

Teknik ini sangat baik dikembangkan di perkotaan, perumahan, kontrakan, apartemen, dan tempat-tempat pengungsian karena bencana atau daerah perkotaan yang sempit lahan tinggal. Selain mudah dilakukan, Budikdamper menggunakan media yang kecil, portabel, tidak membutuhkan listrik, dan hemat air.

Loading...

Tidak semua jenis ikan dapat dibudidayakan menggunakan teknik ini. Hanya ikan yang tahan oksigen rendah saja yang cocok untuk teknik ini. Jenis ikan yang dapat dibudidayakan seperti lele, patin, gurame, gabus, betok, dan sepat. Lele merupakan jenis ikan yang paling banyak diternak dengan teknik ini karena paling tangguh dan paling cepat bisa dipanen.

Untuk tanaman yang bisa ditanam, tergantung dengan jenis media yang digunakan. Jika menggunakan media arang tanaman yang bisa dibudidayakan seperti kangkung, bayam Brazil, dan genjer. Bila menggunakan media tanam rancangan Juli yaitu arang, kain, dan tanah, maka semua jenis tanaman bisa dibudidayakan.

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Budikdamber:

- Ember 80 liter

- Benih Lele

- Bibit Kangkung

- Arang Batok Kelapa

- Gelas Plastik

- Kawat

- Solder

- Tang

Cara pembuatan Budikdamber:

1. Sediakan gelas plastik sekitar 10-15 buah. Lubangi bagian samping dan bawah gelas menggunakan solder.

2. Masukkan bibit kangkung ke dalam gelas, kemudian isi dengan arang sebanyak 50-80 persen ukuran gelas.

3. Potong kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait untuk pegangan gelas di ember.

4. Isi ember dengan 60 liter air, diamkan selama 1-2 hari.

5. Isi ember dengan 60-100 ekor bibit lele ukuran 5-12 cm, diamkan selama 1-2 hari.

6. Rangkai gelas kangkung dalam ember.

Untuk pemeliharaan, letakkan ember di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Sehingga kangkung dapat tumbuh pada hari ke-3. Perhatikan kutu yang ada di daun. Segera potong daun atau batang yang berkutu. Siram kangkung pagi dan sore hari menggunakan air yang ada di ember. 

Lele diberi makan 2-3 kali dengan waktu yang rutin. Amati nafsu makan ikan setiap hari. Jika nafsu makan ikan menurun, ikan menggantung (kepala di atas, ekor ke bawah) dan air berbau busuk (NH3, H2S), segera ganti air atau lakukan sipon (penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang).

Penggantian air atau sipon biasanya dilakukan sekitar 10-14 hari sekali. Untuk penyedotan 5-8 liter saja, bisa lebih atau keseluruhan bila perlu, lalu ganti dengan air bersih.

Panen kangkung dalam dilakukan 14-21 hari sejak penanaman. Caranya dengan memotong kangkung dan sisakan bagian bawah tunas agar tumbuh kembali. Umumnya panen berjarak 10-14 hari sekali dan tanaman dapat bertahan kurang lebih 4 bulan.

Panen lele dapat dilakukan dalam waktu 2 bulan jika benih bagus dan pakan baik. Lele memiliki tingkat bertahan hidup (survival) 40-100%. Cara memanen lele dapat dilakukan dengan diserok atau dikuras airnya. Lele yang diternak bisa berkurang karena loncat terutama saat hujan atau dimakan oleh kucing.

Budikdamber ini bisa berfungsi sebagai warung hidup yang menyediakan sayuran dan sumber protein. Budikdamber dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehari-hari. Kamu tertarik untuk mencoba?






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red