×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
8 Pola pikir yang perlu dimiliki oleh Generasi Z

0

N/A

8 Pola pikir yang perlu dimiliki oleh Generasi Z

Foto: RODNAE Productions from Pexels

Tak melulu ikut arus, ada beberapa pola pikir yang perlu kamu tanamkan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

luzilama

19 / 08 / 2021 17:28

Generasi Z atau Gen Z disebut sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y. Kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir pada tahun 1995 sampai dengan 2010. Umumnya mereka yang merupakan generasi Z disebut juga sebagai iGeneration atau generasi internet atau generasi net.

Sebagai generasi yang punya segala kemudahan dan akses terhadap banyak hal, ada beberapa pola pikir yang perlu kamu tanamkan pada dirimu.

1. Jadi trendsetter.

Trendsetter adalah orang yang berada paling depan atau paling awal menerapkan tren baru yang muncul. Hal yang salah dimengerti serta membuat banyak orang tidak ingin menjadi seperti ini adalah karena banyak yang terlalu terpaku menjadi trendsetter besar. Padahal untuk menjadi trendsetter tidak perlu harus melakukan hal yang besar. Kamu hanya perlu melakukan hal sederhana tapi memiliki perubahan yang baik.

2. Paham kelebihan diri yang perlu dijaga.

Loading...

Semua orang memahami bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan, hanya saja sedikit orang yang melihat kelebihan itu pada dirinya sendiri dan terlalu fokus kepada kelebihan yang dimiliki orang lain. Mereka yang terlalu fokus ke orang lain hanya terus mengeluh dan tanpa sadar apa yang menjadi kelebihan pada dirinya tidak diperhatikan dengan benar.

3. Minim mengikuti tren.

Akhir-akhir ini tren di Indonesia terlalu cepat berkembang. Ini bukanlah hal yang tidak baik, hanya saja terlalu memaksa banyak orang untuk mengikuti perubahan yang cepat. Padahal sebuah tren bisa saja hanya dianggap sebagai referensi tambahan tanpa terus mengikutinya. Jika ingin mengikuti seperlunya atau fungsional saja.

4. Tidak terpaku pada standar yang dimiliki orang lain.

Setiap orang pasti memiliki standarnya masing-masing, tapi banyak orang yang terlalu fokus pada standar yang dimiliki oleh orang lain dan melupakan bahwa setiap orang memiliki batas kemampuan serta potensial yang berbeda-beda. Hal ini malah akan menjadi sebuah pembatas atau kekangan kuat bagi banyak orang, akibatnya seseorang akan kurang memiliki karakter pribadinya.

5. Merawat diri bukan didasari orang lain.

Kurangnya kesadaran merawat diri yang timbul dari kesadaran masing-masing. Hal ini tentu saja bukan hanya sebatas permasalahan wajah, tapi lebih ke keseluruhan diri seseorang. Mulai dari fisik ataupun perilaku, kebanyakan orang akan merawat diri karena diingatkan atau diberitahu dan selebihnya hanya melakukan jika memang sudah mengganggu. Nah, kamu perlu menumbuhkan kesadaran dirimu sendiri untuk merawat diri dengan baik.

6. Membangun personal branding.

Personal branding adalah sebuah proses membentuk, menarik, dan memelihara persepsi masyarakat berkaitan dengan aspek-aspek yang dimiliki seseorang seperti keahlian, prestasi, kepribadian atau nilai-nilai yang dibangun secara sengaja maupun tidak dengan tujuan menampilkan citra positif sehingga dapat berlanjut kepada kepercayaan dan loyalitas yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran.

Membangun personal branding adalah sebuah langkah prioritas yang dibutuhkan masa kini. Hal ini karena dengan memiliki personal branding yang baik akan mempermudah kehidupan sosial. Namun sayangnya kebanyakan orang malah melakukan hal sebaliknya atau membuat personal branding-nya turun. Hal tersebut dipicu karena perilaku mereka yang menghancurkan personal branding-nya sendiri. Maka dari itu, kamu perlu membangun personal branding kamu dengan baik.

7. Sabar, tahu batasan dan kondisi.

Kurangnya pengendalian diri untuk bisa lebih cermat dalah situasi menyebabkan kebanyakan orang salah memosisikan diri. Hal ini biasanya menyangkut keinginan pribadi. Mereka terlalu berlebihan dalam mendorong tingkat kesabaran serta terlalu mempermasalahkan sesuatu tanpa pikir panjang. Kamu perlu untuk bersabar dalam menghadapi segala kondisi dan tahu batasan-batasan akan dirimu sendiri.

8. Cerdas dalam menghadapi permasalahan uang.

Kesadaran diri akan uang adalah salah satu kekurangan besar di zaman sekarang. Banyak orang tidak melihat nominal yang dikeluarkan demi sebuah hobi yang seharusnya belum mampu mereka lakukan. Mereka terlalu bertindak egois terhadap hobi dimiliki. Permasalahan utama tentang uang ialah kurangnya rencana dalam pengelolaan yang membuatnya tidak stabil. Untuk itu kamu perlu cerdas dan bijak dalam mengelola keuanganmu.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red