×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
7 Cara belajar menulis novel ala Tere Liye, bisa coba dipraktikkan nih

0

Komunitas

7 Cara belajar menulis novel ala Tere Liye, bisa coba dipraktikkan nih

Tere Liye secara sukarela membagikan rahasianya dalam memulai membuat novel agar novelmu dibaca banyak orang.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Hanifati Feviasari

13 / 02 / 2019 14:05

Kerap kali para penggiat literasi yang ingin berkarir di dunia kepenulisan mengalami kendala saat memulainya. Salah satu novelis terkemuka di Indonesia, Tere Liye memiliki kiat jitunya nih. Ditemui selepas acara bedah buku di Samarinda, Kalimantan Timur akhir tahun lalu, penulis novel Hafalan Shalat Delisa dan Rindu ini dengan sukarela membagikan cara mudah dalam membuat novel. Apa saja langkah-langkahnya? Simak pembahasan berikut.

1. So what.

Alasan pentingnya tulisan untuk dimuat menjadi sebuah novel adalah landasan utama dalam membuat novel. Meliputi penjelasan bagaimana novel itu akan dimuat.

 

2. Cara menyampaikan cerita.

Loading...

Sebuah cerita dapat dijabarkan menjadi deretan tulisan yang menarik untuk dibaca dan disimak. Oleh karena itu, perlu treatment khusus dalam menuliskannya.

 

3. Panggung cerita.

Atau dengan kata lain yakni latar cerita. Tentang waktu dan tempat cerita tersebut berlangsung. Dengan panggung cerita yang jelas akan memudahkanmu dalam mendalami hal-hal pendukung cerita yang akan dibuat.

 

4. Karakter dan plot.

Sebuah cerita tanpa adanya tokoh atau pemeran bagaikan pohon tanpa dedaunan. Kehadiran karakter baik antagonis maupun protagonis menjadikan cerita lebih hidup.

 

5. Riset sebanyak tiga kali.

Jika perlu sebanyak-banyaknya, kata Tere Liye. Setelah 4 poin sebelumnya tercapai, kamu harus melakukan riset mulai dari poin pertama. Tidak hanya sekali, namun untuk dua, tiga, atau bahkan sebanyak-banyaknya. Alasannya agar tujuan penting atau tidaknya novel dibuat menjadi benar-benar jelas.

 

6. Siap dan matang.

Jika riset secara berulang telah dilakukan, maka kerangka ceritamu telah siap dan matang untuk diangkat dalam bentuk novel.

 

7. Tuliskan!

Yang paling penting, jangan lupa untuk menuliskan ide atau kerangka yang telah kamu susun dalam sebuah tulisan ya.

 

Semoga langkah-langkah di atas dapat membantumu dalam membuat novel yang tak kalah menarik dari novel best seller lainnya. Salam literasi.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red