×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
3 Tips agar kamu tak gagal saat membuat bullet journal

0

N/A

3 Tips agar kamu tak gagal saat membuat bullet journal

Bullet journal adalah catatan yang dibuat dengan penampilan menarik untuk memberi semangat kepada pembuatnya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Prabowo Noersetyo Arief

02 / 01 / 2021 09:51

Pada masa pandemi ini, terkadang kesibukanmu tidak akan berbeda dari jadwal sebelum pandemi mulai. Saking banyaknya kerja yang perlu diselesaikan, kamu akan memiliki jadwal berantakan dan mulai melupakan beberapa hal lain. Maka dari itu, terkadang orang membuat alat bantu sendiri untuk bisa menyortir pekerjaan apa saja yang harus menjadi prioritas dan apa yang bisa dilakukan nanti.

Contoh alat bantu yang dibuat adalah sebuah bullet journal, catatan yang dibuat dengan penampilan menarik untuk memberi semangat kepada pembuatnya. Sayangnya, banyak orang yang tidak melanjutkan bullet journal mereka karena tidak sesuai ekspektasi dan telah menganggapnya gagal. Saat membuat bullet journal, ada tiga hal yang perlu diingat agar bullet journal kamu tidak gagal.

1. Jangan terlalu fokus pada penampilan bullet journal kamu.

Sumber: instagram.com/picjumbo/

Siapa yang tidak tertarik pada penampilan bullet journal yang sering ditampilkan di media sosial? Penampilan bullet journal memiliki dekorasi unik untuk memberi semangat kepada pembuatnya. Contoh hal–hal yang dibuat di bullet journal adalah kalender yang berisi dengan kegiatan–kegiatan sang pembuat dan rencana untuk ke depannya. Kalendernya juga didekorasi dengan berbagai macam estetika agar mempunyai energi semangat.

Loading...

Namun, justru inilah salah satu alasan mengapa bullet journal akan gagal, yaitu terlalu fokus pada penampilan dibanding fungsinya. Terkadang, pembuat bullet journal akan terlalu sering fokus pada dekorasi yang akan ditaruh dibanding fungsi dari bullet journal tersebut. Fungsi bullet journal sendiri adalah untuk bantu mengaturkan jadwal.

2. Menaruh fungsi pada bullet journal.

Sumber: David Schwarzenberg dari Pixabay

Mirip dengan penampilan, terkadang kamu memiliki banyak hal yang ingin kamu atur, seperti suasana hati hari ini, berapa kembalian yang telah kamu dapatkan hari ini, film yang sudah kamu tonton, dan hal–hal lain yang bisa membantumu menjadi lebih teratur. Namun, apakah kamu pernah menaruh terlalu banyak alat bantu pada bullet journal sehingga kamu tidak meneruskan yang lain atau menaruh bantuan yang tidak kamu perlukan di bullet journal-mu? Ini juga bisa mengakibatkan kegagalan pada bullet journal kamu, lho.

Bantuan pengaturan berbagai hal di kehidupanmu tidak perlu terlampau banyak karena ada beberapa hal yang bisa diatur tanpa bantuan dari sebuah jurnal, melainkan bisa kamu atur melalui dirimu sendiri. Contoh hal yang perlu bantuan untuk kamu atur adalah pengeluaran. Buatlah catatan mengenai sudah berapa saja uang yang telah kamu pakai. Contoh hal yang tidak perlu bantuan untuk kamu atur aalah siapa saja yang telah kamu ucapkan salam pada hari ini.

Menaruh fitur lain dari yang diperlukan itu tak mengapa, namun kamu harus selalu ingat untuk tidak terlalu banyak agar tak terhindar dari inti bullet journal, yaitu untuk membantu mengatur jadwalmu.

3. Jangan hanya menulis saja, tetapi juga kerjakan.

Sumber: ?? ? dari Pixabay

Terkadang kamu juga membuat daftar tentang hal yang ingin kamu kerjakan. Hal yang perlu kamu kerjakan seperti tugas atau beasiswa yang ingin kamu raih. Dengan menambahkan elemen–elemen menarik, kamu memberi semangat kepada diri sendiri untuk meraih impian yang kamu inginkan dan yang akan kamu kerjakan. Namun, semangat bisa patah dengan cepat bila tidak digunakan dengan baik. Apakah kamu benar–benar akan mengerjakannya? Apakah semangat yang kamu dapat sudah kamu terima dengan baik?

Perubahan dimulai dari dirimu sendiri. Maka dari itu, kamu bisa mendapatkan semangat dari mana saja tapi tidak akan ada sesuatu yang terjadi bila kamu sendiri tidak bergerak untuk melakukannya. Bullet journal hanya sebagai pengingat, bukan sebagai hal yang akan membuatmu bergerak karena hal yang akan membuatmu bergerak adalah dirimu sendiri. Tekad dan semangat yang perlu kamu bangunkan adalah tekad untuk menggerakkanmu agar bisa meraih apa yang kamu inginkan.

Menaruh kebanyakan tulisan dan dekorasi tentang semangat yang tidak memberi hasil apa pun hanya akan membuat bullet journal kamu gaga. Ia hanyalah sebuah buku untuk membantu kamu mengingat, bukan membuatmu ingat.

Itulah tiga hal yang perlu kamu ingat saat ingin membuat sebuah bullet journal. Mulailah membuat dari hal–hal kecil yang menurutmu penting untuk kamu ingat. Tidak perlu terlalu memikirkan dekorasinya, karena fungsi utamanya adalah untuk membantumu dalam pengaturan.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red