Brilio.net - Bagi pasangan kekasih yang menjalani hubungan long distance relationship (LDR), pertemuan setelah perpisahan lama adalah momen yang akan sangat ditunggu sekali. Begitu juga yang dirasakan oleh Iin Indrawati (20), perempuan asal Serang, Banten, Jawa Barat.

Momen bisa bertemu dengan sang pacar yang sudah tiga tahun bekerja di Saudi Arabia, paling ia tunggu. Tapi balasan dari penantian panjangnya sungguh di luar dugaan. Bukannya pacarnya yang datang menemuinya, tapi malah undangan pernikahannya dengan perempuan lain yang datang ke rumahnya.

BACA JUGA: Tak kuat jalani LDR, Yasir malah terjerat asmara dengan janda kembang

Iin bercerita jika hubungannya dengan Engkus (28), pacarnya, sudah berjalan selama lima tahun. Mereka sudah menjalin pacaran sejak Iin masih kelas 2 SMA. Setelah pacaran dua tahun, mereka yang tinggal satu desa tapi cuma beda RT ini berpisah dalam jarak yang jauh. Engkus memutuskan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi Arabia.

"Dia pernah janji kerja ke sana agar kelak bisa bahagiain saya, aku ingin buat resepsi seperti apa bakal dia turutin," cerita Iin kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Senin (15/2).

Loading...

Saat Engkus bekerja di Saudi Arabia, komunikasi mereka masih berjalan lancar, meskipun hanya bisa berkomunikasi sekali dalam seminggu. Tapi satu bulan sebelum kepulangannya, Iin merasakan keganjilan karena Engkus tak memberikan kabar. Bahkan Iin juga tak tahu kalau Engkus mau pulang. "Waktu aku tanya, dia jawab dijodohin sama orangtuanya dan dia nggak bisa nolak," kata Iin.

Usut punya usut, menurut Iin, ternyata selama ini orangtua engkus membuat citra buruk Iin di mata Engkus. Hal itu terjadi setelah Iin menolak permintaan orangtua Engkus untuk belajar di pesantren dan memilih bekerja.

"Saya lulus SMA kan pengen bekerja biar bisa bantu orangtua, tapi orangtua Engkus minta saya masuk pesantren. Terus dia itu bilang ke cowok aku kalau kerjaku nggak bener, ngadu ke anaknya yang enggak-enggak," terangnya.

Engkus akhirnya menikah dengan seorang perempuan lulusan pesantren pilihan orangtuanya. Saat pernikahan Engkus, Iin pun tak kuat untuk datang. Meski begitu, ia masih merasakan sakit yang sangat karena jarak rumah yang dekat membuat dirinya mengetahui bagaimana keramaian pernikahan itu.

Sebulan setelah pernikahan Engkus, Iin pun melangsungkan pernikahan. Ia menikah dengan seorang teman SMA yang melamarnya setelah tahu dia ditinggal nikah oleh Engkus. Iin saat itu tak mendasari pernikahannya karena cinta, ia hanya memandang orang yang melamarnya baik sehingga diterima. Apalagi saat itu ia sedang terbakar rasa sakit hati akibat ditinggal nikah pacarnya.

Setahun sudah kejadian itu berlalu, kabar tak sedap menerpa rumah tangga Engkus. Rupanya Engkus tak begitu cocok dengan istrinya. Orangtua Engkus pun seakan menyesal karena pilihannya tak sebaik yang diharapkan.

Sementara Iin masih belum bisa move on dari Engkus dan mencintai sang suami sepenuhnya. Suami Iin pun sudah tahu permasalahan yang dihadapi Iin. Meski begitu, ia tetap setia dan mencintai Iin sepenuh hati.

Iin mengaku jika PR-nya sekarang adalah berusaha mencintai suami sepenuhnya dan tak terlalu mengurusi apa yang terjadi pada rumah tangga Engkus.

Cerita ini disampaikan oleh Iin melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!