Brilio.net - Dalam kehidupan politik negara, tentu tidak asing lagi dengan pihak kawan dan lawan. Pihak lawan atau yang berseberangan dengan pihak yang memegang otoritas inilah yang disebut pihak oposisi. Bisa berlawanan ucapan maupun perbuatan yang akan bisa meluruskan suatu kekeliruan dari pemegang otoritas. Tim oposisi ini biasanya begitu tegas dalam menyuarakan kebenaran.

Tim oposisi ini mewarnai proses demokrasi, baik yang berjalan dalam lingkup parlemen maupun birokrasi lain. Berikut ulasan pengertian tim oposisi, fungsi, dan perannya dalam politik, sebagaimana dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Senin (16/5).

Pengertian tim oposisi.

tim oposisi © pixabay.com

foto: pixabay.com

Secara etimologi, oposisi berasal dari bahasa Inggris opposition yang berarti memperhadapkan, membantah, dan menyanggah. Sedangkan secara terminologi, oposisi adalah golongan atau partai yang menentang politik pemerintahan yang sedang berjalan.

Tim oposisi adalah suatu tim atau kelompok yang posisinya berseberangan, namun juga bisa diartikan sebagai partai penentang di suatu parlemen atau birokrasi yang mengkritik pendapat atau kebijakan yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada.

1. Pengertian oposisi menurut KBBI.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata oposisi adalah partai penentang di dewan perwakilan dan sebagainya yang menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yang berkuasa. Arti lainnya dari oposisi adalah pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti.

2. Pengertian oposisi menurut Kamil.

Mengartikan oposisi sebagai pemihakan rasional sebagai konsekuensi dari pelembagaan kontrol atas kekuasaan.

2. Pengertian oposisi menurut Rooney.

Mengartikan oposisi sebagai lawan atau perlawanan terhadap sesuatu.

3. Pengertian oposisi menurut Robert A. Dahl.

Mengartikan oposisi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi salah satu fondasi, selain partisipasi dari apa yang disebut dengan poliarki atau bentuk pemerintahan yang bernuansakan demokrasi.

4. Pengertian oposisi menurut Shapiro.

Menyebutkan bahwa oposisi pada hakikatnya ialah sebagai konsekuensi dari adanya partisipasi rakyat dalam pemerintahan.

5. Pengertian oposisi menurut Eep Saifullah Fatah.

Pengertian oposisi adalah setiap ucapan atau pebuatan yang meluruskan kekeliruan sambil menggarisbawahi dan menyokong segala sesuatu yang sudah benar. Sehingga, maksud oposisi adalah melakukan kegiatan pengawasan atas kekuasaan politik yang bisa keliru dan bisa benar.

6. Sedangkan dalam ilmu politik, definisi oposisi adalah partai yang memiliki kebijakan atau pendirian yang bertentangan dengan garis kebijakan kelompok yang menjalankan pemerintahan.

Fungsi tim oposisi.

tim oposisi © pixabay.com

foto: pixabay.com

1. Sebagai penyeimbang kekuasaan, makna dari penyeimbang di sini ialah adanya kekuatan di luar pemerintah yang memberikan alternatif pikiran atau sikap dan menyebabkan keseimbangan agar pemerintah tidak terlalu jauh dari kepentingan mayoritas rakyat.

Keberadaan oposisi ialah untuk mengingatkan pemerintah yang terpilih secara demokratis apabila kebijakan yang diambilnya berlawanan dengan kehendak mayoritas rakyat.

2. Menjaga agar alternatif kebijakan dapat disuarakan, kehadiran oposisi akan memungkinkan munculnya banyak pilihan kebijakan yang dapat digunakan atau sebagai penyempurnaan atas kebijakan pemerintah.

3. Sebagai stimulus persaingan yang sehat di antara para elite pemerintahan. Sebuah pemerintahan akan mengalami stagnasi atau bahkan kemunduran, apabila tidak mendapatkan tantangan dari pihak-pihak yang kompeten yang mampu menunjukkan kepada masyarakat tentang adanya kebijakan-kebijakan yang lebih baik dan masuk akal dibandingkan dengan kebijakan pemerintah.

Peran tim oposisi.

tim oposisi © pixabay.com

foto: pixabay.com

Oposisi adalah kelompok atau partai yang tidak menyetujui atau tidak mendukung atas kebijakan politik yang sedang disampaikan. Tim opisisi ini sangat berperan penting dalam dunia politik, yaitu untuk mengontrol jalannya pemerintahan agar tetap sesuai dengan koridor hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

Format oposisi dalam bentuk ajaran mengimbangi kekuasaan (check and balance) negara yang diletakkan dalam kerangka konstitusi. Sistem check and balance merupakan sebuah mekanisme untuk mampu mengoreksi dan meluruskan sebuah pemerintahan serta mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih baik.

Oleh karena itu, setiap pengekangan kebebasan dan pencekalan dalam mengemukakan pikiran adalah pelanggaran yang amat prinsipil terhadap tuntutan sebuah falsafah sebuah negara atau hak asasi manusia.

Peran oposisi partai politik sangat penting untuk mengawasi dan mengimbangi kekuasaan secara konsisten, objektif, dan berpegang pada kebenaran. Selain itu juga berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Adanya oposisi di parlemen akan mempersempit kemungkinan terjadinya tiranisme dan otoriterianisme.