Brilio.net - Di Italia, wilayah terparah terkena wabah Corona Virus Disease atau COVID-19 yaitu di Bergamo. Dilansir dari The Washington Post, wilayah tersebut pun menelan banyak korban jiwa. Peti mati memenuhi lokasi setempat. Di bawah penjagaan negara yang ketat, banyak keluarga tak dapat melihat kerabatnya selama dalam perawatan sampai pemakaman akibat virus Corona.
 
Dilansir brilio.net dari businessinsider.sg pada Rabu (18/3), ada daftar tunggu untuk layanan pemakaman. Sebuah krematorium bekerja 24 jam sehari dan bagian pemberitaan kematian dari surat kabar lokal telah berkembang menjadi sekitar 10 halaman.
 
Italia menjadi negara yang paling terpuruk karena wabah virus Corona. Lebih dari 27.000 kasus terkonfirmasi dengan 2.158 orang meninggal akibat COVID-19  per hari Selasa (17/3). Sejauh ini, ada 2.749 orang telah dilaporkan pulih dari Corona.
 
Banyak pasien meninggal karena Corona membuat layanan pemakaman di Bergamo, kewalahan. Saat ini daftar tunggu untuk proses pemakaman membludak hingga 2 kamar mayat di rumah sakit dan kamar mayat di pemakaman.
 
Di bawah penjagaan ketat yang diberlakukan di bagian Italia pada 8 Maret oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte, banyak pemakaman Bergamo diadakan dengan hanya seorang pemimpin dan seorang karyawan rumah duka yang hadir. Pelayat yang hadir hanya diperbolehkan sebanyak 10 orang dan tentunya harus izin.
 
Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dari tertularnya virus Corona. Banyak orang Italia tidak memiliki kesempatan untuk mengunjungi orang yang dicintai.

"Saya pikir, kondisi ini lebih buruk dari perang," kata Marta Testa, yang ayahnya meninggal karena COVID-19.

Marta Testa juga mengatakan bahwa saat ini ayahnya sedang menunggu untuk dimakamkan. Menurut pengakuan Testa, ia tidak pernah melihat ayahnya lagi setelah dibawa ke rumah sakit pada 7 Maret lalu.
 

Loading...
2 dari 2 halaman

Kehancuran di Bergamo diilustrasikan oleh Tweet dari jurnalis David Carretta, yang pada Sabtu lalu mengunggah video dirinya sedang membolak-balik halaman obituari koran harian lokal L'Eco di Bergamo pada 9 Februari dan 13 Maret.

foto : Twitter/@davcarretta
 

Peningkatan kasus virus COrona di seluruh Italia telah membuat dokter kewalahan, sehingga memaksa mereka untuk membuat keputusan yang menyakitkan tentang siapa yang harus diprioritaskan dalam perawatan.
 
Sementara itu, China yang memiliki lebih dari 81.000 kasus, penyebaran virus telah melambat secara signifikan. Yang berarti, Italia juga memiliki peluang sama untuk melawan Corona.

 
Reporter: Shofia Nida