×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini tahapan-tahapan jomblo menjadi jomblo ngenes

View Image

0

BRILIO » Life

Ini tahapan-tahapan jomblo menjadi jomblo ngenes

Tapi yang namanya jomblo, kadang susah banget rasanya untuk move on.

06 / 04 / 2015

Brilio.net - Masih jomblo sampai sekarang? Hahaha... Makanya jangan ngabisin waktunya main gadget doang, cari pacar dong! Ya memang sih, cari pacar itu nggak segampang tinggal nunjuk terus langsung bisa pacaran. Kamu butuh yang namanya keyakinan. Iya, keyakinan untuk bisa dapat cewek idaman kamu.

Tapi yang namanya jomblo, entah itu baru jomblo atau jomblonya udah kepala satu, dua, tiga, dan seterusnya, kadang susah banget rasanya untuk move on dan mencari yang baru lagi. Pikiran kadang pengin melihat ke depan, tapi batin seringnya keukeuh tinggal dalam kenangan lama. Aaahh.., ini nih yang bikin populasi jomblo ngenes di Tanah Air semakin meningkat.

Tapi kamu tahu nggak kenapa jomblo bisa mengalami peningkatan status menjadi jomblo ngenes? Berikut ini beberapa tahapan yang menyebabkan jomblo disebut jomblo ngenes, seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Senin (6/4).

1. Galau abis putus

Orang yang baru putus tuh biasanya galau. Biasanya tiap malam telpon-telponan, sekarang manyun. Yang tiap hari nge-charge handphone sampai 50 kali karena kebanjiran blackbery messenger, whatsapp, line, kakao talk, wechat, snapchat, sekarang bahkan sekali nge-charge bisa tahan seminggu saking sepinya. Biasanya malam mingguan sudah dandan dari jam sepuluh pagi padahal kencan jam sebelas malam, sekarang bengong doang di kamar mandi. Ini semua pasti bikin galau setengah mati.

Loading...

Ya wajar sih, kamu sedang melewati fase dalam hidup dimana kamu merasa dunia kejam, nggak adil, dingin, tanpa ada seseorang yang menemani. Pada akhirnya keadaan ini menyebabkan kamu secara insting akan selalu curhat ketika ketemu orang.

2. Pengalihan diri

Setelah capek galau, kamu akan masuk tahap yang dinamakan pengalihan diri. Ditahap ini kamu mulai berpikir, "Oke! cukup segini saja sedihnya. Aku kudu move on!!". Sebenarnya sih kalimat ini cuma pembelaan diri doang, padahal kamu belum benar-benar move on.

Otak penginnya sih gitu, tapi hati pengin stay a little longer. Keadaan ini bikin kamu terpaksa membohongi diri kamu dan berusaha untuk mencari pengalihan supaya kamu nggak ingat sama mantan.

Kamu bisa jadi murah banget. Kemana-mana mau aja ngikut, lembur sampai malam dijabanin. Libur di hari Sabtu tapi tetap ngantor, ikut les ini-itu yang nggak jelas. Kamu berusaha untuk coba-coba hal baru.

3. Kesepian

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sejago-jagonya kamu meyakinkan dirimu, sesibuk dan sebagus pengalihan yang kamu bikin, percaya deh, hati itu nggak bisa bohong, mblo! Kamu cuma 'in denial' doang kalau kamu itu kesepian, meeennn.

Kamu butuh untuk dicintai. Itu aja. Dan kammu kembali galau. Got it? Kamu mulai menjajakan diri kemana-mana, berusaha mencari cinta, padahal kamu sendiri belum siap untuk pacaran. Ciri-ciri jomblo di tahap ini bisa ketebak, mereka sering banget nyelipin kalimat, "Cariin aku pacar dong!" di setiap obrolan mereka.

4. "This is my choice"

Setelah berusaha keras untuk 'rebound', kamu gagal. Ya iyalah, cewek mana yang mau sama cowok yang berantakan kayak kamu? Belum move on pula! Cewek mana coba yang nggak illfil kalau tiap ngobrol, kamu bakalan nyerocos panjang lebar ngomongin mantan? Pada akhirnya, kamu belajar untuk menerima kenyataan bahwa kamu itu sebatang kara. Tapi disetiap kamu belajar mengerti, kamu mulai kembali galau dan selalu meratapi kejombloanmu.

Kamu lalu bikin pembelaan-pembelaan bahwa nggak punya pacar itu adalah sikap. Kamu berusaha meyakinkan dirimu bahwa belum pacaran dulu itu adalah pilihan terbaik dalam hidupmu. Kamu mulai berpikir bahwa sekarang saatnya untuk fokus sama sekolah, kuliah atau pekerjaan kamu yang kenyataannya cuma ngemeng doang. Kamu yakin? Cuma kamu dan Tuhan yang tahu.

5. Introspeksi diri

Disaat kamu belajar untuk menerima fakta bahwa kamu nggak punya pacar, di situ kamu akan mulai bertanya-tanya dalam hati, "Ini kenapa?", "Kenapa masih sendiri?", "Kenapa belum laku-laku juga?" "Belum move on?" "Kurang cakep?", "Kurang berkualitas sebagai seorang jomblo?"

Di tahap ini kamu belajar untuk mengenal diri kamu lebih dalam. Introspeksi diri. Kamu mengkritik dirimu habis-habisan, dan berusaha untuk merubah hal-hal buruk supaya kamu bisa menjadi orang yang lebih baik. Kamu meyakinkan dirimu bahwa perubahan yang kamu lakukan itu untuk kemajuan dirimu. Jomblo yang berada dalam tahap ini bisa dikenali dengan ciri berpegang teguh pada pepatah, "Rencana Tuhan indah pada waktunya".

6. Membusuk dalam kesendirian

Detik demi detik, menit demi menit, jam berganti hari, hari berganti minggu, berganti bulan, berganti tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun berlalu dan kamu masih tetap menjadi seorang jomblo.

Kamu mulai berpikir, "Ada yang salah nih." Semua hal baik sudah dilakukan, menghindari sifat-sifat buruk supaya nggak keulang lagi kejadian yang lalu, tapi kok masih tetap aja menjomblo.

Ngenes-ed version. Ketika mencapai tahap ini, kesabaranmu semakin menipis. Pelan tapi pasti, kamu akan kembali dalam kubangan kegelisahan, kamu nggak merasa melihat secercah cahaya harapan di depan matamu. Pokoknya semuanya gelap. Kamu nggak ingat sudah berapa lama kamu menjomblo.

Menurutmu, mungkin kamu memang ditakdirkan untuk menjomblo seumur hidupmu. Sebodo amat orang mau ngomong apa, takdir memang mengharuskanmu untuk menjomblo. Kamu mulai menikmati masa-masa pembusukan dirimu dalam lembah kesepian dengan keyakinan bahwa it's ok. It would be alright. Yes it's really gonna be oke. Im fine. Thank you. Okay, BYE!







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    33%

  • Ngakak!

    67%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Jomblo
Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more