×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Tak cuma ngopi, di Kedai Kopi Tuli juga bisa belajar bahasa isyarat

0

Jalan-Jalan

Tak cuma ngopi, di Kedai Kopi Tuli juga bisa belajar bahasa isyarat

Keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkarya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Yeni Endah

31 / 01 / 2019 10:49

Seringnya ditolak bekerja karena keterbatasan yang dimilik, yaitu keterbatasan pendengaran tak menyurutkan semangat Adhika Prakoso untuk menatap masa depan. Justru penolakannya itu membuatnya bertekad untuk membantu teman-teman yang senasib dengannya.

Mengajak dua sahabatnya yang juga Tuli, yaitu Trierwinsyah dan Putri untuk membuka kedai kopi bernama Koptul alias Kopi Tuli yang berlokasi di Jalan Krukut Raya No.70 Cinere, Depok. Ketiga sahabat itu berharap bisa memberdayakan kaum Tuli agar bisa berdiri di kaki sendiri.

Saat mengunjungi kedai kopi Tuli ini kamu tak hanya menyeruput kopi, tapi juga bisa belajar bahasa isyarat yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Selain itu ada 3 keunikan yang dimiliki kedai Kopi Tuli (KopTul), seperti berikut ini.

1. Simbol Bisindo beserta abjad yang mewakili pada kemasan kopi.

Tak cuma ngopi, di Kedai Kopi Tuli juga bisa belajar bahasa isyarat

Loading...

Foto: Media Indonesia

Pemberian simbol Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia) pada gelas bertujuan agar pengunjung ketika meminum kopi Tuli bisa belajar bahasa isyarat dan bertukar informasi dengan teman-teman Tuli lebih mudah.

Adhika sendiri merupakan seorang sarjana lulusan Desain Komunikasi Visual di Binus University. Itu sebabnya desain simbol Bisindo hingga penamaan di Kopi Tuli pun dibuatnya sendiri. Wah keren ya!

Dunia Tuli dan dunia dengar sangat berbeda, sehingga dengan adanya simbol Bisindo yang dibubuhkan di kemasan gelas kopinya bisa membuat teman Tuli dan pengunjung bertukar banyak informasi.

 

2. Tidak ada akses wifi.

Tak cuma ngopi, di Kedai Kopi Tuli juga bisa belajar bahasa isyarat

Foto: Cikopi

Untuk membuat pengunjungnya tidak terpaku dengan layar gawai. Kedai Kopi Tuli sengaja tidak menyediakan wifi. Sehingga pengunjung bisa menciptakan obrolan menarik dengan teman-teman Tuli menggunakan bahasa isyarat.

 

3. Kopi siput, campuran kopi dan buah.

https://cdn-brilio-net.akamaized.net/community/content_image/2019/01/31/image_1548887981_5c5227ad316c7.jpg

Foto: Foody.id

Kopi yang disajikan Kopi Tuli berasal dari Papua dan Ciwidey. Kedai ini menghadirkan inovasi dalam produknya. Salah satunya kopi susu siput. Kopi ini paling direkomendasikan. Kopi siput ini merupakan campuran kopi dengan alpukat dan rasanya manis.

Ada pula kopi marmer hitam, kopi arang dengan susu. Jenis produk lainnya adalah kopi wings rasanya lebih manis dan lembut. Dengan harga sekitar Rp18 ribu sampai Rp20 ribu. 






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red