×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Mitos ini masih dipercaya masyarakat Jepang sampai sekarang

0

Life

Mitos ini masih dipercaya masyarakat Jepang sampai sekarang

Mitos tidak hanya ada di negara kita, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Fathur Romadlan

28 / 01 / 2019 09:53

Bicara tentang keyakinan dan adat di beberapa daerah memang bermacam-macam dan ada keunikannya. Sama dengan di negara kita, Indonesia, terdapat beberapa mitos yang masih dianut atau dipercaya secara turun temurun oleh dari orang-orang terdahulu. Di Jepang pun sama, walaupun merupakan negara yang sudah maju dan serba canggih, mereka masih mempertahankan budayanya. Berikut ini beberapa mitos yang masih dianut oleh warga Jepang.

1. Gunting kuku pada malam hari mengakibatkan kematian.

Mitos ini masih dipercaya masyarakat Jepang sampai sekarang

Pasti ada di antara kamu yang merasa risih ketika melihat kuku yang panjang dan kotor. Kamu pun pasti tak segan memotongnya ketimbang harus melihatnya terlalu lama dan merasa terganggu.

Tapi ingat, jika kamu sedang berada di Jepang, jangan pernah melakukan ritual menggunting kukumu pada malam hari. Karena penduduk Jepang percaya bahwa dengan menggunting kuku pada malam hari bisa membuat kamu meninggal. Mitos ini berkembang karena dulu mereka memotong kuku menggunakan pisau, jadi bisa dibayangkan kan ya.

Loading...

 

2. Jangan bersiul di malam hari.

Mitos ini masih dipercaya masyarakat Jepang sampai sekarang

Larangan bersiul pada malam hari diyakini berasal dari kebiasaan para penjahat di masa lalu. Pencuri, penjahat, atau perampok pada umumnya bekerja di malam hari dan menjadikan siulan sebagai alat untuk berkomunikasi.

 

3. Angka sial.

Mitos ini masih dipercaya masyarakat Jepang sampai sekarang

Bagi penduduk Jepang, angka 49 dianggap sebagai hal yang dapat menimbulkan kesialan. Pasalnya, nomor empat memiliki pelafalan mirip dengan kata 'Shi-nu' yang dalam bahasa Jepang berarti mati.

Sedangkan nomor sembilan memiliki pelafalan yang sama dengan kata 'Ku-rushi' yang berarti penderitaan. Oleh sebab itu, angka 49 dianggap memiliki frasa yang mirip dengan kalimat 'menderita sampai mati'. Hmm, bagaimana, apakah sama dengan yang kita tahu ya?





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red