Beberapa produk entertainment tidak dibuat dalam waktu sekejap. Beberapa dari mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari masa pra-produksi, masa produksi, hingga masuk pasca produksi sebelum kemudian dirilis ke pasaran sebagai produk jadi.

Ini berlaku di setiap lini produk hiburan. Seperti misalnya film "Alita: Battle Angel". Butuh waktu sangat panjang (nyaris 16 tahun!) untuk Alita agar dapat menjadi film bioskop dan bisa dinikmati baik fans komik Gunnm/Alita maupun penggemar film fiksi ilmiah pada umumnya. Atau video game Final Fantasy XV yang bahkan bukan disebut Final Fantasy XV saat pertama diperkenalkan ke publik (Final Fantasy Versus XIII; yang merupakan spin-off game utama Final Fantasy XIII). Diperkenalkan tahun 2006, game ini mengalami naik-turun sepanjang waktu developing hingga akhirnya dirilis tahun 2016. Yang berarti butuh sekitar sepuluh tahun untuk Final Fantasy XV agar dapat menjadi game retail sejak masa pra-produksi.

Menurut Ezra Miller, film The Flash akan menggunakan konsep Multiverse

(Sumber gambar: N4G)

Dari dunia DC Comics juga memiliki kondisi ini. Terutama di DC Extended Universe alias film adaptasi buku komik DC. Contohnya adalah film teatrikal The Flash.

Seperti yang dapat dilihat di internet, karakter di film Justice League yang belum dibuat ke dalam film solo kini tinggal Batman, Cyborg, dan The Flash. Untuk Batman kini sudah masuk masa pra-produksi pasca pengumuman Ben Affleck yang menyebutkan kalau dia sudah berhenti berperan sebagai Batman di film-film DC Extended Universe. Tersisa tinggal Cyborg dan The Flash. Walau kedua karakter ini memiliki versi serial TV (Cyborg muncul di Doom Patrol dan The Flash punya serial The Flash dalam Arrowverse-nya CW), namun tetap saja terasa kurang afdol kalau film teatrikal mereka berdua tidak kunjung dibuat.

Menurut Ezra Miller, film The Flash akan menggunakan konsep Multiverse

The Flash versi Justice League & Arrowverse (Sumber gambar: Comicbook)

Baru-baru ini ada kabar update soal film bioskop The Flash dari aktor pemeran Barry Allen / The Flash di Justice League, Ezra Miller.Karakter The Flash merupakan manusia tercepat di muka bumi yang juga disebut sebagai "Speedster". Saking cepatnya The Flash bergerak, dia dapat melakukan time traveling, alias melakukan perjalanan melintasi waktu (yang -secara ilmiah- dapat terjadi jika sesuatu/seseorang memiliki kecepatan sangat tinggi) sehingga The Flash sering mampu berpindah dimensi serta semesta.

Dalam konsep komik DC Comics, ada "Multiverse" di dunia ini. Multiple Universe. Semesta yang beragam jenis. Dan The Flash sanggup mendatangi semesta-semesta tersebut dengan kecepatan berlarinya.

Menurut Ezra Miller, film The Flash akan menggunakan konsep Multiverse

Dua The Flash dari dua semesta yang berbeda (Sumber gambar: Inverse)

Menurut Ezra Miiler dalam sebuah wawancara terkini mengenai kabar kelanjutan produksi film The Flash, dia menyatakan kalau prosesnya memang sedikit lambat karena mereka sedang memantapkan konsep multiverse The Flash agar terlihat dan terasa bagus saat jadi film bioskop.

Untuk yang tahu dan mengenal Barry Allen, mereka pasti tahu kalau dia selalu datang terlambat namun begitu dia tiba, dia selalu sudah membereskan masalah yang ada. Seperti itulah kondisi proses pembuatan filmnya sekarang [tertawa]. Kami memang sedikit telat tapi alasan kenapa kami telat -dan sumpah ini beneran- adalah karena kami semua, termasuk saya, sedang fokus berusaha menciptakan film yang nantinya tidak hanya akan membuat fans The Flash merasa puas namun juga semua penggemar film superheroes akan mendapati hal yang sama. Karena itulah setiap kali kami mendekati titik akhir pra-produksi dan melihat naskah yang ada, kami seringkali menjadi Kayaknya belum seru Kayaknya belum keren. Kami nggak bakal membuat film yang bikin kecewa fans sehingga kami sangat berhati-hati saat melakukan ini, curhat Ezra Miller soal masa pra-produksi film The Flash yang dia bintangi.

Menurut Ezra Miller, film The Flash akan menggunakan konsep Multiverse

Ezra Miller pemeran Barry Allen "The Flash" (Sumber gambar: Cultture)

Mengingat konsep Multiverse yang seru dan potensial menarik, memang wajar jadinya kalau semua yang terlibat di film bioskop perdana The Flash menjadi sedikit paranoid. Jika salah eksekusi, film The Flash bisa tidak mendekati apa yang sudah dicapai oleh film-film DCEU sebelumnya. Dan itu bisa jadi bencana besar.

Kita tunggu kabar selanjutnya dari film ini.

The Flash "Justice League"https://www.youtube.com/watch?v=mwtdsikon1E