×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ketahui media penyebaran Covid-19 dan cara penanganannya

0

Kesehatan

Ketahui media penyebaran Covid-19 dan cara penanganannya

Foto: pixabay.com/id/

COVID-19 dapat menular melalui beberapa media perantara. Apakah mematuhi protokol kesehatan saja sudah cukup?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Salsa Rama N

29 / 07 / 2021 13:15

Saat ini di negara kita sedang mengalami pandemi yang sangat mengkhawatirkan selama setahun ke belakang. Pandemi yang dimaksud adalah Covid-19, penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona dengan gejala utama gangguan pernapasan. Gejala yang dialami penderita bermacam-macam, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Dari hal itu, seseorang yang mengalami gejala ringan dianjurkan untuk isolasi mandiri.

Coronavirus telah merenggut nyawa banyak orang dan menjadikannya termasuk salah satu virus mematikan. Tetapi, yang perlu kamu ketahui bahwa pandemi terburuk di dunia tidak hanya Covid-19 saja, sebelumnya beberapa pandemi terburuk pula pernah terjadi. Pandemi-pandemi yang dimaksud yaitu Wabah Besar London, Flu Asia, Flu Spanyol, Flu Hongkong, Flu 2009 di AS, dan HIV/AIDS. Walaupun Covid-19 bukan berasal dari Indonesia, tetapi kasus virus ini di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi.

Di Indonesia sendiri, data orang yang terinfeksi hingga data yang meninggal dunia tercatat cukup tinggi. Dari hal itu, Indonesia masuk ke peringkat negara dengan kasus aktif tertinggi di dunia dengan beberapa negara lainnya. Sempat terjadi penurunan kasus di Indonesia beberapa bulan terakhir, tetapi saat ini kasus Covid-19 di Indonesia bertambah lagi. Beberapa kota di Indonesia telah ditetapkan sebagai status darurat dan salah satunya di kota penulis sendiri, yaitu Kota Bogor.

Seperti yang sudah kita ketahui, kasus positif terus meningkat yang mengharuskan pemerintah menerapkan PPKM Mikro Darurat. Beberapa tempat umum kembali ditutup sementara dan masyarakat diharuskan membatasi aktivitas di tempat umum. Dari adanya kegiatan-kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang dapat memicu munculnya cluster baru Covid-19. Jika terjadinya kerumunan di tempat umum, maka berpotensi bisa menjadi media penularan virus ini.

Covid-19 bisa menular, memangnya bagaimana sih cara penularannya?

Loading...

Nah, ternyata Covid-19 dapat menular melalui droplet, udara, dan permukaan yang terkontaminasi. Kita pasti sudah banyak mengetahui mengenai fakta-fakta ini. Virus dapat menular karena seseorang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi melalui udara dan droplet ketika seseorang itu batuk, bersin, berbicara dan kegiatan lainnya yang mengeluarkan udara beserta partikel kecil dari hidung atau mulut.

Jika dilihat dari beberapa hal tersebut, muncul anggapan yang mungkin cukup membingungkan sebagian masyarakat, yaitu mengapa sih orang yang tidak pernah keluar rumah pula dapat terjangkit penyakit ini padahal tidak melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi secara dekat?

Beberapa orang mungkin belum menyadari bahwa anggota keluarga pun bisa membawa virus ini ke rumah. Kita memang tidak melakukan kontak secara langsung dengan orang yang terinfeksi, tetapi anggota keluarga yang memiliki kegiatan di luar rumah bisa saja tidak sadar melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Dengan demikian, secara tidak langsung ia telah membawa virus itu ke dalam lingkungan keluarga. Anggota keluarga dapat tertular melalui udara ataupun sentuhan permukaan yang terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi virus ini.

Akhir-akhir ini vaksinasi massal telah dilakukan pemerintah dengan tujuan mencegah penularan virus dan membentuk daya tahan tubuh terhadap virus ini. Di lain sisi, ada pula masyarakat yang masih takut dengan vaksinasi karena beberapa kabar miring mengenai vaksin ini.

Beragam vaksin telah diberikan ke masyarakat dan berbagai efek samping telah bermunculan dari beberapa orang yang menerimanya. Efek samping tersebut yang dikhawatirkan oleh masyarakat, sehingga masih banyak masyarakat yang perlu berpikir kembali untuk melakukan vaksinasi.

Diperketatnya protokol kesehatan pun terus diberlakukan karena cukup banyak masyarakat yang masih belum mematuhi protokol kesehatan. Bahkan masih ada masyarakat yang bepergian keluar rumah dengan sengaja tidak menggunakan masker, kamu bukan salah satunya kan?

Kasus yang terus meningkat juga membuat pemerintah memutuskan RS Lapangan untuk mulai dioperasikan kembali, termasuk RS Lapangan di Kota Bogor yang sebelumnya telah dinonaktifkan. RS Lapangan ini untuk mengatasi pasien dengan gejala sedang dengan harapan bisa mengurangi pasien di RSUD.

Di era pandemi ini kita harus terus melaksanakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah walaupun kita telah divaksinasi. Sebab seseorang yang telah divaksinasi tidak dijamin akan langsung kebal terhadap virus ini, mengapa demikian?

Vaksin ini memerlukan dua kali dosis penyuntikan dan vaksin memerlukan waktu untuk menciptakan kekebalan dalam tubuh kita. Selain itu, sistem imun yang dimiliki seseorang juga berbeda-beda. Jangan pernah berpikir bahwa percuma atau sia-sia mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Demi kebaikan kita semua serta demi penurunan kasus di negara kita, sebaiknya mulailah kesadaran dari dalam diri sendiri terlebih dahulu.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red