Belajar merupakan hal yang sangat penting. Sejak kecil hingga dewasa setip orang harus senantiasa belajar dan mencari ilmu. Dalam belajar, setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik. Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu kita harus mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri. Gaya belajar seperti apa ajasihyang bisa kita gunakan? Menurut Bobby De Potter, gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.Yuk, kita pelajari lebih dalam lagi!

1. Tipe Visual
Kenali 3 tipe belajar ini biar pemahaman dan prestasimu maksimal
Tipe di mana seseorang akan lebih dapat memahami pelajaran melalui pengelihatannya. Tipe visual akan lebih optimal menyerap informasi yang dibaca atau dilihatnya. Tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Itulah mengapa, orang yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik seperti paduan warna dan lainnya. Kelebihan dari tipe ini adalah mereka akan tetap dapat belajar walaupun dalam keadaan yang bising, dan mereka tidak merasa terganggu akan hal tersebut.

Cara belajar yang tepat untuk visual:

a. Belajar dari gambar maupun video yang menarik
b. Membaca buku yang tidak hanya tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi
c. Saat belajar bisa sambil melakukandoodlingagar lebih fokus
d. Gunakan spidol warna-warni saat membuat catatan
e. Membuatmind mappinguntuk memudahkan belajar

2. Tipe Auditori
Kenali 3 tipe belajar ini biar pemahaman dan prestasimu maksimal
Tipe yang sangat mengandalkan pendengaran dalam proses pembelajaran. Tipe ini akan menyerap informasi yang didengarnya secara optimal. Tipe auditori akan lebih mudah dalam memahami sesuatu yang mereka dengar daripada yang harus dibaca. Karena mengandalkan pendengaran, situasi belajar yang bising menjadi kurang menguntungkan karena mereka tidak dapat mendengar dengan optimal. Namun keuntungannya adalah orang-orang dengan tipe belajar auditori biasanya lebih fasih dalam berbicara dan berdiskusi.

Cara belajar yang tepat untuk auditori:

a. Dengarkan musik yang disukai
b. Merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
c. Apabila membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
d. Mendengarkan materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan seksama
e. Belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi

3. Tipe Kinestetik
Kenali 3 tipe belajar ini biar pemahaman dan prestasimu maksimal
Tipe dimana seseorang akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu dicontohkan atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya. Biasanya orang dengan tipe ini merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekadar membaca buku tetapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestetik. Makanya, orang yang memiliki gaya belajar tipe kinestetik biasanya tidak betah berdiam lama-lama di kelas.

Cara belajar yang tepat untuk kinestetik:

a. Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
b. Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari
c. Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
d. Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum
e. Mengikuti ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

Itulah perbedaan dari tiga gaya belajar menurut Bobby De Potter. Setiap orang memiliki metode atau tipe belajar berbeda-beda yang sesuai dengan diri mereka masing-masing. Oleh karena itu, Mulailah belajar dengan menggunakan metode dan tipe pembelajaran yang cocok dengan kita karna dapat membantu dalam memahami pembelajaran dengan lebih optimal.