×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
6 Langkah cepat dan tepat berantas kasus bullying di sekolah

0

Orangtua

6 Langkah cepat dan tepat berantas kasus bullying di sekolah

Bila terlambat masa depan anak akan hancur.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Ismet Maulana

30 / 01 / 2018 18:15

Suka atau tidak, bullying masih menjadi kebiasaan di beberapa sekolah di Indonesia. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah laporan anak yang menjadi korban kekerasan di sekolah sepanjang tahun 2015 mencapai 147 kasus, dengan total di tahun 2014 ada 159 kasus.

Dampak dari bullying banyak anak yang mengalami depresi bahkan pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri karena tidak tahan dengan bullying teman-teman di sekolahnya. Pastinya kita semua tidak ingin peristiwa buruk terjadi pada anak karena bullying. Bila si anak menjadi korban maka resikonya sampai kehilangan nyawa, sedangkan bila si anak lain menjadi tersangka/pelaku maka bisa masuk penjara.

Pakar parenting penggagas Indonesian Strong from Home, Edi menceritakan pengalamannya sendiri tentang langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dan orang tua bila menghadapi masalah bullying pada anak. Cara ini sudah berhasil diterapkan selama 12 tahun di sekolah yang ia kelola karena kerjasama dari guru dan orangtua. Ayah Edi, sapaan akrabnya, tegas terhadap kasus bullying, menurutnya mau berapapun usia si pelaku bully maka tindakannya tetap sama.  Nah berikut langkah-langkah tepat jika anak jadi korban bully di sekolah.

1. Orangtua melakukan proses telusur (penyelidikan) setelah mendapat laporan dari anak bahwa ia di-bully

telusur awal

Loading...

foto: thelist.com

Tanyakan pada anak bagaimana urutan kejadiannya. Biasanya, bullying bukan kejadian tunggal, melainkan kejadian berantai. Siapa yang memulai terlebih dahulu? Cari tahu apakah ada faktor kesengajaan atau tidak.

2. Orangtua bersama guru mewawancarai saksi satu per satu

Wawancara kepada anak

foto: teacher.org

Wawancara satu persatu untuk mendapatkan bukti dan keterangan yang benar. Wawancara lah dengan tenang dan jangan mencak-mencak agar si saksi bisa memberikan keterangan tanpa rasa ketakutan.

3. Guru bersama sekolah berperan sebagai pengadilan

Pengadilan

foto: easily.com

Memutuskan siapa pelaku dan siapa korbannya. Kalau keduanya diberikan hukuman maka korban lah yang merasakan beban yang lebih berat. Berilah ketegasan sangsi berupa edukasi dan konsekuensi untuk pelaku.

4. Guru memberikan konseling kepada orangtua murid pelaku bully

Konseling

foto: neamb.com

Biasanya sumber masalah berasal dari rumah. Rata-rata pelaku bully adalah korban bully di rumah sendiri baik secara verbal maupun non verbal. Ketika anak kerap mendapatkan kekerasan dari orang tua, ia mungkin tak bisa melawan, tetapi ia akan melampiaskannya di sekolah.

5. Bila tidak menggubris, persilakan orangtua mencari sekolah lain yang lebih peduli (dirumahkan)

Tidak menggubris

foto: clickatlife.com

Jika orang tua tetap acuh terhadap masukan dari sekolah, maka persilakan orang tua mencari sekolah lain yang lebih peduli. Bila orang tua tidak mau merubah maka sama saja membiarkan anak menjadi pelaku bully.

6. Lebih baik merumahkan satu atau dua pelaku bullying daripada membiarkan banyak korban mengalami depresi

Merumahkan

foto: perrylocal.org

Sekolah harus tegas menghadapi kasus bullying agar orang tua murid yang mengalami bullying merasa diberi solusi. Lebih baik merumahkan satu dua pelaku bullying agar orang tua mendidiknya daripada membiarkan banyak korban mengalami depresi bahkan kehilangan nyawa.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red