×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
8 Hal ini tunjukkan jika burung gagak lebih pintar dari yang kamu duga

0

Binatang

8 Hal ini tunjukkan jika burung gagak lebih pintar dari yang kamu duga

Padahal burung gagak selama ini dianggap sebagai pertanda buruk.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Istimrora Raka

05 / 03 / 2020 10:12

Burung gagak (crow ataupun raven) dan burung jay termasuk dalam keluarga burung Corvidae. Kamu mungkin merasa kalau burung ini agak menyeramkan. Tidak sedikit yang memandang burung ini sebagai burung pertanda kematian. Tapi ternyata mereka sangat pintar, cukup pintar untuk mencuri pernak-pernik dan makanan.

Sepanjang sejarah, orang-orang telah mengagumi kecerdasan dari burung-burung ini. Perlu diketahui, otak gagak hanya seukuran ibu jari manusia. Jadi, seberapa pintar mereka?

1. Sepintar anak berusia tujuh tahun.

Otak Gagak

Otak gagak mungkin tampak kecil jika dibandingkan dengan otak manusia karena ukuran otak dalam kaitannya dengan ukuran hewan. Kalau diukur berdasarkan perbandingan relatif terhadap ukuran tubuhnya, otak gagak dan otak primata ini sebanding. Menurut Profesor John Marzluff dari Laboratorium Konservasi Penerbangan Universitas Washington, seekor gagak pada dasarnya adalah seekor monyet terbang.

Loading...

2. Bisa mengenali wajah manusia.

Eksperimen Marzluff

Bisakah kamu sebagai manusia membedakan satu gagak dengan gagak lainnya? Dalam hal ini, gagak mungkin lebih pintar darimu karena mereka dapat mengenali wajah manusia secara individu.

Tim peneliti Marzluff menangkap gagak, menandai mereka, lalu membebaskannya. Selanjutnya anggota tim mengenakan topeng yang berbeda. Gagak-gagak itu akan menghampiri dan mengganggu orang-orang yang memakai topeng hanya jika topeng itu telah dipakai oleh seseorang yang telah mengacaukannya.

3. Mereka saling berkomunikasi satu sama lain.

Komunikasi Gagak

Kalau kamu berpikir ada dua burung gagak yang memperhatikanmu dan saling berbunyi seperti sedang membicarakanmu, bisa jadi hal itu benar. Kok bisa?

Dalam penelitian Marzluff, bahkan gagak yang tidak akan pernah ditangkap atau diganggu pun bisa menyerang para ilmuwan ini. Bagaimana cara gagak menggambarkan penyerang mereka ke gagak lain? Komunikasi gagak inilah yang kurang dipahami para peneliti. Intensitas, ritme, dan durasi cakar tampaknya membentuk dasar dari bahasa yang memungkinkan mereka berkomunikasi satu sama lain.

4. Mereka bisa mengingat apa yang kamu lakukan.

Gagak dan Manusia

Ternyata gagak dapat menularkan dan meneruskan “dendam” kepada keturunannya, bahkan generasi gagak berikutnya yang “diperalat” oleh para ilmuwan bertopeng. Kasus dan bukti lain dari tajamnya ingatan gagak datang dari Chatham, Ontario. Sekitar setengah juta burung gagak akan berhenti di Chatham pada rute migrasi mereka, di mana hal tersebut mengancam tanaman pertanian warga sekitar. Walikota Chatham menyatakan perang terhadap gagak dan perburuan pun dimulai. Sejak itu, burung gagak yang biasanya melewati Chatham mulai terbang cukup tinggi untuk menghindari tembakan. Namun, ini tidak menghentikan mereka untuk meninggalkan kotoran di seluruh kota.

5. Mereka bisa memakai 'peralatan' dan memecahkan masalah.

Gagak Membuat Alat

Gagak adalah satu-satunya hewan non-primata yang bisa membuat dan menggunakan 'alat' baru dari benda-benda di sekitarnya. Selain menggunakan tongkat sebagai tombak dan kait, gagak akan menemukan cara untuk membengkokkan sebuah kawat untuk membuat alat, bahkan walaupun mereka belum pernah menemukan kawat sebelumnya.

Dalam dongeng Aesop tentang The Crow and the Pitcher, seekor gagak yang haus menjatuhkan batu ke dalam kendi air untuk menaikkan ketinggian air untuk minum. Para ilmuwan menguji apakah gagak asli benar-benar sepintar gagak dalam cerita ini. Mereka menempatkan makanan di dalam tabung yang dalam. Burung-burung gagak yang diuji kemudian menjatuhkan benda-benda padat ke dalam air sampai makanan itu terapung dan berada dalam jangkauan. Bayangkan, anak-anak manusia saja baru mendapatkan pemahaman tentang perpindahan volume ini di usia sekitar lima hingga tujuh tahun.

6. Gagak merencanakan masa depan.

gagak Merencanakan Masa Depan

Merencanakan masa depan bukan hanya sifat manusia, gagak pun juga bisa. Gagak tidak hanya merencanakan apa yang akan dilakukan di masa depan tetapi juga mempertimbangkan pemikiran gagak lain. Ketika seekor gagak menyimpan makanan, ia melihat sekeliling untuk mengetahui apakah ia sedang diamati. Jika si gagak melihat hewan lain sedang menonton, gagak akan berpura-pura menyembunyikan harta karunnya, walaupun sebenarnya mereka akan benar-benar menyembunyikannya di balik bulunya. Burung gagak kemudian terbang pergi untuk menemukan tempat rahasia baru. Jika seekor gagak melihat gagak lain menyembunyikan hartanya, ia akan tahu tentang ini dan tidak akan tertipu. Sebagai gantinya, ia akan mengikuti gagak pertama untuk menemukan timbunan barunya.

7. Mereka jago beradaptasi dengan keadaan sekitar.

Adaptasi Gagak

Gagak telah beradaptasi dengan kehidupan di dunia yang didominasi manusia. Mereka memperhatikan apa yang kita lakukan dan belajar dari kita. Gagak terlihat menjatuhkan kacang di jalur lalu lintas, sehingga mobil akan melindasnya dan kacang akan terbuka. Ini sendiri mungkin membuat gagak lebih pintar daripada kebanyakan pejalan kaki. Dalam suatu penelitian, gagak juga diketahui bisa menghafal jadwal restoran dan hari buang sampah untuk memanfaatkan waktu pemulungan makanan yang prima.

8. Mereka mengerti konsep analogi.

Gagak Mengerti Analogi

Kamu pasti tahu dan pernah melakukan tes potensi akademik. Nah, di dalam tes tersebut juga ada soal tentang konsep analogi. Gagak tidak mungkin mengalahkan manusia dalam tes standar, tapi mereka benar-benar memahami konsep abstrak, termasuk analogi.

Ed Wasserman dan timnya yang berbasis di Moskow melatih gagak untuk mencocokkan item yang sama satu sama lain (warna yang sama, bentuk yang sama, atau nomor yang sama). Selanjutnya, burung-burung itu diuji untuk melihat apakah mereka dapat mencocokkan objek yang memiliki hubungan yang sama satu sama lain. Misalnya, lingkaran dan kotak akan dianalogikan dengan merah dan hijau daripada dua jeruk. Gagak tersebut ternyata bisa mengaplikasikan konsep analogi dengan sangat baik, bahkan tanpa pelatihan sedikitpun.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red