×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Elemen penting untuk mencintai secara penuh kasih dan kesadaran

0

Cinta

5 Elemen penting untuk mencintai secara penuh kasih dan kesadaran

Foto: cottonbro from Pexels

Cinta mudah sekali dikatakan tetapi tak mudah untuk dilakukan. Bagaimana cara untuk bisa menjalin hubungan yang penuh kasih dan kesadaran?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Ellyana Dwi Farisandy, M.Psi., Psikolog

06 / 01 / 2022 13:24

Kita semua memahami bahwa cinta merupakan hal yang selalu kita butuhkan—sejak kecil bahkan hingga dewasa saat ini. Sayangnya, tidak semua orang mendapatkan cinta yang dibutuhkan saat masih kecil. Padahal, cinta adalah fondasi agar kita bisa lebih mengenal diri sendiri pun menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain. David Richo menjelaskan bahwa terdapat lima elemen penting sehingga kita bisa mencintai seseorang secara utuh dan penuh. 

1. Attention.

Atensi atau perhatian berarti kita sadar penuh dan hadir utuh di saat ini—tidak hanya untuk diri kita namun juga untuk orang lain. Saat berhubungan dengan orang lain, kita akan merasakan apakah dia benar-benar ada untuk kita atau hanya fisiknya yang hadir bersama kita.

Misalnya, ketika kita sedang mengobrol, coba perhatikan. Apakah tubuh dan pikirannya sedang bersama kita atau dia sedang memikirkan hal lain sehingga obrolannya menjadi tidak nyambung pun balasannya sangat singkat?

Atensi juga berbeda dengan pengawasan. Memberikan perhatian tidak sama dengan mengawasi setiap gerak gerik yang kita lakukan. Kita tidak hanya menjadi observer, namun juga masuk ke dalam dunianya—berusaha memahami dan hadir se-apa adanya.

Loading...

Kita semua membutuhkan seseorang yang benar-benar memahami perasaan dan pikiran kita, pun mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita. Jika kamu menyadari bahwa pada saat kecil kamu sering kali diabaikan dan tidak divalidasi, kamu bisa mulai memberikan perhatian itu kepada diri kamu sendiri. Luangkan waktu untuk lebih dekat dengan diri sendiri. Tanyakan apa yang kamu butuhkan, dengarkan apa yang kamu rasakan dan pikirkan, serta berikan perhatian untuk diri kamu sendiri.

2. Acceptance.

Acceptance atau penerimaan berarti kita berusaha untuk menerima seseorang secara utuh dan apa adanya. Tidak membandingkan dia dengan orang lain, pun memaksa dia berubah sesuai dengan versi yang kita mau. Apakah kamu pernah memiliki pengalaman di mana kamu harus menjadi “seseorang” dulu untuk mendapatkan cinta dan penerimaan dari orang tua? Misalnya: “Mama akan sayang sama kamu kalau kamu dapat ranking 1”. Akibatnya apa? Akibatnya, kita akan merasa bahwa diri kita tidak akan pernah cukup. We are craving more and more—validation.

Kita perlu memahami bahwa anak bukanlah sebuah trophy, pun realisasi mimpi orang tua yang belum selesai. Kita tidak perlu melakukan sesuatu pun membuktikan sesuatu agar dapat diterima dan dicintai oleh orang lain. Kenapa? Because we are already enough, as it is. Kita bisa mulai dengan mengatakan pada diri sendiri, ”I’m worthy, I’m enough”. Dengan adanya penerimaan yang dimulai dari diri sendiri, harga diri kita akan meningkat pun kita menjadi lebih percaya diri. 

3. Appreciation.

Appreciation adalah bagaimana kita memberikan pujian dan juga penghargaan tidak hanya bagi diri kita sendiri namun juga orang lain. Penghargaan akan memperkuat suatu hubungan. Ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain, kita akan mengharapkan orang lain mengatakan “terima kasih”. Perlu diingat bahwa ini bukanlah hal yang egois karena terkadang apresiasi merupakan bahwa transaksi atau urusan kita telah selesai.

Kita tahu bahwa ada yang salah dalam suatu hubungan ketika tidak ada rasa syukur ataupun apresiasi yang diucapkan. Apresiasi tidak harus diikuti oleh hadiah yang mahal. Namun juga bisa dengan pelukan, tepukan di punggung, kalimat “waw you’re doing great! I’m proud of you”, juga hal-hal kecil lainnya. Kita semua perlu mendapatkan penghargaan tidak hanya karena hasil yang kita peroleh namun juga karena usaha dan perjuangan kita untuk mendapatkan hasil tersebut. 

4. Affection.

Memberi dan menerima cinta adalah kebutuhan utama kita sebagai manusia. Dalam mengekspresikan cinta, kita memiliki afeksi atau sering dikenal sebagai kedekatan secara fisik pun emosional. Afeksi bisa berupa pelukan, diberikan pujian, perhatian, dan sebagainya.

Uniknya, cara kita dicintai di awal kehidupan kita adalah cara kita ingin dicintai sepanjang hidup kita. Setiap sel dari tubuh kita mengingat cinta yang pernah diberikan oleh orang terkasih yang bahkan tidak diingat oleh otak kita. You are loved the way you are. Kebutuhan akan afeksi akan terpenuhi jika kita dicintai tanpa syarat oleh orang yang signifikan—termasuk diri kita sendiri. 

5. Allowing.

Allowing berarti membiarkan seseorang menjadi diri mereka sendiri. Dia bebas untuk melakukan sesuatu dengan cara terbaik yang bisa ia lakukan—tentunya dengan batasan yang sehat. Terkadang, orang tua banyak sekali memberikan aturan, pengharapan dan syarat yang membuat kita terkukung dan akhirnya tidak bisa menjadi diri kita apa adanya. Akibatnya, kita menjadi ragu dan tidak percaya dengan kemampuan kita sendiri. Kita terus menerus merasa khawatir melakukan kesalahan dan merasa kehilangan arah.

True allowing also means letting someone go. To allow is to stand aside when someone needs space from us or even leaves us”. Anak tidak selalu bersama kita seumur hidup. Ada saatnya dia akan pergi menjalani kehidupannya sendiri—sehingga kita perlu memberikan kebebasan yang bertanggung jawab sehingga dia bisa mandiri serta meraih potensi terbaiknya. 

Kita semua membutuhkan lima elemen penting tersebut untuk bisa menjalin hubungan yang sehat, penuh kasih, dan berkesadaran. Jika kamu tidak mendapatkan hal tersebut di masa kecil, kamu bisa memulainya saat ini. Mulailah untuk memberikan perhatian kepada diri sendiri, menerima diri apa adanya, memberikan apresiasi, afeksi, serta membiarkan diri menjadi versi terbaikmu.  

"….karena perubahan selalu dimulai dari diri sendiri."

Selamat berproses, ya!

 

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red