Sudah sebulan masa karantina masyarakat Indonesia dan Work From Homeberjalan. Ditambah lagi di Indonesia diterapkan PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga masyarakat yang hendak keluar rumahnya harus mengikuti peraturan yang dibuat oleh Kemenkes dan Pemerintah.

Saat ini masyarakat juga sudah mulai gelisah karena banyak perusahaan mem-PHK-an karyawannya (terutama outsourcing) karena 'tidak sanggup' untuk membayar gajinya selama bekerja. Hal ini memengaruhi sisi mental, finansial, dan fisik masyarakat di Indonesia.

Lalu, antisipasi apa yang dapat dilakukan dalam masa karantina #dirumahaja?Beberapa di antaranya adalah menjaga kondisi fisik, olahraga, mempelajari keterampilan baru, merawat diri, menjaga kondiis mental, bedoa, meditasi, banyak bersyukur, menjaga kondisi finansial, mengecek arus kas, mengecek dana darurat, memastikan asuransi kesehatan, mencatat pengeluaran, membuat alokasi anggaran, dan menambah penghasilan dari #dirumahaja.

Sedangkan untuk mengelola keuangan saat pandemi Covid-19 ini dibutuhkan skala prioritas sebagai berikut:

1. Siapkan uangcash untuk dana darurat.

Dana darurat ini bisa didapat dari menyisihkan uang sebelum masa pandemi Covid-19, mengatur kembali pengeluaran yang dilakukan, menambah penghasilan dari rumah seperti jualan online ataumengadakan online course.

2. Kebutuhan pokok.

Apakah kebutuhan pokokmu selama 1-2 minggu sudah tercukupi? Kalau sudah tercukupi, maka simpan uangnya.

3. Kewajiban.

Apabila ada utang, segera lunasi karena itu merupakan kewajiban yang perlu dipenuhi. Jika tidak, maka dapat merusak alokasi anggaran yang kamu buat.

4. Kepedulian sosial.

Sebagai makhluk sosial, kita harus saling membantu satu sama lain dalam melawan pandemi Covid-19 ini. Dengan begitu, masa pademi Covid-19 dapat berangsur pulih seperti kehidupan normal kembali.

5. Investasi.

Kita harus memutar uang melalui Investasi. Bisa melalui investasi saham atau investasi emas.