×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
4 Tradisi unik ini hanya dapat ditemui di Indonesia

0

Jalan-Jalan

4 Tradisi unik ini hanya dapat ditemui di Indonesia

Tradisi ini hanya ada di Indonesia dan keberadaannya pun sudah mulai ditinggalkan.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Ilfa Rosidah

19 / 03 / 2019 12:37

Tak hanya punya keanekaragaman alam, suku yang ada di Indonesia juga tak kalah bervariasi dengan masing-masing tradisi. Menurut sensus BPS di 2010 seperti yang dilansir dari laman bps.go.id (01/11), total ada 1.340 suku yang menghuni Sabang sampai Merauke, dan masing-masing suku itu memiliki adat dan tradisi yang beragam. Dari sekian banyak tradisi dari berbagai suku, berikut adalah beberapa tradisi unik yang ada di Indonesia dan wajib kamu ketahui.

1. Ikipalin - Papua.

termasuk tradisi ekstream

Ikipalin merupakan salah satu tradisi aneh dari Papua. Tradisi aneh ini dilakukan oleh suku Dani dari Wamena, Papua. Suku Dani memotong jarinya sebagai lambang kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarga yang meninggal.

Tradisi yang terbilang ekstrem ini akan dilakukan bila ada salah satu anggota keluarga atau kerabat dekat yang meninggal dunia seperti suami, istri, ayah, ibu, anak, dan adik. Suku Dani wajib memotong jarinya sebagai simbol sakitnya saat kehilangan anggota keluarga, dan untuk mencegah terulang kembali malapetaka yang telah merenggut nyawa anggota keluarga mereka. Seiring dengan berkembangnya zaman serta pengaruh agama yang mulai masuk hingga ke pelosok Papua membuat tradisi ikipalin sudah mulai ditinggalkan.

Loading...

 

2. Ma’nene - Sulawesi.

tradisi ma'nene

Tana Toraja memang dikenal dengan berbagai macam warisan budayanya yang sangat kaya dan tentunya memiliki keunikan tersendiri. Ma’nene merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah ratusan tahun meninggal dunia. Prosesi dari tradisi Ma'Nene dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane untuk mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal. Patane merupakan sebuah kuburan keluarga yang bentuknya menyerupai rumah. Lalu, setelah jasad dikeluarkan dari kuburan, kemudian jasad itu dibersihkan. Pakaian yang dikenakan jasad para leluhur itu diganti dengan kain atau pakaian yang baru. Ritual ini mempunyai makna yang lebih, yakni mencerminkan betapa pentingnya hubungan antar anggota keluarga bagi masyarakat Toraja, terlebih bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meninggal dunia. Masyarakat Toraja menunjukkan hubungan antar keluarga yang tak terputus walaupun telah dipisahkan oleh kematian. Ritual ini juga digunakan untuk memperkenalkan anggota-anggota keluarga yang muda dengan para leluhurnya. Walaupun sudah tidak banyak yang melakukan ritual ini, tapi di beberapa daerah seperti Desa Pangala dan Baruppu masih melaksanakannya secara rutin tiap tahun. Dikutip dari indonesiakaya.com.

 

3. Sijagang Laleng Lipa.

tradisi Sijagang Laleng Lipa

Suku Bugis yang sebagian besar terletak di Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri dalam adat dan budayanya. Sigajang Laleng Lipa kerap dilakukan di masa kerajaan lampau untuk menyelesaikan masalah dengan pertarungan. Dua orang pria akan disatukan dalam sebuah sarung dan kemudian dipersilakan bertarung. Tak jarang dua pihak yang bertarung akan sama-sama meninggal, hidup, atau hanya salah satunya yang meregang nyawa. Namun demikian, tradisi ini sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat Makasar. Unsur filosofinya memang masih dipegang teguh, namun hanya sekadar diwujudkan dalam pertunjukan seni budaya.

 

4. Kerik Gigi – Suku Mentawai.

tradisi kerik gigi di suku mentawai

Seperti yang dikutip dari laman goodnewsfromindonesia.id (28/12), menjelaskan bahwa tradisi kerik gigi merupakan cara wanita Mentawai untuk tampil cantik dan juga sebagai penanda kedewasaan wanita. Makna dari tradisi ini adalah untuk mengendalikan diri dari 6 sifat buruk manusia yang sudah tertanam sejak dulu, yakni hawa nafsu (Kama), tamak (Lobha), marah (Krodha), mabuk (Mada), iri hati (Matsarya) dan bingung (Moha). Penduduk Suku Mentawai percaya bahwa wanita bergigi runcing seperti hiu memiliki nilai yang lebih daripada yang tidak. Hal ini yang mendasari keinginan wanita Suku Mentawai untuk melakukan tradisi ini meski harus menahan sakit dan ngilu yang luar biasa ketika proses peruncingan gigi.

 





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red