×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
4 Asumsi asal suara dentuman Jabodetabek, mana yang kamu percaya?

0

N/A

4 Asumsi asal suara dentuman Jabodetabek, mana yang kamu percaya?

Masih belum jelas asal suara dentuman yang terdengar di Jabodetabek pada Sabtu (11/4) lalu.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Dean

20 / 04 / 2020 18:58

Seperti diketahui dentuman besar terdengar pada Sabtu (11/4) dini hari. Banyak masyarakat yang mengaitkan asal suara dentuman itu berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa suara dentuman itu bukan berasal dari aktivitas gempa tektonik.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengungkapkan pihaknya belum mengetahui dari mana sumber suara tersebut. Untuk itulah banyak yang menerka-nerka asal dentuman misterius ini, berikut ini empat asumsinya.

1. Berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

GAK

Ahli vulkanologi yang juga mantan Kepala Badan Geologi dan Kepala PVMBG, Surono alias Mbah Rono menyebutkan suara dentuman itu berasal dari erupsi GAK. Ia mengungkapkan dakwaannya itu berdasarkan asumsi bahwa letusan gunung api adalah sumber dentuman.

Loading...

Mbah Rono menambahkan kejadian dentuman serupa terjadi pada 25-26 Desember 2018 silam pasca tsunami Selat Sunda, diketahui ternyata dentuman terekam di stasiun BMKG Lampung adalah bersumber dari erupsi GAK.

Saat isolasi diri, aktivitas yang sepi membuat dentuman menjadi terasa jelas. Ihwal sebagian wilayah mendengar sebagian tidak menurutnya itu tergantung pada tekanan dan temperatur yang belum tentu sama pada setiap daerah.

Ia meyakinkan bahkan saat siang sebenarnya dentuman terjadi seiring dengan pertumbuhan GAK, namun tidak terdengar karena bising kendaraan, dll. Ini terjadi saat sepanjang 2018 di Banten. Mbah Rono menambahkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan, menurutnya fenomena dentuman adalah fenomena alam yang wajar.

2. Fenomena skyquake: Petir di Gunung Gede dan Gunung Salak.

Skyquake

Pos Gunung Gede, Puncak, Bogor mendengar dentuman sekitar pukul 22.00 WIB, saat itu hujan petir. Sedangkan di Gunung Salak terdengar dentuman menjelang subuh. Diduga petir yang terjadi di Gunung Gede adalah skyquake. Hal itu bukanlah fenomena aneh karena skyquake kerap terjadi di berbagai belahan dunia. Skyquake sendiri diartikan sebagai suara-suara yang disebabkan fenomena atmosfer langka.

3. Pergerakan lempeng tektonik.

BMKG meneliti kondisi GAK

Asumsi satu ini adalah berasal dari kebanyakan netizen, salah satunya ialah Saptono Linggarto. Ia mengungkapkan kemungkinan suara dentuman itu adalah gema dari pergerakan lempeng tektonik yang bergetar melalui udara ke atmosfer. Menurutnya di sekitar Jakarta sebenarnya ada patahan tektonik yang masih diteliti, salah satunya Sesar Baribis mulai dari Cilacap, Subang sampai Tangerang.

Berkaitan dengan ini pula spekulasi yang beredar mengungkapkan bahwa mungkin saja telah terjadi gempa bumi dangkal yang dapat menyebabkan getaran dari bawah menjadi terdengar di langit.

4. Asumsi lain.

Gunung salak

Kabar bahwa adanya perusahaan besar yang sedang melakukan pengeboran gas alam di Gunung Salak senter menjadi salah satu teori konspirasi yang mengakibatkan dentuman.

Nah, itu dia empat asumsi asal dentuman Jabodetabek lalu. Bagaimana menurutmu? Silakan komentar di bawah, ya.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red