Brilio.net - Sepertinya sudah menjadi hal yang biasa terjadi ketika seorang cowok menraktir ceweknya saat sedang jalan bareng. Bahkan tak jarang seorang cowok juga memberikan banyak hadiah kepada pacarnya. Memang sih, banyak juga cewek yang juga sadar jika hubungan seperti itu tak sehat, tapi ada juga yang menganggap hal itu wajar sebagai bukti cinta kasihnya kepada pasangan.

Persepsi yang sudah tertanam lama ini pun seakan menjadi pakem yang digunakan remaja dalam berhubungan. Tapi cerita Ujang (nama samaran), warga Kuningan Jakarta ini sepertinya bisa menjadi refleksi atas hal itu. Tapi kisah yang diceritakan cowok berusia 24 tahun ini ternyata bukan kisahnya sendiri, melainkan kisah adik kandungnya, sebut saja dia Ade.

Ujang bercerita jika Ade yang hanya beda satu tahun dari dirinya ini tinggal bersamanya di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Adiknya lah yang membantunya setiap hari berjualan bubur ayam di sebuah ruko di Lenteng Agung.

Jalinan kasih antara Ade dan Nia sudah terjadi lama. Mereka berdua jadian sejak Nia masih kelas 1 SMA. Menurut Ujang, boleh dikatakan hubungan mereka cukup romantis, satu sama lain saling mendukung. Ade mendukung Nia yang masih berlajar, Nia mendukung Ade yang bekerja. Hubungan itu pun bertahan lama hingga Nia yang juga asli Kuningan itu lulus.

Tapi semakin lama hubungan mereka menjadi tak sehat. Entah karena faktor lamanya hubungan atau apa, Ade semakin royal dengan pacarnya. Tak tanggung-tanggung, Ade bahkan merelakan uang gajinya untuk membelikan Nia smartphone seharganya sekitar Rp 1,5 juta.

Loading...

"Ade membelikan handphone pas Nia kelas 3 SMA, Ade ngumpulin uang dari kerja kerasnya," kata Ujang kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Rabu (10/2).

Bagi Ujang dan Ade, uang Rp 1,5 juta tak bisa dikatakan sedikit. Karena ibunya yang seorang janda tak bekerja, maka kebutuhan hidup ibu dan biaya sekolah adiknya bersumber dari mereka berdua. Tapi selama ini yang konsisten memberikan uang dengan jumlah yang lumayan adalah Ujang, sedangkan Ade hanya memberikan uang sedikit. Padahal untuk kehidupan sehari-hari saja mereka belum bisa dikatakan cukup, tapi Ade malah memberikan smartphone kepada pacar secara cuma-cuma.

Tak hanya membelikan smartphone, kata Ujang, Ade sering mengajak jalan dan menraktir Nia. Lumrahnya hubungan, sesekali Ade pun memberikan hadiah ke pasangannya. "Tapi ternyata Ade nggak hanya kasih hadiah ke Nia, tapi juga ke kakaknya. Dia pernah kasih hadiah helm spesial buat kakak Nia," lanjut Ujang.

Hingga suatu hari, ketidakharmonisan hubungan Ade dan Nia semakin kentara. Puncaknya terjadi pada Oktober tahun lalu, saat Ade meminta Nia yang bekerja sebagai baby sitter di suatu perumahan mengambil libur kerja. Saat itu, Ade ingin mengajak Nia pulang bareng ke Kuningan.

Nia ternyata tak mau dan seakan mencari-cari alasan. Karena masalah itu, Nia tiba-tiba melontarkan kata putus untuk Ade. Yang membuat Ade sakit, sebulan setelah putus tiba-tiba Nia memasang display picture BlackBerry Messenger dengan cowok lain. Hati Ade pun seakan tercabik-cabik, tapi ia tak mau larut dalam kesedihan.

"Awalnya Ade nggak pernah cerita tentang hubungannya dengan saya, tapi setelah kejadian itu, dia menceritakan kisahnya kepada saya," kata Ujang.

Karena sekarang Ade jomblo dan jarang keluar nongkrong, kini ia bisa memberikan uang saku ke adiknya yang sedang sekolah di SMK di daerah Kuningan. Sejak saat itu juga Ade lebih rajin menabung.

"Sekarang ia bertekat fokus membiayai sekolah adiknya sampai lulus. Alhamdulillah juga semenjak putus dia lebih fokus ke masa depan," kata Ujang.

Ujang berharap jika mereka yang membaca cerita ini bisa mengambil hikmah dari kisah Ade. Bagi Ujang, keluarga harus diprioritaskan daripada sekadar pacar yang belum tentu jadi pasangan di pelaminan.

Cerita ini disampaikan oleh Ujang melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!