Brilio.net - Jika biasanya, perempuan akan mencari pasangan hidup yang mapan secara finansial, lain halnya bagi seorang gadis Rusia bernama Sophia. Perempuan berusia 22 tahun ini memutuskan melabuhkan hatinya untuk seorang pria miskin. Tak hanya itu, Sophia pun memiliki laki-laki yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan dirinya.

Kisah bermula saat gadis asal Rusia ini datang ke perbatasan Heihe, China sekitar lima tahun lalu. Sophia datang ke China untuk melanjutkan studinya.

Ia memiliki ketertarikan dengan budaya oriental yang kental di China. Semenjak tinggal di Negara Tirai Bambu, Sophia semakin jatuh hati. Kini ia juga telah bekerja di sebuah perusahaan di negara tersebut.

Sophia-Chen © 2017 brilio.netfoto: worldofbuzz.com

Rasa ketertarikan Sophia pun menjalar pada masyarakatnya. Pada tahun 2016 lalu, ia bertemu dengan seorang warga setempat melalui temannya. Pria yang dikenalkan tersebut bernama Chen.

Loading...

Sophia yang telah fasih berbahasa Mandarin pun dapat berkomunikasi baik dengannya. Benih-benih asmara pun tumbuh di antara keduanya. Mereka pun akhirnya menjalin kisah cinta. Selang enam bulan usai berpacaran, Chen memberanikan diri untuk melamar pujaan hatinya.

Dalam keseharian Chen adalah seorang penambang batu bara sederhana. Kehidupannya tak bergelimang harta. Dilansir brilio.net dari laman Worldofbuzz, Rabu (5/4), disebutkan bahwa Chen adalah orang biasa yang tak memiliki mobil, tabungan, ataupun rumah.

Sophia-Chen © 2017 brilio.netfoto: worldofbuzz.com

Sophia yang telah jatuh cinta pada pandangan pertama pun memutuskan untuk menerima lamaran Chen. Demi sang kekasih, Sophia mengajukan pengunduran diri di perusahaan.

Ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan menyusul Chen di area pertambangan. Suasana pertambangan yang jauh dari kata bersih tak mengabaikan niatnya menemui Chen. Selama dua bulan, Sophia menemani Chen di sebuah perumahan dekat tempat penambangan.

Tak berselang lama, Chen pun ikut mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ia berencana untuk membangun bisnis bersama istri di Rusia. Mereka pun berencana untuk mengunjungi rumah Sophia dan melangsungkan upacara pernikahan resmi.

"Saya percaya bahwa cinta adalah hal yang paling penting. Kita hanya perlu bekerja keras, dan saya yakin bahwa kita akan segera dapat membeli rumah dan mobil," ujar Sophia.