Brilio.net - Lahir dalam keadaan normal dan sehat tentu menjadi keinginan setiap anak. Namun memang tak semua demikian, sebagian anak terlahir dalam keadaan yang memiliki kekurangan. Hingga akhirnya mereka harus berjarak dengan teman-teman sebayanya yang normal. Seperti halnya yang dialami Eli Julia dan Megan Maron, dua anak asal negeri Paman Sam yang terlahir dengan keadaan Sindrom sehingga harus di sekolah berkebutuhan khusus.

Keduanya mengidap Sindrom Down, penyakit kelainan genetik yang terjadi pada kromosom, yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mentalnya. Namun meski berada di lingkungan orang-orang berkebutuhan khusus, bisa jadi di situ Eli menemukan orang spesial dalam hidupnya. Saat pertama kali masuk di sekolah tersebut, Eli berjumpa Megan, pria yang kemudian selalu menemaninya sejak awal masuk sekolah di usia 8 tahunan.

Kebersamaan Eli dan Megan saat kecil

 Eli dan Megan © 2016 brilio.net

Dikutip dari Viral For Real, Senin (16/5), keduanya tumbuh dewasa bersama. Meski tak pernah menyatakan perasaan suka pada Eli, Megan selalu ada di sisinya di sekolah. Di antaranya menemani istirahat, bahkan ke kantin. Sampai akhirnya Megan didorong para pengajar untuk berani mengungkapkan perasaan sukanya pada Eli. Megan pun memberanikan diri dengan mengajak Eli menghadiri pesta prom night.

Loading...

Saat keduanya bersama di sekolah dan ketika Megan menyatakan cinta kepada Eli

 Eli dan Megan © 2016 brilio.net

Megan mengajukan ajakan kencan tersebut melalui sebuah kertas bertuliskan, 'Maukah kamu menjadi kekasihku gadis yang mendampingiku dalam pesta?'. Megan menyampaikan ajakan tersebut di depan teman-temannya yang menyanyi. Eli ternyata mengiyakan permintaan cinta dari Megan. Keduanya lalu menjalin asmara hingga sekarang.

Tumbuh dewasa bersama saling mencintai

 Eli dan Megan © 2016 brilio.net

Kisah Eli dan Megan menunjukkan bahwa bagaimana pun orang lain memandang sebelah mata, selalu ada orang lain yang mampu menerima kekurangan tersebut dan melihat kelebihan yang dimilikinya.