Brilio.net - Ramadan sering kali menjadi momen yang pas buat ngerem sejenak dari hiruk pikuk harian. Ada waktu untuk refleksi diri sambil menata niat yang lebih oke lagi. Melihat suasana ini, Cetaphil mengajak generasi muda meraih keberkahan lewat campaign "Hydrating Your Life with Barakah" dengan hashtag #MulaiDenganBerkah. Kolaborasi bareng The Barakah Communication dan Habits Media Network ini punya tujuan menarik, yaitu mengisi tiap sudut hidup dengan keberkahan. Ada tiga rangkaian pengalaman berbeda dalam Barakah Journey yang ditawarkan, mulai dari urusan energi, hubungan antarmanusia, sampai spiritualitas.

Ramadan Sebagai Waktu Pas Buat Merawat Diri Luar Dalam

istimewa istimewa

foto: Cetaphil

Merawat diri di bulan suci ternyata punya makna yang jauh lebih luas dari sekadar rutinitas biasa. Iqra Mahrezka sebagai perwakilan dari Cetaphil menyebutkan bahwa Ramadan adalah waktu ketika banyak orang berusaha memperbaiki diri dari sisi spiritual, relasi, maupun personal. Melalui campaign ini, ada ajakan untuk mulai peduli pada diri sendiri secara menyeluruh. Jadi, merawat diri bukan cuma soal menjaga kesehatan kulit saja, tapi juga memberikan ruang untuk refleksi dan memperkuat hubungan dengan sesama.

Aktivitasnya pun beragam agar audiens tetap merasa terhidrasi secara fisik, emosional, dan spiritual. Ada sesi Barakah in Energy yang menggandeng SANA Studio dan Barakah in Relationship bersama Rumah Pohon. Selain acara tatap muka, ada juga dukungan harian melalui grup WhatsApp Barakah Moves. Lewat pesan singkat berisi pengingat kebaikan dan inspirasi ringan di layar HP, setiap peserta bisa terus menjaga semangat positif sepanjang bulan. Langkah ini diambil supaya momen Ramadan tidak lewat begitu saja tanpa makna yang mendalam bagi personal masing-masing.

Mengejar Keberkahan di Penghujung Ramadan Bareng Ustadz Faris BQ

istimewa istimewa



foto: Cetaphil

Memasuki sesi penutup yang bertajuk “Barakah in Spiritual – The Last 10 Nights, The Greatest Barakah”, fokus beralih pada persiapan hati menjelang akhir bulan suci. Sesi ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan duniawi dan aktivitas di smartphone. Ustadz Faris BQ dalam kajiannya mengingatkan pentingnya memanfaatkan 10 malam terakhir Ramadan. Pada waktu tersebut, terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan sebagai bentuk kasih sayang kepada manusia.

Keberkahan di penghujung Ramadan ini bisa dirasakan dalam berbagai bentuk. Ustadz Faris BQ menjelaskan bahwa ada keberkahan waktu yang mengajak manusia untuk tidak terus terjebak dalam kesibukan dunia. Selain itu, ada keberkahan dalam beramal yang membuat setiap kebaikan terasa lebih bermakna serta keberkahan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Momen itikaf juga menjadi kesempatan emas untuk kembali menata fokus hidup.

Fokus yang tadinya lebih banyak berpusat pada diri sendiri dan urusan dunia, kini digeser menjadi lebih berorientasi kepada Allah SWT. Melalui langkah ini, Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah perjalanan untuk memulai kembali dengan penuh keberkahan.

Tentang Cetaphil 

Sejalan dengan semangat itu, merawat diri dengan cara yang paling lembut juga menjadi bentuk rasa syukur. Cetaphil hadir sebagai brand yang direkomendasikan dokter kulit untuk menjaga kulit sensitif. Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun, setiap produknya teruji klinis mampu memperkuat skin barrier dan memberikan hidrasi maksimal. Dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia, Cetaphil adalah solusi harian yang aman agar kulit tetap sehat dan nyaman di bulan suci ini.