Brilio.net - Bisa dikatakan tak ada rumah tangga pasangan suami-istri yang adem-ayem. Meski sedikit, pasti ada kerikil yang menjadikan kehidupan rumah tangga jadi lebih berwarna. Kerikil itu kini ternyata dialami oleh Rani yang tinggal di Sijunjung, Sumatera Barat. Perempuan 27 tahun ini mengaku rumah tangganya sedang kurang harmonis. Tapi bukan karena dia dan sang suami, melainkan karena orangtua dan saudara-saudaranya.

Rani mengaku meskipun ia dan suaminya Rudi belum mempunyai momongan, tapi mereka tak hanya tinggal berdua. Ada ibu Rani yang tinggal bersama mereka.

"Ibu kan sudah nggak punya rumah dan ditinggalkan ayah, jadi saya ajak tinggal di rumah saya," cerita Rani kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Senin (22/2).

Selain ibu Rani, Rani juga menampung adiknya yang sudah menjanda beserta dua anaknya. Tapi adik Rani hanya ada di rumah sehari dalam seminggu karena bekerja di luar kota. Sedangkan anak-anaknya dititipkan kepada Rani. Tak hanya itu, anak-anak dari kakak Rani yang rumahnya berdekatan juga sering bermain di tempat Rani. Tapi hal itu ternyata menimbulkan sedikit masalah pada rumah tangga Rani. Salah satu yang jadi permasalahan adalah persoalan uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Keributan sering terjadi ketika tak ada uang. Hanya mengandalkan gaji suami membuat keuangan rumah tangga Rani semakin berat. Hal tersebut berbeda ketika Rani masih bekerja sebagai pegawai laundry. Pengeluaran itu tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ibu Rani. Setiap harinya Rani harus menyediakan rokok dan kopi untuk ibunya. Ya, Rani mengaku ibuya sudah menjadi pecandu rokok sejak lama. Dalam sehari bisa menghabiskan satu bungkus rokok, tentu selalu ditemani dengan secangkir kopi. Hal itulah yang kadang menjadi sumber keributan Rani dan suami.

Loading...

"Padahal kami kan nggak selalu ada uang, kalau ada uang ya pasti kami kasih, tapi kalau pas nggak ada kita kan nggak bisa terus utang ke warung," cerita Rani.

Kebutuhan sehari-hari juga membengkak. Selain memenuhi kebutuhan ibunya, Rani dan suami juga harus menanggung kebutuhan keponakan-keponakannya. Sebenarnya ada kesepakatan dengan adiknya, kebutuhan rumah Rani yang penuhi, sedangkan adiknya memenuhi kebutuhan dapur. Tapi nyatanya uang yang diberikan adik Rani tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur dan sang anak.

"Sebenarnya nggak cukup nggak masalah, tapi jangan ada keributan dan menuntut ini itu," terangnya.

Rani beranggapan jika hal ini terjadi karena ia dulu sangat sering memanjakan orangtuanya. Dulu sebelum menikah, ia bekerja sebagai pemandu karaoke. Gaji yang didapat pun cukup banyak sehingga bisa memenuhi apa yang diinginkan orangtuanya. Tepi dunia terus berubah, Rani tak mau selamanya hidup dalam dunia malam. Keputusannya itu tentu juga merubah kehidupannya.

Rani mengaku merasa sedih sering disalahkan oleh ibu, kakak, dan adiknya. Padahal ia sudah mengalah mau merawat ibunya dan memenuhi segala kebutuhannya. Rani mengaku ini adalah pernikahan ketiganya. Dua pernikahan sebelumnya berujung pada perceraian karena tak kuat menghadapai perlakuan ibunya. Ia tentu berharap rumah tangganya yang saat ini tak bernasib sama.

Cerita ini disampaikan oleh Rani melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!