Brilio.net - Sebelum munculnya pandemi Covid-19, dunia pernah dibuat heboh dengan penyakit cacar. Kala itu, cacar menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti karena dapat menyebabkan kematian. Diketahui, pada abad ke-20 saja, penyakit yang berasal dari virus variola ini telah membunuh setidaknya 300 juta orang.

Di samping itu, penularan cacar sendiri pun dapat terjadi dengan sangat mudah dan cepat. Seseorang bisa tertular apabila mereka menghirup percikan dari mulut atau hidung seseorang yang terinveksi virus tersebut.

Oleh karenanya, pemberantasan penyakit ini pun terbilang memakan waktu yang lama. Dikutip dari BBC News, diperlukan waktu sekitar 200 tahun untuk membunuh penyakit tersebut. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa cacar baru berhasil diberantas pada sekitar tahun 1980-an.

Adapun keberhasilan tersebut tentunya tak lepas dari proses vaksinasi. Hal tersebut pun diakui oleh Paul Fine, seorang pejabat WHO yang banyak terlibat dalam pemberantasan cacar.

"Tujuan memberantas cacar tercapai pada 1978 dan pada tahun tersebut kasus cacar di seluruh dunia menghilang drastis akibat vaksinasi yang efektif," kata Paul Fine.

Loading...

Berkaitan dengan itu, di Indonesia sendiri pemberian vaksin cacar sudah berlangsung sejak zaman Hindia-Belanda. Bukti akan hal itu dapat dilihat dalam sebuah unggahan di akun Instagram @potolawasofficial.

Dalam foto terkait, tampak dua orang anak sedang menjalani proses penyuntikan vaksin cacar. Pada foto pertama, terlihat bahwa seorang bocak laki-laki yang akan divaksin tersebut agak ketakutan. Matanya terus melirik tajam ke arah petugas yang akan melakukan vaksinasi kepada dirinya.

Sementara itu, pada foto kedua, seorang bocah perempuan terlihat lebih kalem. Sambil memandang ke arah berlawan dari sang penyuntik, ia memegang lengan bajunya agar tidak merosot ke lengan tempat tangannya disuntik.

Lalu, di bagian caption tertulis bahwa potret yang diabadikan oleh orang atau organisasi Belanda bernama Het Leven/Spaarnestad tersebut diambil pada masa sebelum Indonesia merdeka, lebih tepatnya sekitar tahun 1941.

"Vaksinasi cacar di pulau Jawa. Indonesia / Hindia Belanda, sekitar 1941," tulis keterangan dalam foto.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by (@potolawasofficial)

Menariknya, dilihat dari kolom komentar, sejumlah netizen Indonesia justru salah fokus dengan penampakan jarum suntik yang ada. Dalam hal ini, tak sedikit di antara mereka yang beranggapan bahwa jarum suntik yang dipakai terlihat begitu besar.

"Itu jarum suntik apa paku,, ngilu bgt liatnya," tulis @arifaht96.

"Liat alat suntik nya, trs jadi inget alat suntik eyang buyut pas jaman jadi mantri. Ukuran nya bener2 gede, sekitar 60ml. Mana asli kacaaa + jarum nya gede nya ngeri asli huhuuu," komentar @hellosyt_.

"Nyokap gw ada suntikan begitu gw kira dlu pulpen ," tulis @an_chan3000.

Di sisi lain, ada pula netizen yang lantas menghubungkan besarnya jarum tersebut dengan bekas suntik cacar yang dimiliki oleh generasi tua.

"pantes aje tangan orang dulu ade bekas sodetannye," tulis @abdiyudha.

"dulu vaksin cacar pasti ada bekasnya...klo gak d lengan ya di paha ," komentar @mm_alfa_.

[crosslink_1]