Brilio.net - Salah satu olahraga yang digemari banyak orang yakni berlari. Tanpa perlu berlatih secara intens, setiap orang pasti bisa berlari. Meskipun begitu, nggak semua orang mampu berlari dengan jarak tempuh yang jauh dalam waktu singkat.

Dilansir brilio.net dari worldofbuzz.com pada Jumat (16/12), seorang pria bernama Ong Kim Hwa mencuri perhatian karena kemampuannya dalam berlari. Dia berhasil lari maraton 10 km dalam waktu 1 jam 25 menit atau 85 menit. Momen tersebut dilakukannya pada acara PJ Half Marathon pada September 2022.

kakek lari marathon © 2022 brilio.net

foto: worldofbuzz.com

Yang istimewa dari pria ini adalah umurnya sudah menginjak 88 tahun. Jika dinalar, rasanya tak mungkin seorang kakek bisa berlari sejauh dan secepat itu. Pria berusia 88 tahun itu bercerita bahwa selain menjadi pelari maraton, dia juga seorang pekerja. Pada hari-hari tertentu dalam seminggu, dia berkeliling kota Seremban, Malaysia, dan menjual berbagai barang yang keuntungannya disalurkan untuk amal.

"Saya telah bekerja dari muda sampai sekarang. Saya khawatir jika saya berhenti, 'peralatan' saya akan rusak," ujar pria tersebut.

Perjalanan lari Ong Kim Hwa dimulai pada 1987 (berusia 53 tahun) ketika dia belajar taichi dengan istrinya. Sekelompok temannya sedang jogging di area yang sama dan kebetulan bertemu dengannya, jadi mereka mengajak Ong Kim Hwa untuk bergabung. Setelah mendapatkan dukungan dari istrinya, Ong Kim Hwa melanjutkan dengan mendaftar ke Seremban Half-Marathon.

kakek lari marathon © 2022 brilio.net

foto: worldofbuzz.com

Setelah mengamati rutenya, Ong Kim Hwa menyadari bahwa 21 km bukanlah jarak yang pendek untuk berlari, tetapi dia memutuskan untuk melanjutkan maraton tersebut. Meski belum berpengalaman, dia tetap berhasil mendapatkan medali kecil dan itu membuatnya sangat bahagia. Momen tersebut menjadikannya kian bersemangat untuk berlari.

Pada 1988, Ong Kim Hwa kembali mengikuti lari maraton setengah Seremban di kategori veteran putra. Kali ini, dia berlatih cukup keras dan berhasil masuk 10 besar. Bahkan, dia berhasil masuk 10 besar dari setiap kompetisi yang diikutinya dari 1988 hingga 1993.

Sejak 1993 dan seterusnya, Ong Kim Hwa yang saat itu berusia 59 tahun menyadari bahwa tubuhnya telah berubah dan dia tidak dapat lagi bersaing dengan mereka yang lebih muda dan lebih kuat dalam kategori yang sama. Alih-alih terpuruk, Ong Kim Hwa justru mengubah cara pandangnya.

"Dulu pola pikir saya adalah untuk memenangkan kompetisi, tetapi sekarang berbeda. Saya berlari dengan kecepatan saya sendiri dan bersaing dengan waktu saya sendiri," katanya.

Dia menguraikan dengan mengatakan bahwa akan menetapkan batas waktu tertentu untuk dirinya sendiri di setiap balapan, dan tujuannya adalah untuk tidak melampaui batas tersebut.

"Kadang-kadang orang bertanya kepada saya mengapa saya sangat senang bahkan ketika saya tidak memenangkan tempat pertama, saya hanya senang bahwa saya menyelesaikan balapan dalam waktu yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri," tambahnya.

Berbicara tentang PJ Half Marathon, pria paruh baya tersebut mengatakan bahwa tujuannya hari itu adalah menyelesaikannya dalam waktu 100 menit, namun hanya terselesaikan dalam waktu 85 menit. Katanya, waktunya agak lamat lantaran hujan lebat.

kakek lari marathon © 2022 brilio.net

foto: worldofbuzz.com

Pada awal Oktober, Ong Kim Hwa juga mengikuti lomba maraton di Putrajaya, dimana dia berhasil menyelesaikan lomba lari 10 km dalam waktu 78 menit. Ada juga saat-saat ketika cucunya akan mengikuti maraton dan berlari bersamanya.

Ketika orang bertambah tua, dapat dimengerti bahwa mereka akan memiliki berbagai penyakit. Namun, tidak demikian dengan pria berusia 88 tahun ini.

"Saya telah melakukan beberapa pemeriksaan sebelumnya dan semua dokter sangat puas dengan saya. Meskipun saya terlihat sangat tua, 'peralatan' saya sangat baru," kata Ong Kim Hwa.

"Saya berterima kasih kepada Yesus untuk itu. Saya tidak pernah didiagnosis dengan penyakit apa pun dan saya percaya Yesus adalah orang yang melindungi saya dari penyakit itu," sambungnya.

Ketika ditanya tentang rahasia kesehatan dan umur panjang, dia mengatakan bahwa olahraga itu penting. Tidak harus berlari, tapi cukup dengan menggerakkan tubuh.