Brilio.net - Seperti yang sudah diketahui, beberapa hari ini salah satu daerah di Indonesia tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang terkena bencana alam banjir bandang dan tanah longsor. Peristiwa ini  merenggut banyak nyawa dan juga melumpuhkan daerah NTT.

update korban jiwa bencana NTT Instagram


foto: Instagram/@story_kebaperan

Hingga saat ini sudah diupdate bahwa korban yang meninggal akibat bencana ini mencapai 128 jiwa. Bencana hebat ini dipicu dari fenomena munculnya Siklon Tropis Seroja dan membuat cuaca di beberapa daerah di Indonesia jadi ekstrem.

"Total warga meninggal dunia berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati seperti yang brilio.net kutip dari antaranews.com

Rincian dari data korban meninggal sendiri adalah 67 orang dari Kabupaten Lembata, Flores Timur 49 orang, dan dari daerah Alor 12 orang. Sedangkan untuk korban hilang terdapat 72 orang, dengan rincian 28 orang di Kabupaten Alor, Flores Timur 23 orang, dan di Lembata 21 orang.

Dilansir brilio.net dari antaranews.com, Selasa (6/4), dari data yang dirilis Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (5/4), pukul 23.00 WIB, ada sebanyak 2.019 KK atau total 8.424 warga yang mengungsi dan 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya yang juga terdampak.

"Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumbar Barat 284 (63 KK), dan Flores Timur 256," tutur Raditya seperti yang brilio.net kutip dari antaranews.com

Cuaca ekstrem dari Siklon Tropis Seroja ini diprediksi belum berakhir dan masih akan berlangsung di daerah NTT hingga beberapa hari ke depan. Wilayah yang terdampak Siklon Tropis Seroja ini akan berlangsung antara lain di Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, dan Alor.

Kerugian dari bencana ini antara lain ada 1,962 rumah terdampak, 119 rumah rusak berat, 118 rumah rusak sedang, dan 34 rumah rusak ringan. Untuk fasilitas umum yang terdampak ada 14 rusak berat, satu rusak ringan, dan 84 fasilitas umum terdampak.